IT WORKS, TRUST YOURSELF!


BAGIKANLAH SENYUMMU!

Dalam beberapa ‘kasus’ curhat yang sering saya dengarkan, khususnya belakangan setelah saya sendiri mendapatkan ‘pencerahan’ yang tidak mudah dilalui. Maka, saya mulai dapat membedakan dan ‘merasakan’ lawan bicara pada saat menceritakan masalah yang dihadapinya.

Langsung pada masalahnya, kebanyakan dari mereka TIDAK MENYADARI kalau sebenarnya masalah yang timbul mulai dari diri mereka sendiri, tapi karena ego sebagai manusia dan merasa gengsi mengakui kesalahan. Maka, mereka mulai menyalahkan orang lain dan mencari ‘pendukung’ dalam membenarkan apa pendapat mereka agar tidak disalahkan.

Terus terang saya pernah menjadi orang seperti itu dan juga pernah mengalami hal yang sama. Tapi setelah mendapatkan ‘pencerahan’ lebih dalam, ternyata semua itu memang seperti halnya mengaca pada diri sendiri. Pada saat bisa MENGERTI diri sendiri maka semuanya tidak akan bermasalah lagi. Jika ada orang bilang bahwa hidup itu susah, maka saya akan dengan mudah bilang bahwa hidup itu penuh dengan KEBAHAGIAAN, penuh dengan RAHMAT dan juga penuh dengan KELIMPAHAN ditambahkan dengan cengiran seperti kuda :D hahahah…

Semua itu balik lagi pada persepsi setiap individu. Jika sebagian orang melihat dari sisi koin yang bergambar, maka saya melihat dari sisi koin yang ada angkanya Sekarang jika ada yang pernah dan mau melihat dari kedua sisi, akan lebih CERIA kan dunia kita ini? :D

Teman terakhir yang curhat tentang masalah percintaannya pada saya, dan berusaha mendapatkan simpati dan ‘pembenaran’ akan sikapnya malah mendapatkan saya ‘telanjangi’ hahaha...egonya sebagai lelaki saya sentil dengan keras *maaf ya, Mas* sebagai seorang Mas yang pernah saya hormati, dan sekarang malah galau hanya karena masalah perempuan? Membuat saya tertawa. Terlebih lagi setelah tau permasalahannya hanyalah sesuatu yang memang tidak penting, tapi menyakiti hati perempuan.

Pada saat itu saya hanya berkata padanya, saat dia MEMAAFKAN DIRI SENDIRI dan MENGAKUI kesalahan bodoh itu dan juga IKHLAS MELEPASKAN DIRI dari rasa salah, maka perempuannya juga akan ‘menyadari’ ketulusan rasa itu. Malam itu dia berencana akan pergi ke Yogya, buat kontemplasi katanya. Bagi saya hal itu adalah melarikan diri. Namun, dalam hati saya ucapkan kata ‘mantra’ yang sudah sering saya lantunkan tiap hari dan saya percaya bahwa masalahnya akan selesai. Sore itu kita berpisah.

Malam hari dia SMS, ke Yogya ga yah? Saya tau jika dia sendiri malas untuk pergi, lagi-lagi dia mencari kepastian dengan kembali bertanya pada saya. Dengan senyum dan rasa tulus luarbiasa kalau dia bisa menyelesaikan masalahnya, maka saya balas pesan singkat itu, jika memang sudah ragu dari awal buat apa berangkat? Perjalanan tidak akan nyaman. Dia menjawab, bener juga yah?

Setelah itu tidak ada kabar darinya hanya ucapan selamat malam
Hari Senin pagi, ada pesan singkat masuk. Sebuah ucapan terimakasih atas hari Sabtu. Hahahah..ternyata sesuai dengan harapan, bahwa mereka telah kembali bersama. Hari Sabtu ternyata dia memutuskan untuk memaafkan diri sendiri. Lalu mencari bunga untuk diberikan pada ‘cinta’ sebagai tanda maaf. Kemudian keesokan harinya dilanjutkan dengan membuat makan malam ditemani temaram lilin disalah satu restoran di Jakarta Pusat. Romantis kan? Hahaha...luarbiasa memang !

Lalu, dalam benak saya timbul pertanyaan, ternyata bunga hidup itu masih bisa meluluhkan hati perempuan juga yah? selain bunga bank? hahahahah...

Anyway, semua yang kau inginkan dapat TERWUJUD hanya dengan mengakui dengan JUJUR perasaanmu. Jangan malu untuk mengakui kesalahan bahkan jika memang itu sangat memalukan diri sendiri pun. Yang terpenting adalah JUJUR pada diri sendiri baru pikirkan yang lain.

Pelajaran dalam hidup itu tidak pernah selesai, dan setiap hari kita belajar dari kehidupan ini. Semoga pelajaran berharga dapat terus kita dapatkan, dengan mencoba berpikir diluar kebiasaan atau menjadi 'sedikit' gila. Kemudian, pada saat emosi terbawa, tariklah napas panjang, dan pejamkanlah mata, lalu tariklah bibir anda menjadi sepotong senyum. Maka, semuanya akan menjadi lebih 'terlihat'. Memang segampang itu? Jika tidak dicoba tidak pernah tau toh?

Beranikah anda mencobanya? :)
Karena saya sudah!

Dan sekarang, setiap hari adalah hari yang membahagiakan, penuh kelimpahan, juga berkat. Semakin hari hidup saya akan semakin luarbiasa !

Mari kita rasakan bersama semua KELIMPAHAN ini, sehingga dapat mencerahkan dunia!


PS: jangan lupa juga bersyukur SETIAP HARI!

Gambar diambil dari Sini & Situ

Share:

3 comments

  1. Wah,ini "provokasi" yang dahsyat.
    Orang ngabisin duit puluhan juta ziarah ke tanah suci; Mekkah, Jerusalem, Tibet, atau Sungai Gangga, tetapi belum tentu pas pulangnya membawa "oleh-oleh" pencerahan seperti ini.
    Mei sudah menjadi lilin mungil, tidak menerangi semuanya, tetapi bisa selalu terlihat terangnya di tengah kegalauan hidup.
    Lilin di meja makan malam itu mungkin indah, tetapi lilin di ruang hati itulah yang sesungguhnya paling kita butuhkan.
    Bersyukur jugalah karena telah memiliki, bahkan menjadi itu.
    Amen.

    BalasHapus
  2. terimakasih!
    Emang Lae satu ini selalu bisa bikin komentar yang ditunggu selalu...

    bikin greget dan semangat menulis!
    terimakasih pada jagat raya karena diperbolehkan berkenalan dengan sosok luarbiasa seperti Lae!

    Saya betulbetul bersyukur...
    Ayo, provokasi balik dong, biar tambah heboh juga! :D

    BalasHapus
  3. Mbak Mungil....
    Proficiat ya atas celoteh pencerahannya. Cute!

    Semakin yakin saya akan "The blessed are we, the blessings we are for others!"

    Have a nice day! :)
    Salam kenal,
    Kandar Ag.
    Blog saya di WordPress

    BalasHapus