= Celoteh Indah =

Oleh Meita Winarto

Kadang klo di pikir lagi, bener juga apa yang bukubuku psikologi bilang kalau kita gak akan pernah tau orang lain kalau kita gak benerbener terbuka sama orang itu.
Dan ketika kita mulai bicara mengenai diri sendiri maka kita dah memberikan sebagian hidup kita sama orang itu.

Hmmm...

Aku kembali termenung dihadapannya, tidak pernah sekalipun dalam pikiranku berpikir seperti apa sosok teman dihadapanku yang kesehariannya itu nampak sangat bersahaja, tapi ternyata...

Susah dideskripsikan dengan kalimat biasa. Mungkin lebih baik kalau aku bercerita sedikit tentangnya, gimana?

Pertama kali mendengarkan dia bercerita sama sekali tidak terkesan bahwa dia bangga dengan apa adanya hidup dia sekarang ini, tidak sama sekali terkesan dia membanggakan dirinya sendiri dalam kesombongan, gak ada sama sekali deh! Yang ada malah aku sangat asik duduk mendengarkan celotehnya tentang hidup dia yang menurutku penuh dengan warna warni.

Mulai dari ceritanya merelakan berbuat untuk orang lain dengan uangnya, namun akhirnya mereka malah mengecewakan dia.
Lalu juga dengan mendengarkan temantemannya curhat sama dia, tapi malah dia yang harus menghabiskan pulsa dan kadang tenaga bertemu mereka, tapi temanteman itu tidak pernah menghargai tindakannya.
Kemudian juga ceritacerita tentang para lelaki yang hadir dalam kehidupan percintaannya yang bagi pendengar sepertiku rasanya cukup menyakitkan hati, karna seakan dia hanya dimanfaatkan saja.

Aku terhenyak mendengarkan ceritanya, semakin aku mendengarkan ceritanya, semakin aku merasa bahwa orang dihadapanku ini JARANG sekali ada, bahkan dalam lingkaran pertemanan yang ku punya sekarang. Seseorang yang MEMANG memegang teguh apa arti kata teman. Seperti yang sering ditulis oleh kutipankutipan terkenal, misalnya teman adalah seseorang yang akan ada saat kamu susah, dan teman adalah seseorang yang marah padamu saat kamu melakukan kebodohan bukan malah mendiamkan tindakanmu.

Orang seperti ini kalau mau dicari mungkin hanya akan ada 1000 banding 1 atau mungkin lebih dari 1000, tapi entahlah aku tidak pandai dengan angka. Yang aku tau bahwa aku bangga bisa mengenal dirinya. Dan aku merasa bahwa mendengarkan ceritanya membuatku kembali berpikir, bahwa masih banyak kekurangan dalam diriku yang harus kuperbaiki dalam melihat sisi lain dunia ini. Suatu saat nanti mungkin aku bisa seperti dirinya yang bisa melihat dunia ini dengan penuh coretan warna warni bukan hanya berisi penderitaan dan kesakitan saja.

Terutama salah satu prinsip yang dia utarakan, yaitu apapun yang kamu lakukan pada hidupmu adalah resiko yang sudah kamu ambil, jangan sampai menyesal ketika tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan, karena percuma menyesali sesuatu yang sudah dipikirkan dan dilakukan. Jadi jangan pernah menyesal! Tapi jadikan hal tersebut sebagai pelajaran dalam hidup agar tidak terjadi lagi..

Wow! Rasanya dada ini kembali terkena serangan jantung. Terasa banget katakatanya menyindir diriku yang seringkali menyesali tindakan yang kulakukan. Terutama hal yang sudah lewat.

Mungkin ngobrol dengan dirinya sekarang memang sudah ditakdirkan, seakan memberikan diriku waktu untuk instrospeksi dan kembali diingatkan bahwa hidup ini terlalu indah hanya untuk diisi dengan penyesalan dan keluh kesah!

Perilaku dan hatimu benarbenar sesuai dengan namamu. Karena kamu memang begitu Indah! Terimakasih Indah, aku bangga mengenal sosokmu pada hidupku yang sebentar ini

[MW, 30 Agustus 2006, = refleksi diri =]

Share:

0 comments