[JejakkakiKu]
  • Home
    • Submenu
  • About Mei
  • Business
  • Analog Mode
  • Say Hey!
Sedih. Itu yang saya rasakan dua hari ini. Karena harapan saya tidak terpenuhi. Tapi, saya bersyukur karena segera mengetahui hal tersebut tanpa harus menunggu lagi. Saya diundang untuk wawancara di sebuah perusahaan minyak. Dengan posisi menjadi Sekretaris BOD, salah satu pekerjaan idaman. Tapi, sepertinya saya tidak masuk kualifikasi. Dengan alasan bahwa saya terlalu enerjik, jadi jika berada dikantor terus akan bosan. Padahal, pekerjaan saya pun sekarang adalah pekerjaan back-office.

Sekarang ini saya sedang belajar untuk menikmati rasa kecewa itu, mencoba menelaah apa yang salah dan apa yang harus dikembangkan lagi. Partner terbaik bilang bahwa saya tidak boleh putus asa, Tuhan punya rencana lebih baik buat hidupku. Terus terang, saya bersyukur bisa mendengarkan kalimat itu dari bibirnya, saya terharu sekali. Sekaligus merasa tenang...

Sekarang saya menulis hanya untuk menangkan hati. Mencari jalan untuk melampiaskan rasa yang nanonano. Sedih juga, karena gak bisa bertemu sama partner sepanjang minggu, seperti biasanya. Entah mengapa, lagi merasa ingin dimanja saja...

Semangat!

Tenang saja, saya pasti bisa bangkit kembali, untuk sementara biarkan saya bermuram sebentar...

Selamat berakhir pekan!
Saya berharap dan tidak akan pernah berhenti. Karena harapan membuat hidup saya semangat, dan kembali berpikir positif. Seperti layaknya semua orang yang merayakan hari Kasih Sayang pada hari ini, saya juga ingin merasakannya. Tapi, partner sepertinya sudah lebih dahulu dipesan sama yang lain. Kadang saya berpikir, bahwa dalam sebuah hubungan keinginan untuk membahagiakan pasangan dan pengorbanan harus seiring sejalan. Jika tidak ada keinginan maka pengorbanan pun tidak dapat dilakukan.

Terlebih lagi, keinginan tersebut harus datang dari dalam hati. Keingingan untuk melihat wajah pasangan tersenyum bahagia, dan matanya berbinar penuh cinta pada saat diberikan kejutan. Bagi saya itu adalah sebuah momen indah dan penting dalam hidup.

Sudah sering kali, saya mengajarkan partner saya untuk bisa langsung melihat apa yang saya lakukan terhadapnya. Bagi saya terkadang mempelajari apa yang orang lakukan terhadap orang lain, jauh lebih berkesan dibandingkan belajar teorinya dan tidak pernah dipraktekkan. Karena, pada dasarnya saya orang yang romantis, saya sering memberikan kejutan pada pasangan saya. Hanya saja, pria memang suka kurang peka terhadap situasi yang seperti ini, terlebih lagi jika dia sudah ‘terbiasa’ diperlakukan seperti itu. Maka, tidak ada lagi yang spesial baginya.

Tapi, buat saya apapun yang dilakukan oleh partner, jika memang itu dari hati dan dengan niat, seculun apapun yang dikatakan dan dilakukan, saya menghargainya sepenuh hati. Mungkin, bisa terharu sampai menangis. Saya berharap suatu saat ada yang bisa membuat saya merasakan hal seperti itu.

Tulisan kali ini, saya khususkan untuk partner saya. Tentu saja, hari Kasih Sayang toh? Tapi, terus terang bukan sebuah tulisan yang romantis..hahaha…tetapi tulisan mengenai harapan. Semoga semua harapan ini dapat terkabul dikemudian hari. Amin.

Baginya, mungkin saya adalah seseorang yang selalu ada pada saat dia butuhkan saja. Seperti jika dia merasa ada yang kurang dalam hidup, baru dia mencari dimana saya. Baginya, mungkin saya adalah pengisi waktu luang yang membosankan, menjadi tidak.

Saya mengerti sekali sejak awal bahwa waktunya tidak bisa sepenuhnya diberikan pada saya, terutama pada momenmomen penting. Dia bukan seutuhnya bisa saya miliki, mungkin selama ini pun yang memberikan status secara penuh, hanya saya saja. Sedangkan, baginya status yang diberikan pada saya hanya sekedarnya. Karena, melalui ucapan dan perlakuan terkadang lebih banyak terlihat seperti sekedarnya, dibanding status yang sesungguhnya.

Saya berharap, jika dia memang suatu saat dia membaca ini, dia bisa menyadari apa yang saya harapkan darinya. Bukan, sesuatu yang besar koq, dan seringkali saya bilang pada orang bahwa saya ‘murahan’ dalam arti gampang dibuat senang. Karena, saya jarang sekali mendapat perhatian dari orang lain terutama mereka yang katanya ‘sayang’ dan ‘perhatian’. Saya berharap, dalam waktu dekat hal ini dapat terbantahkan, saya bisa mendapatkan sayang dan perhatian yang sesungguhnya dari orang yang saya harapkan, tanpa perlu lagi meminta atau memohon dan mencari perhatiannya.

Merengek atau apapun itu, sebenarnya tidak ada dalam kamus saya. Tidak pernah suka mendengar perempuan melakukan hal tersebut. Itu adalah senjata terakhir saya. Tapi, biasanya ujungujungnya saya merelakan perasaan tersebut. Tidak mau ditahan, tapi dipasrahkan.

Semoga suatu saat dia menyadari:
• jika saya juga mencintainya dengan setulus hati;
• jika saya juga pasangannya yang butuh perhatian yang sama
• jika saya juga perempuan yang bisa sedih dan ngambeg
• jika saya juga bisa marah, kesal dan cemburu
• jika saya juga ingin dia mengerti semua hal tersebut
• jika saya juga ingin sekali diajak kencan, bukan mengajak
• jika saya juga ingin sekali dicumbui
• jika saya juga ingin sekali diberikan kejutan manis
• jika saya juga ingin sekali diberikan hadiah
• jika saya juga ingin bercanda mesra tanpa gangguan
• jika saya juga ingin pergi bersamanya, jalanjalan
• jika saya juga ingin dia berkorban waktu, demi saya lebih sering
• jika saya juga ingin bertemu dengannya sesering mungkin

Tapi, biasanya jawabannya selalu ‘tidak mungkin’ atau ‘tidak bisa’ seperti yang saya bilang dari awal, bahwa keinginan dan pengorbanan darinya untuk MAU bersama saya, itu sedikit sekali. Bukan, tidak ada. Ada. Tapi, kemauan untuk mengorbankan waktunya itu yang tidak ada atau malas. *menghela napas* Karena bagi saya, tidak ada yang mustahil, selama keinginan dari dalam hati yang tulus.

Saya mengerti situasinya. Dia sudah berada dalam keadaan yang sangat nyaman. Cenderung monoton malah, menurut saya. Kemudian, saya datang dalam hidupnya. Memberikan segala macam hal yang membuat hidupnya yang teratur, jadi tidak teratur. Kemudian, dia bingung. Bagaimana ini? Apa yang harus saya lakukan? Hahah…situasi yang mungkin pernah ada dulu, tapi sekarang sudah beda bebannya.

Semoga semua harapan saya didengarnya. Kadang, ingin sekali bisa ngobrol tentang hidup, tentang hubungan kita, tentang banyak hal. Tapi, pria memang tidak peka, pulang kerja yang dicari adalah laptop lagi. Atau bermain dengan segala peralatan elektronik yang dikamar, entah nonton TV atau DVD. Selesai itu, ngantuk terus tidur. Ngobrol atau menanyakan apa yang dilakukan pasangan pun tidak. Mungkin, bicara pun tidak lebih dari 50 kata. Lagilagi, saya berusaha mengerti keadaan tersebut. Sedih kadang. Tapi, saya berusaha membiarkan dia dengan ritmenya, tanpa saya harus mengoceh dan protes padanya.

Kemudian kembali berpikir, jika gak diomongin, kapan sadarnya? Hahaha…sepertinya tidak akan. Karena, dia sendiri bilang, dia akan ingat apa yang mau dia ingat. Dan melupakan apa yang tidak perlu. Jadi, berulang kali saya omongin hal yang sama pun, jika dia sendiri tidak punya keinginan untuk merubah anggapan dirinya untuk saya, maka tidak akan pernah terjadi harapan yang saya inginkan.

Tapi, saya PERCAYA sepenuh hati, dengan doa dan kesabaran, harapan saya pasti terkabul. Karena, beberapa sudah terbukti, tidak ada hal yang mustahil dalam hidup ini, jika KAMU PERCAYA! Amin.

Bagi saya dia adalah pria yang sangat beruntung. Pria yang disayang oleh kehidupan ini. Saya hanya berharap dia menyadari hal tersebut dan belajar untuk lebih sering bersyukur. Pria yang tampan, senyum yang memesona perempuan, teman yang perhatian, pacarpacar yang mencintainya, orang tua yang harmonis, kerjaan yang bagus dan kehidupan yang luarbiasa. Semoga dia menyadari hal ini secepatnya. Karena, waktu tidak akan pernah kembali, setiap detik yang terbuang jadikanlah ucapan syukur atas karunia terindah yang sudah diberikan.

Sayang, kamu adalah pria yang luar biasa, jangan memandang rendah dirimu sendiri, dan jangan biarkan orang lain bicara sebaliknya. Aku mencintaimu hingga saat ini, walaupun…

Itu adalah bukti bahwa kamu memang luarbiasa!

Happy Fuckin'time and Vagina Day, Darling!

Te Amo :*
MWAH!


-dipesan-

Dunia elektronik jaman sekarang itu, canggih! Hanya kata itu yang mampu saya pakai untuk mengungkapkan maraknya dunia elektronik di jaman ini. Berbagai macam merk dan tipe beradu, mencoba mengambil hati para konsumen. Selain dengan barang itu sendiri, lain lagi dengan provider telepon gengggam, yang juga beramairamai bersaing, dengan promosi termurah dan paling irit.

Pusing! Jika harus mengikuti semua perkembangan bendabenda tersebut. Bagi saya, selama masih bisa dipakai untuk berkomunikasi, tidak perlu terlalu canggih atau mengikuti yang sedang trend. Karena jika setiap saat harus mengikuti perkembangan bendabenda tersebut, sepertinya bisa gila sendiri.

Saya menuliskan awal seperti ini, karena sebenarnya saya merasa kesal sekali. Dengan mereka yang tidak melek teknologi, tapi tidak melek tatakramanya. Maksudnya adalah, ada saat tertentu ketika kita menggunakan teknologi tersebut untuk bekerja, jejaring sosial atau memang hanya sekedar silaturahmi. Tapi, ada saat tertentu, kita harus sadar diri dimana kita berada dan menghentikan segala kegiatan menggunakan perangkat tersebut.

Salah satu yang membuat saya sebal adalah pengguna Blackberry yang tidak tahu tatakrama. Mereka tidak bisa menyadari dimana mereka berada, bahkan ketika berada didalam tempat ibadat pun mereka tidak bisa menghormati Tuhan mereka sendiri.


Terus terang, saya sedih sekaligus kesal. Pada saat mereka mengganggap teknologi, seharusnya mereka bisa mengetahui fungsi perangkat tersebut. Bukan hanya karena kebutuhan, dan untuk bergaya. Saya pribadi, tadinya tidak ingin memakai BB, tapi dengan alasan bisa menjangkau teman yang berada diluar negeri, maka saya pun menggunakannya.

Kembali lagi pada ocehan saya, saya hanya berharap dengan semakin canggihnya teknologi. Seharusnya kesadaran orangorang yang menggunakannya juga semakin canggih. Bukan hanya tau menggunakan sebagaimana fungsi seharusnya. Tapi, juga tau kapan harus menghentikan segala kegiatan tersebut.

Saya mengoceh karena melihat banyak sekali orang yang sedang beribadah, malah asik bermain BB. Bukan mengikuti upacara yang sedang berlangsung, malah asik mengobrol. Jika, memang bisa menggunakan BB selama hampir 24jam, mengapa tidak kau berikan waktu 1 setengah jam saja, bagi Tuhanmu. Itu pun hanya seminggu sekali. Sedangkan waktu yang kau miliki bersama BB tersebut lebih dari 1jam setiap hari.

Sadarlah kalian! FUUUHH!! *semburairsuci*

Saya berharap, bahwa semoga ditahun yang akan datang, semakin banyak orang yang bisa tersadar. Lebih banyak orang yang waras, lebih banyak pahala yang terjadi, lebih banyak kedamaian di muka bumi ini. Tapi, semua itu tidak akan terjadi jika tidak dimulai dari diri sendiri.

Oleh sebab itu, marilah kita belajar untuk lebih sadar diri

Amin


Rasanya seperti dunia kembali gelap gulita dan saya siap untuk menghadapNya. Tapi, setelah akal sehat bisa kembali bekerja sama, maka saya tidak mampu lagi merasa, dan bagaimana harus mengungkapkan rasa yang saya alami. Saya mencintainya dengan setiap degup jantung yang berdetak. Saya mencintainya dengan seluruh aliran darah yang memberi nafas kehidupan. Bagaimana mungkin dia tega melakukannya?

Tidak ada alasan yang bisa diakui dari bibirnya. Hanya jawaban tidak tau dan tidak direncanakan. Analisa saya adalah dia sedang bosan dengan hidupnya. Ingin kembali mencoba apakah dia masih bisa menjadi salah satu penakluk perempuan. Maka terjadilah hal yang diinginkan. Hanya saja yang tidak disangka, saya bisa memergokinya.

Terkadang kenyataan pahit memang harus bisa diterima. Tidak ada orang yang mampu meresapi kenyataan yang saya alami. Orang bilang saya sinting, gila dan miring. Mungkin. Selain komentar seperti itu ada juga yang menghibur. Bahwa saya tidak perlu terlalu ambil pusing hal itu.

Salah seorang teman malah berkata, "It's just sex. Nothing more. The most important thing is he still loves you. And he's not doing it with his heart. So, it's just different"


Alasan yang cukup sinting diterima oleh otak siapa pun. Bahkan bagi saya yang berusaha menyelami dunia lelaki. Kadang memang logika sinting yang bisa berpikir diluar kotak hanya bisa didapatkan dari mereka yang sudah pernah melakukan atau berada di posisi saya atau pasangan saya.

Saya YAKIN, tidak ada seorang perempuan yang bisa seperti saya. Bodoh, sinting, gila dan miring, tapi baik hati dan sangat penuh kasih :D saya hanya berusaha mencobai diri sendiri. Mengetes daya tahan sabar saya. Sampai sejauh apakah? Walau setiap kali saya selalu berusaha meminta maaf pada hati saya. Karena sudah seringkali menambah beban yang cukup berat.

Kali ini saya tidak tau lagi harus bersikap seperti apa, hanya mampu diam dan menangis. Bahkan, air mata pun sudah kering. Hanya terluka dalam yang begitu perih terasa. Terkadang apa yang terpikir bisa menjadi kenyataan, tapi jika hal seperti ini, saya tidak menginginkan hal itu terjadi. Tidak menutup kemungkinan hal yang sama akan terjadi kembali di kemudian hari. Katanya 'old habit die hard' dia pun berkata hal yang sama. Hanya menjadi dirinya sendiri.

Saya berjanji untuk tidak menyakiti hati kembali. Oleh sebab itu sebisa mungkin saya akan menenangkan diri dan berusaha untuk masa bodoh dengan hidupnya yang lain. Hanya mampu berharap bahwa jika dia tidak mampu menghargai dirinya, paling tidak dia bisa menghargai hidup orang yang menyanyanginya dengan tulus. Dengan segala resikonya, berani berbuat berarti berani bertanggung jawab. Hati saya kembali hancur kali ini, bahkan terlihat sampai ke sekujur tubuh sekarang, semuanya biru-ungu lebam. Semoga cepat hilang...

Hatiku sayang...maafkanlah aku...
Entah apa namanya, tapi perasaan itu sepertinya bisa menular. Saya gak tau apa namanya, tapi beberapa waktu lalu, pasangan saya bilang kalau dia sedang ada masalah. Yang membuat dirinya jadi ingin menarik diri lebih dahulu dari dunia. Bukan...bukan mau bunuh diri maksudnya, tapi lagi mau sendiri dengan dirinya. Entah apapun itu.

Saya tidak bisa menghiburnya seperti biasa, hanya bisa mencoba mengganggunya saja. Salah satu hal yang membuat saya penasaran adalah masalah berat seperti apa yah? Karena dia berkata, hanya untuk kali ini saja, dia tidak bisa memberitahukan pada saya masalahnya apa. Diantara rasa penasaran dan ingin tahu, saya berusaha menghargai apapun yang dia minta.

Semoga apapun itu bisa cepat terselesaikan. Pasangan yang mudah lupa dan juga cuek, sudah biasa saya hadapi. Tapi, jika ada masalah dan ditambah dengan segala karakter, maka dia menjadi seperti orang linglung. Walau dia tidak ingin menunjukkannya, dan berusaha untuk menutupi semua hal tersebut sebisa mungkin. Tapi, entah mengapa saya bisa merasakan segala gundahnya.

Kembalilah menjadi sosok yang selalu saya rindukan, sayangku. Saya akan selalu disini, disana dan dimanapun untukmu...

Cepatlah kembali ceria!

Sial! Sial! Sial! Matt menggerutu sejadinya. Kenapa bisa begitu bodoh ya? Perempuan memang mahkluk menakutkan, jika mereka sudah mulai bertingkah seperti detektif.

Masih tak percaya rasanya bahwa segala hal yang dia sembunyikan dengan baik, akhirnya bisa ketauan. Antara kesal dan malu, Matt berusaha memikirkan soal Astrid. Selama ini memang perempuan itu sudah baik sekali bersikap. Salah satu bukti perempuan bodoh yang mudah dipermainkan. Tapi, Matt tidak menyangka bahwa dia bisa sampai mengorek begitu dalam mengenai rahasia mesumnya.

Kesal sekali rasanya! Kesal karena ketauan, dan juga kesal karena tidak dapat berbuat apaapa lagi mengenai hal itu. Toh, Matt masih merasa bahwa dia tidak rugi sama sekali. Perempuan yang selalu datang padanya, tanpa dia meminta koq. Jadi, apa dia salah jika mencoba mencicipi makanan yang tersedia begitu lezatnya, tanpa harus membayar? Slurp...

Disatu sisi, Matt merasa kasihan pada Astrid. Dia memang diberi status, walau dia tau sekali statusnya itu hanya sementara, dan Matt juga cuma memakainya agar Astrid merasa senang. Dengan memberikan label, dia juga secara tidak langsung mencegah Astrid untuk tidak pergi jauh darinya. Tipikal perempuan ini begitu mudah ditebak. Sekali terkena bius dari Matt maka dia tidak akan pergi lagi. Kecuali jika Matt yang memang menginginkan hal tersebut.

Seru juga sebenarnya, punya mainan. Terdengar begitu jahatkah? Memang, tapi itulah dunia lelaki. Tidak ada yang bisa begitu dalam mengetahuinya, tanpa terjerumus kedalamnya. Jika sudah masuk, maka akan banyak sekali halhal luarbiasa yang ajaib dan tak disangka terkuak.

Keluh. Apa yang harus dilakukan sekarang? Meminta maaf? Percuma rasanya. Semua sudah terjadi. Matt tau Astrid PASTI akan memaafkannya. Hanya saja, rasa percaya itu semakin memudar sekarang. Ingin sekali rasanya, berhenti bermain. Tapi, rasanya masih belum cukup. Masih belum waktunya. Masih seru bermain dan dipuja lelaki lain hebat, bisa memiliki 2 pacar, ditambah selingkuhan dan TTM s. Entah mengapa, rasa itu terkadang benarbenar menyenangkan. Tidak semua lelaki bisa seperti ini, dan beberapa teman merasa bahwa, berteman dengan Matt sepertinya keren!

Lalu, Matt melihat Astrid tampak dari kejauhan, dia berjalan menundukkan kepalanya. Terlihat sendu sekali, pasti dia habis menangis. Keluh. Hmm...susah menghadapi perempuan lagi seperti ini. Ditambah lagi, dia sedang menjadi terdakwa sekarang. Bingung.

“Hai” Matt menghampiri Astrid
“Hei” Sambut Astrid lesu

Matt menggenggam tangan mungil itu. Astrid hanya mampu menatap Matt dengan ragu dan penuh kesedihan.

“Hei, jangan menatapku seperti itu”
“Lalu harus seperti apa?”
“Entahlah” Ujar Matt

“Apakah semua itu benar?” Astrid langsung bertanya. Dia memang tidak pernah basabasi mengenai halhal seperti ini. Salah satu hal yang disukai Matt, sebenarnya.
“Iyah. Semua itu benar”
“Kenapa waktu itu ketika aku bertanya malah menjawab lain. Padahal dengan jelas aku tau, bahwa kamu akan melakukan semua itu!” kata Astrid dengan mata berkacakaca 
“Bagaimana mungkin kamu setega itu sama aku?” Astrid pun mulai terisak “dan kamu juga pernah bilang jika kamar adalah ruang paling pribadi, dan hanya orang yang dekat dan penting saja yang bisa masuk kedalamnya. Berarti dia penting? Dia spesial buat kamu? Gitu?”

Matt bingung menjawab semua pertanyaan, perempuan dihadapannya. Karena sepertinya semua itu memang pernah dia ucapkan. Tapi, entah apa yang merasukinya saat itu hingga bisa membawa perempuan lain ke kamar, ia juga tidak mampu menjawabnya. Mungkin napsu, mungkin biar mudah dan juga biar irit, tidak perlu keluar uang lagi untuk biaya hotel.

“Jawab, Matt!” Astrid mulai tak sabar

“Aku gak tau...”

“Selalu begitu! Setiap kali ditanya selalu jawaban itu yang menjadi tameng. Entah gak tau, atau lupa atau gak ingat.!”

Astrid mulai menangis tersedu. Matt memeluknya erat.

“I'm so sorry for everything” Ia pun mengelus kepala mungil dipelukannya.
“Aku sudah pernah bilang sama kamu. I'm a monster!”

“...and I'm just a fool” tandasnya lagi

“You're indeed a fool...”

Astrid membuatnya bersumpah atas nama jiwa tak berdosa, dari keponakannya yang masih belum terlahir. Bahwa dia tidak akan melakukan hal itu lagi, tanpa melepaskan Astrid terlebih dahulu.

“This is for Katleen, that's her name..” dia mengaitkan jari kelingkingnya.

I am a monster, pikir Matt lagi. Bagaimana mungkin tidak bisa menyayangi perempuan dihadapannya dengan sepenuh hati. Padahal dia begitu tulus mencintai Matt apa adanya. Keluh.

Seandainya saja...
Saya selalu merasa sendirian pada saat akhir pekan pada umumnya. Karena saya tau, jadwalnya setiap akhir pekan tidak bisa diganggu gugat. Itu adalah harinya tanpa saya. Minggu ini adalah minggu pertama dalam 6 bulan ini, dia pergi keluar kota. Sepi rasanya. Ditambah lagi, dalam minggu ini juga Bunda tercinta akan pergi jalanjalan, menambah sepi harihari saya. Begitu juga dengan mantan terbaik yang biasa saya ganggu. Saya tidak tau siapa lagi yang bisa saya ganggu, pada saat mereka semua tidak ada untuk menemani saya.

Berita mengenai seorang teman dari Jerman yang mungkin datang, kemudian akan ditunda pun, membuat hati saya ciut. Saya membutuhkan liburan juga, walau hanya keluar untuk jalanjalan santai dan nongkrong pun, sudah merupakan hiburan buat saya.

Beberapa kali saya protes, beberapa kali juga saya memberikan penawaran dan permintaan padanya. Tapi, seringkali permintaan saya ditolak, dan juga seringkali saya lebih memilih diam walau kecewa, daripada memaksakan kehendak saya padanya. Sedih memang. Bahkan terkadang untuk mendengarnya berkata 'aku sayang kamu' pun harus diminta. Ungkapan itu entah mengapa, pelit sekali terdengar ditelinga saya. Sedangkan setiap kali saya harus memendam iri pada saat mendengarkannya mengungkapkan itu dengan santai di waktu tertentu. Hmm...hanya saja, bolehkan saya berharap? Berharap bisa kencan santai dengannya. Berharap bisa ngobrol dengan asik dengannya, tanpa perlu airmata? Sesekali ingin rasanya diajak jalan, diberikan kejutan manis dan juga kecupan manis...ahooyy!!

Kadang terpikir dalam benak saya, bahwa dia memang seorang aktor yang luarbiasa yang bisa membuat hidup saya penuh dengan segala gejolak. Setiap saat saya bersamanya, selalu seperti ada bungabunga bertebaran. Saya bahagia. Sedangkan dia terlihat sangat bosan. Seringkali saya bertanya juga, apakah saya begitu membosankan? Sehingga untuk ngobrol pun rasanya tidak semudah biasanya?

Mungkin saya terlalu banyak berharap? Atau terlalu banyak meminta? Hahahah...can't help it. Mungkin ini yang terjadi pada seorang melankolis-romantis-manja maunya serba disayang. Sedangkan posisinya sama sekali tidak bisa sepertinya. Dia tetap harus bisa membaginya. Walau saya selalu kebagian yang tidak adil, tapi kadang saya kembali berpikir, apakah tidak adil? Seberapa adilkah yang saya inginkan? Atau dia pikirkan? Hmm...terus terang saya pun tidak tau.

Sekarang saya hanya mampu berdoa bagi masa depannya. Jangan putus asa yah, cinta. Seperti yang pernah saya katakan, bahwa nikmatilah masa libur dan kontemplasi sekarang. Mungkin memang saatnya kamu berlibur, dan mendapatkan pencerahan atas segala yang sudah terjadi. Apapun yang akan menjadi pilihannya nanti, saya akan akan tetap mendukungnya. Walaupun MUNGKIN saya tidak menjadi bagian dari pilihan itu, saya tetap akan selalu mendukungnya dari jauh. Dengan hati penuh cinta dan puji syukur.

Saya percaya, ada rencanya LUARBIASA yang sudah disiapkan bagi masa depannya. Dan saya berharap, dia juga bisa percaya bahwa memang akan ada hal luarbiasa yang pasti sedang diciptakan baginya.

Amin.




PS: Can't you feel how much I Love you? < (^^,) >
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Search this blog

ABOUT AUTHOR

This is Meita’s website and you are in a right place to get to know a little bit more about her. She is a dreamer who likes doing digital marketing and been blogging since 2003. She also loves watching TV shows, and movies. Also, passionate about the world. Graduated from the University of Indonesia majoring in Cultural Tourism, taught her a lot about how great Indonesia – country where she is from – in cultural level. Still curious about her? Find out more here ;)

come find me

Visitors

FEATURED POST

THE WORLD NOWADAYS

Nowadays, we do live in the world where sincere thank yous are rare. Where sorries and apologies are extinct. Let alone, caring for the sa...

THE MOMENTS

  • ▼  2018 (11)
    • ▼  September (1)
      • THE WORLD NOWADAYS
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2015 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2014 (10)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2012 (11)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (5)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2009 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2008 (70)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (14)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2007 (108)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (22)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  September (11)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (8)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (9)
  • ►  2006 (130)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (14)
    • ►  September (12)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (21)
    • ►  April (14)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2005 (102)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (20)
    • ►  April (16)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2004 (82)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (18)
    • ►  Februari (16)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2003 (22)
    • ►  Desember (14)
    • ►  November (7)
    • ►  Agustus (1)

FOLLOW ME @ MEITAWIN

ABOUT ME

Hanya seorang perempuan mungil yang masih terus berusaha meraih mimpi terbaik yang ditawarkan dunia. Lalu, berusaha juga untuk membangun dunia yang lebih baik dari sekarang. Entah bagaimana caranya, tetapi harus mulai dari memperbaiki diri sendiri. Menjadi manusia yang LEBIH baik hingga mempunyai rasa BANGGA terhadap diri sendiri, hingga perasaan tersebut lebur dan akan tetap tinggal tak lekang oleh waktu. Semoga [JEJAKKAKIKU] akan menjadi bagian terindah dalam kehidupan ini. Karena yang tertinggal hanya akan menghilang suatu saat nanti, namun jejak-jejak itu akan tetap membekas dibeberapa tempat yang pernah disinggahi. Meski tak terlihat dengan kasat mata.

POPULAR POSTS

  • LAMUNAN SENJA
    Sudah lama aku termenung di sisi jalan. Di kejauhan terdengar suara terompet kapal di pelabuhan dan decit burung-burung manyar. Kembali...
  • BOOK REVIEW
    Masih ada 2 buku yang tertunda, untuk dibaca. Saat ini saya masih belum mendapatkan versi buku aslinya. Hanya bisa mendapatkan dari buku ele...
  • THE KARTINI DAY
    BUNGA Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku. Semalam untuk pertama kalinya kami b...

Copyright © 2016 [JejakkakiKu]. Created by Meita Winarto