Kamu adalah senyum dikala aku cemberut dan manyun, karena hari yang melelahkan.
Kamu ada tawa yang berdentang, bergaung hingga ke lubuk hati yang sedang gundah gulana.
Kamu hantarkan senyum pada wajah dikala tatapan sunyi bergelayut.
Kamu adalah pelukan hangat disaat tubuh memerlukan asupan serotonin tingkat tinggi.
Kamu adalah segala ada dalam duniaku, disetiap saatku dan detik berlalu...
Terimakasih atas hadirmu dikala ada dan saat tiada pun...
...kamu terasa
Foto diambil dari sini
Saya sedang kebetulan bertugas di sebuah apartemen di bilangan selatan Jakarta. Melihat pemandangan polusi kabut mengambang di atas horison. Membuat saya ingin mengabadikannya.
Dengan kaki bergetar, saya beranikan diri pelanpelan melangkah menuju pinggir balkon. Lalu, mencoba mengambil gambar ini, kemudian saya berpikir lagi. Betapa menakjubkan pemandangan malam hari dari atas sini. Selanjutnya, dalam benak saya malah terlintas adegan film Spiderman yang sering sekali terjun dari pinggiran gedunggedung tinggi.
Saya bergidik kemudian mundur teratur, menjauh dari tepian pembatas.
Buat saya, lebih baik memiliki rumah dengan pekarangan besar dan menginjakkan kaki di Bumi pertiwi, dibandingkan tinggal dalam kotak beton besar tanpa tanah untuk berpijak.
Call me old fashioned, but that's just me.
Kamu sendiri, gimana?
Saya baru saja mengenalmu. Melalui seorang teman lama yang iseng. Kamu hadir dalam daftar pertemanan di Blackberry saya.
Seperti yang sudahsudah saya tau, teman saya itu selalu punya maksud tertentu jika mengenalkan seorang lawan jenis. Entah mengapa, kali ini saya pasrah dan tidak banyak bertanya. Mungkin karena saya juga lagi iseng meladeni keisengannya. Mungkin juga saya butuh teman baru yang bisa diajak bicara, tentang apapun.
Hadirlah, kamu.
Kamu tidak mengisi keseharian saya, tapi melalui potongan obrolan dan juga jenis musik yang kita dengar. Berbagi sedikit potongan jiwa dan hidup, sewajarnya manusia yang baru saling mengenal. Kita pun bertukar informasi. Ungkapan selamat pagi dan selamat tidur pun menjadi bagian kebiasaan kita.
Belahan bumi yang berbeda, membuat percakapan kita terbatas. Jarak sempit dalam rangkaian kalimat terbaca pada layar jendela obrolan. Memungkinkan kita untuk tetap menjaga komunikasi, walau kadang hanya beberapa kalimat tak penting.
Kangen kalian.
Kangen menulis disini.
Perasaan itu membuat saya kembali berada disini. Banyak sekali hal yang terlewatkan, banyak sekali hal yang mau dibagikan. Namun, sepertinya harus menunggu sesaat lebih lama untuk kembali mulai menulis disini. Terlalu banyak kenangan indah nan menyenangkan juga yang seru menyakitkan. Tapi, semua itu bagi saya adalah bumbu dalam hidup yang penuh dengan warna. Hanya kita yang dapat menentukan warna seperti apa yang akan membuat hidup lebih cerah. Walau barisan warna kelabu pasti akan senantiasa ada sebagai penyeimbang.
Harapan.
Entah itu palsu atau hanya mimpi belaka, namun tetap menjadi penguat semua orang yang sedang cemas akan sesuatu. Entah apapun bentuk kecemasan masingmasing dari kalian. Namun, harapan bisa membuat sejarah bahkan legenda banyak orang. Bahkan, ketika kotak Pandora terbuka pun, harapan menjadi bagian terpenting didalamnya.
Harapan menemukan kebahagiaan sejati.
Harapan menemukan secercah kehidupan di padang gersang.
Harapan menemukan jawaban atas pertanyaan dalam hidup.
Jika memang hanya itu yang mampu dilakukan, jangan pernah berhenti berharap. Karena ada saat dimana harapan memberikan jawaban terbaik dalam hidup. Percayalah!
Sekarang, pertanyaannya adalah...
...sejauh apa mampu untuk bertahan dan percaya?
Silakan dijawab sendiri...
:) hope we will have an amazing September!
Seandainya
saya tau, bahwa yang namanya berpisah dengan pujaan hati itu rasanya seperti
ini. Mungkin sudah sejak lama saya memutuskannya. Tidak perlu banyak drama dan
air mata. Tapi, memang kita tidak pernah tau apa yang seharusnya terjadi, jika
memang ada campur tangan dari yang Maha. Semuanya sudah diatur sesuai dengan
kehendakNya, hanya saja, saya berharap bahwa apapun itu rencanaNya dalam hidup
saya, seharusnya saya bisa lebih belajar untuk bersyukur. Karena, saya YAKIN semuanya
adalah baik adanya.
Sebelum
akhirnya resmi berpisah, hampir selama 3 minggu penuh saya gelisah. Banyak
pertanda yang diberikan lewat mimpi dan perasaan tidak enak. Dan semuanya
mengacu pada hubungan yang akhirnya memang harus berakhir . Hanya saja saya
sangat menyayangkan sikapnya yang tidak jantan dalam memutuskan hubungan kasih
kami. Terlalu pengecut! Padahal paling
tidak disaat terakhir saya masih tetap berharap bahwa masih ada sedikit rasa
yang tertinggal untuk kita bisa bicara secara dewasa.
Sudah lama sekali tidak pernah menangis lama sampai tertidur dan bangun dengan mata yang bengkak. Masih terasa hingga sekarang. Sudah lama juga tidak menangis tersedu didepannya, kali ini karena tidak ada kesempatan, maka saya menangis ditelepon. Rasanya sudah sampai pada titik 'tidak tahan lagi' untuk tidak menangis. Oleh sebab, itu saya menelponnya ditengah gemuruh guntur dan kilat bernyala dilangit. Menambah rasa dramatik dihati...
Sudah lama juga, tidak pernah bicara dari hati ke hati dengannya. Mungkin karena banyak perubahan yang terjadi setelah beberapa lama kami tidak lagi bersama. Rasa yang dirasa sepertinya menghilang, seperti rintik air yang tertiup angin dan menjadi cipratan air dan hanyut...
Seperti biasa sekarang aku bisa punya waktu untuk menulis disini.
Banyak hal yang mau diceritakan, tapi jika diceritakan semua sekarang, tidak akan seru lagi. Semua diawali dengan beberapa bulan lalu, dengan semangat mencari pekerjaan baru.
Setelah melalui beberapa kali kekecewaan, karena ditolak oleh perusahaan yang dilamar, maka aku pun dalam tahap pasrah. Hingga sampai pada suatu kesempatan yang cukup aneh, sebuah iklan lamaran mengenai kuda, terbaca oleh mataku.
Dan saya pun segera melamarnya, tidak cukup sehari, aku pun langsung mendapat panggilan, walau memang tempatnya jauh sekali dari rumah, tapi aku sudah jatuh cinta pada saat pertama kali datang melamar.
Hingga temanteman dikantor lama pun terkejut, karena aku resign dadakan katanya, tapi tidak dadakan juga, karena membutuhkan waktu 1 bulan pemberitahuan sebelum resign.
Sekarang, aku disini, bersama dengan para kuda dan pelatihnya!
Seru!
Terimakasih Tuhan atas berkatmu,
dan terimakasih cintaku atas dukunganmu selama ini!
YEAY!!