[JejakkakiKu]
  • Home
    • Submenu
  • About Mei
  • Business
  • Analog Mode
  • Say Hey!
Ring, ring it's you again heart pops
I loved to hear you
It's been all day I've been waiting for you
Hello, you call my name
So much stories you shared with me
You said a lot to me about girls
Oh, it's so nice
And every beauty thing they did to you
Don't stop and tell me more'


Terkadang kegiatan menunggu itu menjadi suatu hal yang mendebarkan hati. Terlebih jika yang ditunggu adalah kabar dari kekasih hati. Wahh, debarnya semakin menggebu setelah namanya terpampang pada layar telepon genggam. Banyak orang bilang, pacaran seperti itu adalah seperti halnya jaman waktu SMA atau ABG jaman dulu. Sekarang, sudah beda sekali rasanya. Meski saya tetap saja merasakan debaran itu tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang, karena rasa cinta yang mendebarkan hati itu tidak mudah dirasakan.

Hingga sekarang, setiap saat, saya selalu merasakan debar kencang di dada setiap saat namanya muncul di layar mana pun. Hahaha...boleh bilang bahwa saya norak, atau pun berlebihan. Melodramatik, itulah hubungan percintaan saya, dimana saya adalah termasuk salah satu perempuan yang percaya akan semua hal yang pernah ditonton dalam sebuah drama romantis atau komedi adalah kejadian yang pernah terjadi dalam kehidupan sebenarnya.

Oleh sebab itulah, saya mudah sekali merasa terharu akan segala hal kecil yang jarang/tidak pernah dilakukan oleh partner. Ungkapan mesra, kalimat singkat yang memerahkan pipi, bahkan sesekali ungkapan rindu yang terucap bisa membuat saya meneteskan airmata. Karena buat saya semua hal tersebut mengharukan, dan jarang sekali diperlihatkannya, sedekat apapun kita.

Loving you it hurt sometimes
I'm standing here you just don't by
I'm always there you just don't feel
Or you just don't wanna feel
Don't wanna be hurt that way It doesn't mean
I'm givin' up I wanna give you more
And more and more'


Tidak ada yang bilang mudah untuk mencintai, tanpa tersakiti. Bahkan, orang dulu pun bilang jika tidak sakit, namanya tidak bercinta.

Setiap hari , saya belajar untuk mencintainya sepenuh hati, dan sebisa hati saya memberikan cinta. Dan selalu berusaha menikmati setiap kebersamaan yang bisa saya dapatkan, seperti istilah dari negeri Irlandia sana, hiduplah seperti hari ini adalah hari terakhirmu. Jika kalimat itu terngiang, maka saya yang cemberut, cemburu atau kesal dan sebal pada semua sikapnya menjadi luluh kembali.

Mungkin ini adalah salah satu alasan mengapa dia selalu bilang, jika saya lebih mudah dihadapi, dan dia tidak pernah takut saya ngambeg, karena saya akan baik sendiri. Bisa dibilang saya selalu merasa bahwa entah sampai kapan saya bisa bersamanya, tapi setiap detik yang tercipta saya selalu bersyukur bisa bersamanya. Bahkan jika memang harus membuang ongkos lebih dari seharusnya, maka saya pernah bilang juga padanya, 'duit bisa dicari, tapi waktu bersamamu tidak akan kembali' oleh sebab itu, saya akan melakukan yang bisa saya lakukan selama saya masih bisa dan saya selalu berusaha yang terbaik dalam memenuhi keinginan itu.

Knock, knock you came around heart pops
I loved to see you
It's been two years since I'm love with you
Bum! Bum! You break my heart
You said, girl I'm in love with her
But it's all right, I'm still alive yeah' ohh'


Jika pernah melihat orang yang jatuh cinta dalam buku komik Jepang, yang digambar dengan mata berbinar dan gambar hati yang lompat dari dada. Hahaha...itulah yang saya alami setiap kali saya bertemu dengannya. Saya selalu mengharapkan melihat wajahnya penuh dengan binar yang sama dan juga senyum sejuta miliar yang diperlihatkannya. Tapi, terkadang kunjungan kejutan yang saya berikan justru malah membuat wajahnya terlihat capai. Keluh. Kadang saya merasa juga, jika kehadiran saya mengganggunya. Tapi, kadang saya lebih masa bodoh untuk yang satu ini, paling jelek adalah dicuekin sama dia. Yang penting keinginan saya untuk bisa bersamanya terpenuhi, walau tidak sepenuh hati darinya. Ini salah satu bentuk keegoisan saya.

Jika bicara mengenai rasa sakit, maka saya sudah merasakan sakit yang diluar batas kewajaran, selama bersamanya. Mungkin, jika yang lain membaca beberapa tulisan kebelakang akan tau. Karena sudah melewati ambang batas, biasanya jadi tidak wajar lagi, mungkin hati saya pun sudah kebas dengan rasa sakit. Tapi sepertinya tidak, karena setiap hari debaran itu memperbaiki dirinya sendiri, dan saya tidak membiarkannya menjadi kebas.

Dan saya akan tetap membiarkannya hidup penuh dengan segala luka karena cinta yang begitu membara disetiap kehidupan cinta penuh debar bersama saya.

And all the beauty things she did to you
Don't stop and tell me more
And when I see that smile upon your face
Deep in your eyes you had it all
And when I hear you super electrical voices'


Dan jika dia pernah bertanya mengapa saya mengetahui apa yang dia inginkan, dan tetap memaafkannya dengan segala hal yang telah dia lakukan untuk menyakiti saya...

semua itu karena cinta itu memaafkan, dan cinta itu tidak hanya memakai hati tetapi juga logika...selama hati saya masih mampu bertahan maka saya akan tetap mencintaimu apa adanya...

Te Amo :*
MWAH!

Lirik diambil dari lagu D'Cinnamon - Loving You

PS: Semoga hidupmu selalu penuh dengan segala keajaiban, gy-ku sayang...

Aku menyerah Tuhan. SEMUA kuserahkan padaMu. Apapun itu aku tau, saat Kau turut campur dalam hidup, pilihan dan keputusanMu selalu yang TERBAIK bagiku. Amin!


Petikan diatas masih menjadi status saya di FB sampai saat ini. Karena disaat saya menulis tentang tidak berhenti berharap, sekarang saya berpikir kembali. Untuk yang satu ini saya berhenti berharap, bukan berarti menyerah. Tapi, saya berpasrah diri, menyerahkan SEGALA gundah padaNya. Karena disaat darah dan daging tidak mampu lagi berbuat apapun, kita manusia hanya mampu bergantung pada kekuasaanNya.

Ini sama sekali bukan tulisan spiritual. Beneran. Serius. Saat ini saya hanya melanjutkan rasa gundah yang tak perlu, sebenarnya. Heheheh...tapi, saya bukan tipikal orang yang bisa berbohong mengenai apa yang saya rasakan. Sama orang lain saja saya akan blakblakan, apalagi sama perasaan sendiri? Kan seperti yang dibilang, bahwa cintailah dirimu terlebih dahulu, baru kamu akan mendapatkan dunia.

Tapi, belakangan ini teori tersebut saya lupakan. Saya lebih mementingkan orang lain, sampai saya masa bodoh dengan perasaan saya sendiri. Ini kebiasaan bodoh yang sering kali terjadi, dan anehnya lagi, saya dengan sadar tetap menjalaninya.

Karakter saya yang satu ini seperti pedang bermata dua, di satu sisi saya merasa bangga, bisa memiliki intuisi yang tajam dan memiliki empati yang besar terhadap orang lain, bahkan kadang kelewatan. Jadi, orang yang tidak terbiasa mendapatkan perlakuan yang saya lakukan padanya, bisa salah kaprah. Tapi, dilain sisi, jika empati yang saya rasakan sekarang adalah milik partner yang memang suka memendam perasaannya. Saya dibuatnya galau sekali. Rasanya tidak enak, jika yang dirasakan adalah sedih yang mendalam.

Partner saya sebentar lagi akan ditinggal pergi tugas oleh seseorang yang penting baginya. Tampak luar memang terlihat biasa saja, tapi apa yang saya rasakan dari seminggu yang lalu, sangatlah berbeda. Perasaan sedih yang mendalam, yang tidak bisa saya ungkapkan dengan katakata disini. Kalau perumpamaan dalam cerita Pendekar Rajawali Sakti, ada tokoh Bocah Tua Nakal, yang karena memendam kesedihan rambutnya memutih semuanya.

Saat ini, saya tidak tau bagaimana bisa bersikap, hanya mampu menahan tangis untuk sementara. Mungkin akan ada saatnya nanti bisa menangis untuknya. Airmata yang tidak mampu dia tumpahkan, saya akan mewakilinya. Karena saya bisa merasakan apa yang dia rasakan. Sangat tidak enak sekali, berapa kali pun saya berusaha menetralkan perasaan saya, tapi tidak lama perasaan tersebut kembali. Jadi, sekarang saya hanya mampu membiarkan perasaan tersebut merajai hati saya. Semoga dengan tidak menolak rasa itu, maka rasa tersebut akan melebur...

Saya berdoa dan memohon pada Tuhan, selalu yang terbaik bagi hidupnya dan dalam segala hal yang dilakukannya. Hanya itu yang selalu saya doakan, biarkan dia bisa menemukan jalan dan memutuskan hal yang dilaluinya, biar dia bisa punya mimpi yang bisa dicapainya. Semoga perubahan positif yang diperlihatnya akan terus bertahan, dan semakin bertambah positif. Saya bersyukur atas pekerjaan yang didapatkannya sebulan lalu, pekerjaan ini membuat pikirannya teralihkan. Sebelumnya disaat dia sedang stress atau ada masalah berat, dia pasti akan mencari perempuan lain sebagai pelepas stress. Tapi, sekarang dia lepaskan pada pekerjaannya, menjadikan dia sebagai pekerja yang mau semuanya beres dan sempurna. Itulah partner saya. Jika mengenai pekerjaan, dia tidak pernah setengahsetengah. Dari keadaan ini ada lebih dan kurangnya bagi saya, dia jadi lebih capai bahkan untuk ngobrol, berdiskusi, menanyakan kabar dan merasa kangen. Tapi, saya tidak akan mengeluhkan hal ini, karena saya mau dia bisa terus maju di perusahaan baru ini. KAMU BISA! Percaya itu yah, gy! :*

Saya berhenti berharap, dan berpasrah diri padaMu, ya Tuhan. Hanya Kau yang mampu mengabulkan segala permintaan dan membuat saya bertahan hingga kini. Amin.

Semoga Tuhan mengabulkan permohonan saya.

Sayang, semoga apapun yang kamu lakukan akan menjadi pilihan terbaik dalam hidup dan menjadikan hidupmu kembali penuh semangat.
Sedih. Itu yang saya rasakan dua hari ini. Karena harapan saya tidak terpenuhi. Tapi, saya bersyukur karena segera mengetahui hal tersebut tanpa harus menunggu lagi. Saya diundang untuk wawancara di sebuah perusahaan minyak. Dengan posisi menjadi Sekretaris BOD, salah satu pekerjaan idaman. Tapi, sepertinya saya tidak masuk kualifikasi. Dengan alasan bahwa saya terlalu enerjik, jadi jika berada dikantor terus akan bosan. Padahal, pekerjaan saya pun sekarang adalah pekerjaan back-office.

Sekarang ini saya sedang belajar untuk menikmati rasa kecewa itu, mencoba menelaah apa yang salah dan apa yang harus dikembangkan lagi. Partner terbaik bilang bahwa saya tidak boleh putus asa, Tuhan punya rencana lebih baik buat hidupku. Terus terang, saya bersyukur bisa mendengarkan kalimat itu dari bibirnya, saya terharu sekali. Sekaligus merasa tenang...

Sekarang saya menulis hanya untuk menangkan hati. Mencari jalan untuk melampiaskan rasa yang nanonano. Sedih juga, karena gak bisa bertemu sama partner sepanjang minggu, seperti biasanya. Entah mengapa, lagi merasa ingin dimanja saja...

Semangat!

Tenang saja, saya pasti bisa bangkit kembali, untuk sementara biarkan saya bermuram sebentar...

Selamat berakhir pekan!
Saya berharap dan tidak akan pernah berhenti. Karena harapan membuat hidup saya semangat, dan kembali berpikir positif. Seperti layaknya semua orang yang merayakan hari Kasih Sayang pada hari ini, saya juga ingin merasakannya. Tapi, partner sepertinya sudah lebih dahulu dipesan sama yang lain. Kadang saya berpikir, bahwa dalam sebuah hubungan keinginan untuk membahagiakan pasangan dan pengorbanan harus seiring sejalan. Jika tidak ada keinginan maka pengorbanan pun tidak dapat dilakukan.

Terlebih lagi, keinginan tersebut harus datang dari dalam hati. Keingingan untuk melihat wajah pasangan tersenyum bahagia, dan matanya berbinar penuh cinta pada saat diberikan kejutan. Bagi saya itu adalah sebuah momen indah dan penting dalam hidup.

Sudah sering kali, saya mengajarkan partner saya untuk bisa langsung melihat apa yang saya lakukan terhadapnya. Bagi saya terkadang mempelajari apa yang orang lakukan terhadap orang lain, jauh lebih berkesan dibandingkan belajar teorinya dan tidak pernah dipraktekkan. Karena, pada dasarnya saya orang yang romantis, saya sering memberikan kejutan pada pasangan saya. Hanya saja, pria memang suka kurang peka terhadap situasi yang seperti ini, terlebih lagi jika dia sudah ‘terbiasa’ diperlakukan seperti itu. Maka, tidak ada lagi yang spesial baginya.

Tapi, buat saya apapun yang dilakukan oleh partner, jika memang itu dari hati dan dengan niat, seculun apapun yang dikatakan dan dilakukan, saya menghargainya sepenuh hati. Mungkin, bisa terharu sampai menangis. Saya berharap suatu saat ada yang bisa membuat saya merasakan hal seperti itu.

Tulisan kali ini, saya khususkan untuk partner saya. Tentu saja, hari Kasih Sayang toh? Tapi, terus terang bukan sebuah tulisan yang romantis..hahaha…tetapi tulisan mengenai harapan. Semoga semua harapan ini dapat terkabul dikemudian hari. Amin.

Baginya, mungkin saya adalah seseorang yang selalu ada pada saat dia butuhkan saja. Seperti jika dia merasa ada yang kurang dalam hidup, baru dia mencari dimana saya. Baginya, mungkin saya adalah pengisi waktu luang yang membosankan, menjadi tidak.

Saya mengerti sekali sejak awal bahwa waktunya tidak bisa sepenuhnya diberikan pada saya, terutama pada momenmomen penting. Dia bukan seutuhnya bisa saya miliki, mungkin selama ini pun yang memberikan status secara penuh, hanya saya saja. Sedangkan, baginya status yang diberikan pada saya hanya sekedarnya. Karena, melalui ucapan dan perlakuan terkadang lebih banyak terlihat seperti sekedarnya, dibanding status yang sesungguhnya.

Saya berharap, jika dia memang suatu saat dia membaca ini, dia bisa menyadari apa yang saya harapkan darinya. Bukan, sesuatu yang besar koq, dan seringkali saya bilang pada orang bahwa saya ‘murahan’ dalam arti gampang dibuat senang. Karena, saya jarang sekali mendapat perhatian dari orang lain terutama mereka yang katanya ‘sayang’ dan ‘perhatian’. Saya berharap, dalam waktu dekat hal ini dapat terbantahkan, saya bisa mendapatkan sayang dan perhatian yang sesungguhnya dari orang yang saya harapkan, tanpa perlu lagi meminta atau memohon dan mencari perhatiannya.

Merengek atau apapun itu, sebenarnya tidak ada dalam kamus saya. Tidak pernah suka mendengar perempuan melakukan hal tersebut. Itu adalah senjata terakhir saya. Tapi, biasanya ujungujungnya saya merelakan perasaan tersebut. Tidak mau ditahan, tapi dipasrahkan.

Semoga suatu saat dia menyadari:
• jika saya juga mencintainya dengan setulus hati;
• jika saya juga pasangannya yang butuh perhatian yang sama
• jika saya juga perempuan yang bisa sedih dan ngambeg
• jika saya juga bisa marah, kesal dan cemburu
• jika saya juga ingin dia mengerti semua hal tersebut
• jika saya juga ingin sekali diajak kencan, bukan mengajak
• jika saya juga ingin sekali dicumbui
• jika saya juga ingin sekali diberikan kejutan manis
• jika saya juga ingin sekali diberikan hadiah
• jika saya juga ingin bercanda mesra tanpa gangguan
• jika saya juga ingin pergi bersamanya, jalanjalan
• jika saya juga ingin dia berkorban waktu, demi saya lebih sering
• jika saya juga ingin bertemu dengannya sesering mungkin

Tapi, biasanya jawabannya selalu ‘tidak mungkin’ atau ‘tidak bisa’ seperti yang saya bilang dari awal, bahwa keinginan dan pengorbanan darinya untuk MAU bersama saya, itu sedikit sekali. Bukan, tidak ada. Ada. Tapi, kemauan untuk mengorbankan waktunya itu yang tidak ada atau malas. *menghela napas* Karena bagi saya, tidak ada yang mustahil, selama keinginan dari dalam hati yang tulus.

Saya mengerti situasinya. Dia sudah berada dalam keadaan yang sangat nyaman. Cenderung monoton malah, menurut saya. Kemudian, saya datang dalam hidupnya. Memberikan segala macam hal yang membuat hidupnya yang teratur, jadi tidak teratur. Kemudian, dia bingung. Bagaimana ini? Apa yang harus saya lakukan? Hahah…situasi yang mungkin pernah ada dulu, tapi sekarang sudah beda bebannya.

Semoga semua harapan saya didengarnya. Kadang, ingin sekali bisa ngobrol tentang hidup, tentang hubungan kita, tentang banyak hal. Tapi, pria memang tidak peka, pulang kerja yang dicari adalah laptop lagi. Atau bermain dengan segala peralatan elektronik yang dikamar, entah nonton TV atau DVD. Selesai itu, ngantuk terus tidur. Ngobrol atau menanyakan apa yang dilakukan pasangan pun tidak. Mungkin, bicara pun tidak lebih dari 50 kata. Lagilagi, saya berusaha mengerti keadaan tersebut. Sedih kadang. Tapi, saya berusaha membiarkan dia dengan ritmenya, tanpa saya harus mengoceh dan protes padanya.

Kemudian kembali berpikir, jika gak diomongin, kapan sadarnya? Hahaha…sepertinya tidak akan. Karena, dia sendiri bilang, dia akan ingat apa yang mau dia ingat. Dan melupakan apa yang tidak perlu. Jadi, berulang kali saya omongin hal yang sama pun, jika dia sendiri tidak punya keinginan untuk merubah anggapan dirinya untuk saya, maka tidak akan pernah terjadi harapan yang saya inginkan.

Tapi, saya PERCAYA sepenuh hati, dengan doa dan kesabaran, harapan saya pasti terkabul. Karena, beberapa sudah terbukti, tidak ada hal yang mustahil dalam hidup ini, jika KAMU PERCAYA! Amin.

Bagi saya dia adalah pria yang sangat beruntung. Pria yang disayang oleh kehidupan ini. Saya hanya berharap dia menyadari hal tersebut dan belajar untuk lebih sering bersyukur. Pria yang tampan, senyum yang memesona perempuan, teman yang perhatian, pacarpacar yang mencintainya, orang tua yang harmonis, kerjaan yang bagus dan kehidupan yang luarbiasa. Semoga dia menyadari hal ini secepatnya. Karena, waktu tidak akan pernah kembali, setiap detik yang terbuang jadikanlah ucapan syukur atas karunia terindah yang sudah diberikan.

Sayang, kamu adalah pria yang luar biasa, jangan memandang rendah dirimu sendiri, dan jangan biarkan orang lain bicara sebaliknya. Aku mencintaimu hingga saat ini, walaupun…

Itu adalah bukti bahwa kamu memang luarbiasa!

Happy Fuckin'time and Vagina Day, Darling!

Te Amo :*
MWAH!


-dipesan-

Dunia elektronik jaman sekarang itu, canggih! Hanya kata itu yang mampu saya pakai untuk mengungkapkan maraknya dunia elektronik di jaman ini. Berbagai macam merk dan tipe beradu, mencoba mengambil hati para konsumen. Selain dengan barang itu sendiri, lain lagi dengan provider telepon gengggam, yang juga beramairamai bersaing, dengan promosi termurah dan paling irit.

Pusing! Jika harus mengikuti semua perkembangan bendabenda tersebut. Bagi saya, selama masih bisa dipakai untuk berkomunikasi, tidak perlu terlalu canggih atau mengikuti yang sedang trend. Karena jika setiap saat harus mengikuti perkembangan bendabenda tersebut, sepertinya bisa gila sendiri.

Saya menuliskan awal seperti ini, karena sebenarnya saya merasa kesal sekali. Dengan mereka yang tidak melek teknologi, tapi tidak melek tatakramanya. Maksudnya adalah, ada saat tertentu ketika kita menggunakan teknologi tersebut untuk bekerja, jejaring sosial atau memang hanya sekedar silaturahmi. Tapi, ada saat tertentu, kita harus sadar diri dimana kita berada dan menghentikan segala kegiatan menggunakan perangkat tersebut.

Salah satu yang membuat saya sebal adalah pengguna Blackberry yang tidak tahu tatakrama. Mereka tidak bisa menyadari dimana mereka berada, bahkan ketika berada didalam tempat ibadat pun mereka tidak bisa menghormati Tuhan mereka sendiri.


Terus terang, saya sedih sekaligus kesal. Pada saat mereka mengganggap teknologi, seharusnya mereka bisa mengetahui fungsi perangkat tersebut. Bukan hanya karena kebutuhan, dan untuk bergaya. Saya pribadi, tadinya tidak ingin memakai BB, tapi dengan alasan bisa menjangkau teman yang berada diluar negeri, maka saya pun menggunakannya.

Kembali lagi pada ocehan saya, saya hanya berharap dengan semakin canggihnya teknologi. Seharusnya kesadaran orangorang yang menggunakannya juga semakin canggih. Bukan hanya tau menggunakan sebagaimana fungsi seharusnya. Tapi, juga tau kapan harus menghentikan segala kegiatan tersebut.

Saya mengoceh karena melihat banyak sekali orang yang sedang beribadah, malah asik bermain BB. Bukan mengikuti upacara yang sedang berlangsung, malah asik mengobrol. Jika, memang bisa menggunakan BB selama hampir 24jam, mengapa tidak kau berikan waktu 1 setengah jam saja, bagi Tuhanmu. Itu pun hanya seminggu sekali. Sedangkan waktu yang kau miliki bersama BB tersebut lebih dari 1jam setiap hari.

Sadarlah kalian! FUUUHH!! *semburairsuci*

Saya berharap, bahwa semoga ditahun yang akan datang, semakin banyak orang yang bisa tersadar. Lebih banyak orang yang waras, lebih banyak pahala yang terjadi, lebih banyak kedamaian di muka bumi ini. Tapi, semua itu tidak akan terjadi jika tidak dimulai dari diri sendiri.

Oleh sebab itu, marilah kita belajar untuk lebih sadar diri

Amin


Rasanya seperti dunia kembali gelap gulita dan saya siap untuk menghadapNya. Tapi, setelah akal sehat bisa kembali bekerja sama, maka saya tidak mampu lagi merasa, dan bagaimana harus mengungkapkan rasa yang saya alami. Saya mencintainya dengan setiap degup jantung yang berdetak. Saya mencintainya dengan seluruh aliran darah yang memberi nafas kehidupan. Bagaimana mungkin dia tega melakukannya?

Tidak ada alasan yang bisa diakui dari bibirnya. Hanya jawaban tidak tau dan tidak direncanakan. Analisa saya adalah dia sedang bosan dengan hidupnya. Ingin kembali mencoba apakah dia masih bisa menjadi salah satu penakluk perempuan. Maka terjadilah hal yang diinginkan. Hanya saja yang tidak disangka, saya bisa memergokinya.

Terkadang kenyataan pahit memang harus bisa diterima. Tidak ada orang yang mampu meresapi kenyataan yang saya alami. Orang bilang saya sinting, gila dan miring. Mungkin. Selain komentar seperti itu ada juga yang menghibur. Bahwa saya tidak perlu terlalu ambil pusing hal itu.

Salah seorang teman malah berkata, "It's just sex. Nothing more. The most important thing is he still loves you. And he's not doing it with his heart. So, it's just different"


Alasan yang cukup sinting diterima oleh otak siapa pun. Bahkan bagi saya yang berusaha menyelami dunia lelaki. Kadang memang logika sinting yang bisa berpikir diluar kotak hanya bisa didapatkan dari mereka yang sudah pernah melakukan atau berada di posisi saya atau pasangan saya.

Saya YAKIN, tidak ada seorang perempuan yang bisa seperti saya. Bodoh, sinting, gila dan miring, tapi baik hati dan sangat penuh kasih :D saya hanya berusaha mencobai diri sendiri. Mengetes daya tahan sabar saya. Sampai sejauh apakah? Walau setiap kali saya selalu berusaha meminta maaf pada hati saya. Karena sudah seringkali menambah beban yang cukup berat.

Kali ini saya tidak tau lagi harus bersikap seperti apa, hanya mampu diam dan menangis. Bahkan, air mata pun sudah kering. Hanya terluka dalam yang begitu perih terasa. Terkadang apa yang terpikir bisa menjadi kenyataan, tapi jika hal seperti ini, saya tidak menginginkan hal itu terjadi. Tidak menutup kemungkinan hal yang sama akan terjadi kembali di kemudian hari. Katanya 'old habit die hard' dia pun berkata hal yang sama. Hanya menjadi dirinya sendiri.

Saya berjanji untuk tidak menyakiti hati kembali. Oleh sebab itu sebisa mungkin saya akan menenangkan diri dan berusaha untuk masa bodoh dengan hidupnya yang lain. Hanya mampu berharap bahwa jika dia tidak mampu menghargai dirinya, paling tidak dia bisa menghargai hidup orang yang menyanyanginya dengan tulus. Dengan segala resikonya, berani berbuat berarti berani bertanggung jawab. Hati saya kembali hancur kali ini, bahkan terlihat sampai ke sekujur tubuh sekarang, semuanya biru-ungu lebam. Semoga cepat hilang...

Hatiku sayang...maafkanlah aku...
Entah apa namanya, tapi perasaan itu sepertinya bisa menular. Saya gak tau apa namanya, tapi beberapa waktu lalu, pasangan saya bilang kalau dia sedang ada masalah. Yang membuat dirinya jadi ingin menarik diri lebih dahulu dari dunia. Bukan...bukan mau bunuh diri maksudnya, tapi lagi mau sendiri dengan dirinya. Entah apapun itu.

Saya tidak bisa menghiburnya seperti biasa, hanya bisa mencoba mengganggunya saja. Salah satu hal yang membuat saya penasaran adalah masalah berat seperti apa yah? Karena dia berkata, hanya untuk kali ini saja, dia tidak bisa memberitahukan pada saya masalahnya apa. Diantara rasa penasaran dan ingin tahu, saya berusaha menghargai apapun yang dia minta.

Semoga apapun itu bisa cepat terselesaikan. Pasangan yang mudah lupa dan juga cuek, sudah biasa saya hadapi. Tapi, jika ada masalah dan ditambah dengan segala karakter, maka dia menjadi seperti orang linglung. Walau dia tidak ingin menunjukkannya, dan berusaha untuk menutupi semua hal tersebut sebisa mungkin. Tapi, entah mengapa saya bisa merasakan segala gundahnya.

Kembalilah menjadi sosok yang selalu saya rindukan, sayangku. Saya akan selalu disini, disana dan dimanapun untukmu...

Cepatlah kembali ceria!

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Search this blog

ABOUT AUTHOR

This is Meita’s website and you are in a right place to get to know a little bit more about her. She is a dreamer who likes doing digital marketing and been blogging since 2003. She also loves watching TV shows, and movies. Also, passionate about the world. Graduated from the University of Indonesia majoring in Cultural Tourism, taught her a lot about how great Indonesia – country where she is from – in cultural level. Still curious about her? Find out more here ;)

come find me

Visitors

FEATURED POST

THE WORLD NOWADAYS

Nowadays, we do live in the world where sincere thank yous are rare. Where sorries and apologies are extinct. Let alone, caring for the sa...

THE MOMENTS

  • ▼  2018 (11)
    • ▼  September (1)
      • THE WORLD NOWADAYS
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2015 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2014 (10)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2012 (11)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (5)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2009 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2008 (70)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (14)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2007 (108)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (22)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  September (11)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (8)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (9)
  • ►  2006 (130)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (14)
    • ►  September (12)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (21)
    • ►  April (14)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2005 (102)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (20)
    • ►  April (16)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2004 (82)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (18)
    • ►  Februari (16)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2003 (22)
    • ►  Desember (14)
    • ►  November (7)
    • ►  Agustus (1)

FOLLOW ME @ MEITAWIN

ABOUT ME

Hanya seorang perempuan mungil yang masih terus berusaha meraih mimpi terbaik yang ditawarkan dunia. Lalu, berusaha juga untuk membangun dunia yang lebih baik dari sekarang. Entah bagaimana caranya, tetapi harus mulai dari memperbaiki diri sendiri. Menjadi manusia yang LEBIH baik hingga mempunyai rasa BANGGA terhadap diri sendiri, hingga perasaan tersebut lebur dan akan tetap tinggal tak lekang oleh waktu. Semoga [JEJAKKAKIKU] akan menjadi bagian terindah dalam kehidupan ini. Karena yang tertinggal hanya akan menghilang suatu saat nanti, namun jejak-jejak itu akan tetap membekas dibeberapa tempat yang pernah disinggahi. Meski tak terlihat dengan kasat mata.

POPULAR POSTS

  • LAMUNAN SENJA
    Sudah lama aku termenung di sisi jalan. Di kejauhan terdengar suara terompet kapal di pelabuhan dan decit burung-burung manyar. Kembali...
  • BOOK REVIEW
    Masih ada 2 buku yang tertunda, untuk dibaca. Saat ini saya masih belum mendapatkan versi buku aslinya. Hanya bisa mendapatkan dari buku ele...
  • THE KARTINI DAY
    BUNGA Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku. Semalam untuk pertama kalinya kami b...

Copyright © 2016 [JejakkakiKu]. Created by Meita Winarto