Pada saat saya gembira, selalu ada yang bisa dibagikan keceriaan,
Pada saat ego membumbung butuh pujian, selalu aja ada yang memuji…
Pada saat butuh di’omelin’ , pasti ada ajah kejadian yang memang mengingatkan diri.
But you’ve captured my heart
And its hard for me to let go
As if you’re already there my whole life
Seize it forever and let me melt with yours
[MW, September 26, 2006. 11:56]
Jangan marah
Kalau kubilang
Kau bukan segalanya
Karena memang itu adanya
Kau bukan segalanya
Kau itu satu-satu nya
Karena segalanya pun
Tak bisa gantikan mu..
Noa, 2004
It's the moment when everything just stopped
That is when I first saw you
The smile that can make the blue mood gone,
The laugh that can make the pain go away,
The moment that I missed the most
Just to see you smile and hear you laugh again
Until that day arrived I really want you to dream everyday
[MW, October 2, 2006, 14.47]
Jika sudah tidak ada lagi langit dan hanya ada kegelapan
kita pasti tetap bisa bertemu karena hati yang bercahaya menuntun kita
[MW, 29 September 2006]
There’s always a dilemma inside of me. Something that I know that I shouldn’t bother about. But I just can’t help it. It happens. Probably the world outside wouldn’t notice that, but I can feel what’s going on inside of me.
Too many love will kill you, someone said, but I guess its not always love. Too much thinking will too. That’s what I’ve been doing lately, I hope it is because of my awareness increasing, that made me feel this way. If not then it's my stupidity. :D
Lately I can feel the jealousy, being ignored or anger inside of me and I realize it. One says that if you can actually feel that consciously means your awareness is increasing. I really do hope so. I know those are the negative feelings that I shouldn’t feel, but sometimes we just can’t help it. Those feelings just emerge. We just have to realize about those feelings when they come out and try NOT to prolong the process, 'cause when you do that you’re feeding your ego, which is not really yourself.
I’m still learning not to feed my ego very often, at least when the ego emerge and try to take the lead, one just have to let the awareness appear too, 'cause when the awareness appear, whatever the ego try on you, it will reduce it’s power.
You can’t change your past, but you can change present moment before it's gone. I can repeat it again in my heart and still I have this bitter feeling inside of me. Not that I’m ungrateful or what, its just one of those moment in life, when you really want something BIG happen and shake your world, big time!
I wish I could just stare at those past moments that I keep carrying behind my back, after all this time. I just have to shrug ‘em away now. It’s been months since the last time we said goodbye. There’s no fight. No nothing. It’s just us trying to find our separated ways.
It still hurts, until this very day, I feel like I’m chasing ghost for the past months. I don’t think one even deserve to be chase by me, but I realize this is something that I have to face now. I have to admit my feelings toward 'the ghost'. No matter how bad I feel pity and stupid about myself, at least I admit it.
This is one of those embarrassing moment in one’s life, I know. I really need to let go all the things that I keep, so I can let all the burden out. I don’t want to carry these again, after all this time. I’m tired of everything already.
I need to let go of the past, IT IS PAST!
I want you to understand, my dear self. I’m sorry, if this sound to harsh but you DO need to learn to let go what I said it's behind, already. Try to reminisce everything NOT going to bring one's back. You just have to face it now. ‘Cause you’re not living in the past, you’re breathing NOW. Be glad, be happy and keep in mind that someone BETTER and AWESOME is out there, looking for you. One's not going to find you, if you’re still lingering here in the past.
So, would you like to come out and play with me at the presence moment?
:)
*fiuhh lega! :D
Saya tidak pernah tau darimana asal muasalnya orang bisa mendua. Saya sudah berusaha mencari referensi dari dunia maya ini, tapi tidak ada yang pas. Jadi saya bertaruh dengan bercerita ala kadarnya…
Ternyata memang saya tidak perlu khawatir, karena hanya dalam satu hari, Inem sudah kembali memberitahukan saya bahwa dia sudah memiliki nomor sementara. Saya hanya tersenyum, dan melayangkan pikir.
[bersambung karna mau hujanhujanan….]
Tidak beberapa lama, telepon baru itu dia keluarkan, baru saja dia separo bercerita. Tibatiba telepon dalam genggamannya berdering, melihat muka sumringahnya, saya tau dari siapa :)Setelah itu, saya pamit. Kembali melihat kericuhan dunia diluar.
Sambil kembali berpikir, mungkinkah Inem memikirkan perasaan istri dan anak orang itu? Pada saat dia menerima semua ajakan dan barang pemberian tersebut..
Sepertinya mendung mulai bergayut di ufuk timur, debu kembali bertebaran dan saya hanya menikmati perjalanan pulang ke rumah.
Terus terang saya belum pernah bertemu dengan teman yang memiliki talenta yang akan saya bicarakan ini, sebuah ‘penyakit’ yang bagi beberapa orang mungkin merupakan anugrah tersendiri. Karena dengan memiliki ‘penyakit’ ini, mereka bisa menciptakan dunia mereka sendiri.
Hahaha…pada binun *udah pegangan?* :D
Saya ingin membicarakan tentang mereka yang mengidap ‘penyakit’ yang dapat mengubah suara dan tulisan menjadi warna di dunia yang mereka punya, dan hanya mereka yang bisa melihat itu. Mereka adalah orang yang memiliki ‘penyakit’ bernama synesthesia.
Sudah lama sebenarnya saya ingin menuliskan tentang hal ini, tapi karena topiknya bagi saya lumayan berat, jadi saya tunda lagi dan lagi. Hingga kemaren atas ‘desakan’ seorang teman *liriklirik may* jadilah saya menuliskan ini.
Orang yang mengidap ‘penyakit’ ini pada awalnya tidak dapat menyadari kalau mereka sebenarnya ‘beda’ dengan sebagian dari kita. Tapi lama kelamaan mereka akan menyadari bahwa apa yang mereka lihat itu tidak sama dengan yang kita lihat. Seperti halnya tes buta warna *lagilagi tanya may deh soal ini* yang dilakukan oleh beberapa orang agar dapat mengetahui sapapun orang yang akan bekerja di perusahaan tersebut tidak buta warna. Demikian juga test yang dilakukan untuk mengetahui apakah Anda terjangkit penyakit ini atau tidak, jika ada sebuah gambar kotak yang berisi angka 2 dan 5 ditaruh tak beraturan dengan huruf warna hitam dan mereka diminta untuk memisahkan angka 2 dan 5, dengan mudah mereka dapat membedakan angka 2 dan 5, karena dalam kepala mereka angka 2 dan 5 memiliki warna yang berbeda.
Entah kenapa, sepertinya menarik juga jika bisa berkenalan dengan salah satu dari mereka yah? Selain Grapheme-color synesthesia, masih ada lagi beberapa tipe dari penyakit ini. Yang paling membuat saya tersenyum adalah Ordinal Linguistic Personification, mereka yang synesthetic akan mengasosiasikan huruf, angka, bulan dan hari dengan karakterkarakter yang dimiliki oleh manusia. Misalnya pada saat mereka melihat huruf U mereka akan mengasosiasikan huruf itu dengan jujur, atau angka 5 dengan cinta. Hehehe...keren yah!
Lain lagi dengan yang namanya Lexical-gustatory synesthesia adalah yang paling langka, tapi tidak menutup kemungkinan ada yang mengidapnya. Karena menurut penelitian diantara 23 orang 1 diantaranya pasti bisa mengidap synesthesia. Lexical merupakan synesthesia yang bisa mempengaruhi daya kecap orang yang mengidapnya, misalnya dia mengasosiasikan piano dengan rasa tertentu maka setiap kali dia mendengar orang berkata piano dia akan merasakan sesuatu itu di lidahnya.
Buat yang lagi iseng dan ingin baca dengan lengkap silakan baca dengan tenang di SYNESTHESIA. Sehingga bisa kita berbagi info, mungkin saja saya membacanya tidak terlalu konsentrasi atau juga karena terlalu semangat jadi ada yang terlewatkan.
Mungkin ada diantara temanteman yang memiliki teman atau mungkin Anda sendiri memiliki 'karunia' ini? Jangan malu untuk berbagi yah!? :) Kita diciptakan dengan segala keunikan masingmasing, terimalah ini sebagai salah satu dari anugerah terindah yang tidak dimiliki oleh banyak orang, dan BERBANGGALAH!
and this one for you readers, don't be too serious reading this one :)
Eckhart Tolle
Saya terdiam pada saat tulisan itu dicerna oleh mata dan disambungkan ke otak saya lalu turun ke hati. Tidak lagi saya lanjutkan membaca, tapi saya mencari stabillo agar saya dapat memberi tanda pada kalimat yang membuat saya terperangah mencernanya.
Kalimat itu cukup sederhana, tapi terasa hingga kedalaman hati yang terdalam. Terasa seperti tertampar dengan cukup kencang, hingga jantung saya berdegup tidak karuan. Seperti perasaan sumringah pada saat dijemput oleh seseorang yang disayang, seperti mendengar bisikan mesra dari orang terkasih, rasanya seperti pada saat mencapai puncak orgasme. Pernahkah Anda alami? Jika belum pernah, silakan mencoba. Maka Anda akan tau apa yang sedang saya alami. :)
Sebuah buku yang luarbiasa inspiratif bercerita tentang sebuah dunia baru yang penuh dengan pelajaran tentang bagaimana caranya hidup didunia ini tanpa mendahulukan ego. Bisakah? *Kapankapan akan saya ceritakan soal buku ini*
Pada sebuah kesempatan saya sempat bertanya pada seorang teman,
‘mungkinkah kamu menjalani hidup ini tanpa menggunakan ego-mu?’
‘ha?’
Itu reaksi pertama yang saya dapatkan, lalu saya kembali mengulang pertanyaan itu agar dapat dia cerna dengan baik. Tidak beberapa lama dia menjawab,
‘kayaknya cuma manusia setengah dewa atau dewa deh yang bisa keq gitu’
Saya hanya tersenyum mendapatkan jawaban itu.
Ternyata memang banyak orang yang masih belum bisa menyadari potensi diri mereka sendiri. Padahal kalau saja sebagian dari kita mau sedikit berjalan dengan santai, berbagai pemandangan indah dan kejadian menarik terpampang dihadapan kita loh! Selama ini, sepertinya banyak orang yang tidak sadar dengan keadaan sekitar yang sebenarnya begitu indah, hanya karena sibuk berlari maka tidak pernah lagi melihat pemandangan tersebut. Bahkan untuk sekedar menikmati udara yang terhirup *walau debu bertebaran* pun sudah tidak mampu lagi.
Sama seperti halnya dengan berbuat baik. Sudah sangat wajar jika berbuat baik semakin jarang terasa dan terjadi ditempat Anda berada, terutama di kota ini. Kota yang kata sebagian orang yang hidup didalamnya terasa begitu kejam dan menyakitkan. Kota yang semakin sumpek dan egois. *maafkan saya, Jakarta!* Marahkah Anda? Jika saya katakan bahwa semua hal tersebut terjadi karena perbuatan Anda? Semua itu terjadi akibat dari masa bodoh, tidak perduli dan egoisme Anda yang menjadikan kota dan dunia kita seperti sekarang ini? Semoga tidak. :)
Karena memang itulah kenyataan yang terjadi.
Jujurlah pada diri sendiri sekarang, pejamkan mata dan lihat kedalaman hati Anda, dan tanyakan;
Berbuat baik dengan tulus tanpa pamrih dan ikut campur tangan ego. Saya ulang, berbuat baik dengan tulus tanpa pamrih dan ikut campur tangan ego. Sepertinya gampang yah? Semudah menuliskannya dan membacanya. Tapi, cobain deh :D
Coba untuk dipraktekkan, pertama dalam rumah dengan melakukan sesuatu hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Misalnya dengan makan satu meja makan dengan seluruh keluarga. Bercengkrama mesra dengan anak, istri dan suami di ruang keluarga. Memberikan pelukan atau kecupan di kening pada ayah atau ibu sebelum pergi beraktivitas. Semua itu adalah bagian dari berbuat baik yang terasa dihati. Mungkin akan aneh pada pertama kali melakukannya, tapi semua hal di dunia ini perlu latihan agar semakin terbiasa. Ya kan?
Percayalah, pada saat kita berusaha merubah diri kita secara sadar demi kebaikan orang lain, maka seluruh dunia disekeliling kita akan berubah karenanya.
Maukah Anda membuat dunia ini menjadi LEBIH baik?
Maukah Anda berhenti sejenak dan melihat sekeliling?
Maukah Anda bergandeng tangan memberikan yang TERBAIK bagi dunia?
Maukah Anda menanamkan benih kebaikan pada generasi yang akan datang?
Sehingga dapat kita ceritakan pada mereka nanti dunia indah yang sudah kita ciptakan bagi mereka.
Mau yah? :)
Saya tutup tulisan yang *bagi saya* cukup emosional ini dengan kalimat dari Kahlil Gibran yang disarikan oleh Paolo Coelho, katanya:
…And know that a friend is not by your side to help you kill the time, but rather to help you enjoy life in all its fullness…
Search this blog
ABOUT AUTHOR
Visitors
FEATURED POST
THE WORLD NOWADAYS
Nowadays, we do live in the world where sincere thank yous are rare. Where sorries and apologies are extinct. Let alone, caring for the sa...



