[JejakkakiKu]
  • Home
    • Submenu
  • About Mei
  • Business
  • Analog Mode
  • Say Hey!
Saat saya menuliskan ini, rasanya seperti baru tersadar dari mimpi buruk. Saat terbangun dari kenyataan, bahwa apa yang selama ini saya alami adalah mimpi belaka. Rasanya, tidak dapat diterima sama sekali oleh akal sehat saya. Sudah berulang kali mencoba untuk menarik napas, agar beban hati dan pikiran tidak terlalu penuh, oleh rasa yang aneh ini. Tapi, tetap tidak bisa. Hanya dengan menuliskan ini, dan menuangkannya disini, mungkin bisa sedikit mengurangi beban hati.

Semuanya hanya garagara, artikel yang tidak perlu dibaca, sebenarnya. Namun, entah mengapa, akhirnya memang harus dibaca juga, mungkin agar saya bisa memastikan lagi, perasaan yang selama ini menggantung. Sudah ada pertanda, namun selalu dianggap tiada, karena masih belum mau menerima kenyataan.

Nuf said!

Sudah tau, kirakira saya bicara tentang apa? Ya masalah hati lah! Masa perlu diperjelas lagi sih?
Terus terang, saya merasa saya sudah jatuh cinta dengannya, bertahun lalu. Namun, karena masalah dengan jarak, maka dirasa tidak perlu untuk diperpanjang. Kemudian, sejak tahun lalu, entah mengapa kami jadi 'dekat' kembali, dengan adanya perangkat komunikasi yang sudah semakin canggih sekarang ini, jadinya lebih mudah untuk berkomunikasi. Akan tetapi, karena ini pula saya akhirnya semakin sadar, bahwa saya tidak ada dalam 'hidupnya', saya hanya sebagai pengagum no.1 bagi dirinya.

Tidak ada lagi kata yang perlu diucapkan. Saat aku menatap matamu, yang sedang bersimpuh dihadapanku. Semua impian perempuan didunia ini, sekarang sedang terjadi dalam hidupku.

Namun, entah mengapa, hatiku semakin tidak karuan. Aku hanya mampu untuk menahan napas seketika, kemudian berpikir apa yang harus aku lakukan? Akan tetapi, kamu sudah terlanjur menjejakkan lututmu, dan memendamnya dalam pasir putih.

Berbagai macam pikiran berputar dalam kepalaku. Otak yang tadinya cukup kreatif, seakan bekerjasama dengan alam bawah sadar untuk tidak berpikir bodoh. Banyak sekali peristiwa dalam film yang sudah pernah ditonton, dapat dipraktekkan dalam situasi seperti sekarang ini. namun rasanya semua hal tersebut tidak pas.

Dia masih belum berkata apapun, karena melihat reaksiku..

"April, maukah..."

Seiring waktu dan hari berlalu, setiap saat. Saya mulai mengingat kembali perjalanan waktu. Tahun 2013, sebentar lagi akan lewat. Banyak sekali pengalaman yang bisa diceritakan, hanya saja merangkum perjalanan setahun, rasanya membutuhkan banyak kenangan yang harus digali kembali. Sementara ini, sedang saya coba cuplikan sedikit demi sedikit. 


Keinginan menulis itu seharusnya memang setiap hari dilatih, tapi karena kesibukan akan pekerjaan, rasanya semua waktu sudah tersita. Padahal, jika kita bisa janji sama diri sendiri meluangkan waktu, rasanya bisa saja. Banyak hal yang bisa dijadikan bahan tulisan setiap hari, mulai dari hal yang kecil, sampai curhat itu sendiri, seperti yang sedang saya lakukan sekarang.

Mau curhat, disini.

Pada dasarnya saya suka sekali jalan-jalan. Intinya menikmati proses perjalanan mencapai tempat yang dituju. Kemana pun, dimana pun.

Kemarin, saya bertemu dengan seorang teman lama. Secara kebetulan memang dia ada perlu untuk datang ke Jakarta, karena mengambil tiket konser. Karena, setelah sekian lama tidak bertemu, maka saya mencoba untuk mencari waktu bertemu dengan dia. Maka, janjianlah kami bertemu di Wisma Kodel, Kuningan,Jakarta. Dua tahun, berlalu. Perubahan pun terjadi, banyak hal yang pastinya bisa dijadikan pembahasan (baca: gossip)

Sebelum memulai perjalanan, dipastikan tentunya kita makan dulu! Maka, mampirlah kami ke Setiabudi One yang hanya beberapa gedung dari Wisma Kodel. Kebetulan ada satu tempat makan baru yang menawarkan paket beli satu gratis satu, pada jam 3-5 sore. Sehingga, kita mencoba untuk makan disitu, dan juga bungkus bawa pulang! Yeehaa...ada bekal buat perjalanan :D

Pembicaraan dimulai, dengan komentar soal paket roti lapis yang semakin pas untuk porsi orang Indonesia demikian juga dari segi harga yang ditawarkan, sepertinya sedikit lebih ekonomis, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Mengingat, perjalanan yang cukup panjang untuk teman saya kembali ke rumah, maka kita harus menyudahi sesi pertama obrolan, yang akan dilanjutkan sepanjang perjalanan sepertinya. Karena, saya juga sedang dalam mood untuk jalan-jalan, maka saya ikut bersamanya berjalan ke arah Selatan. Obrolan berlanjut, hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengantar dan main sampai ke rumahnya.
People will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel. - Maya Angelou

November 2011

Musim hujan telah tiba. Setiap kali selalu mengingatkan akan dirinya. Hujan, selalu menjadi topik dari setiap perbincangan kita. Entah wangi alam sebelum hujan datang, atau jalan yang basah hingga kilat dan guntur yang menari diangkasa. Hal-hal itu selalu menjadi perbincangan yang tidak pernah habis.

Tapi, musim hujan kali ini datang dengan suasana yang berbeda.

April tidak sadar dia sudah berdiri cukup lama ditepi jalan itu. Melihat tetesan hujan yang tak kunjung reda. Beberapa angkutan umum sudah berganti pengemudi menawarkan untuk mengantarkannya ke tempat tujuan. Tapi, rasanya kaki malas sekali untuk melangkah, atau mungkin hati yang masih ingin menunggu.

Menghela napas panjang.

Isadora April, ayo semangatlah! Kamu pasti bisa bangkit kembali…

Selamat Natal 2012 buat kita semua yang merayakan meriahnya pesta kelahiran Tuhan Yesus di dunia!

Banyak sekali pro dan kontra dari agama lain dalam hal silaturahmi ucapan selamat. Jika memang dalam bersosialisasi beragama pun harus diatur, kenapa tidak sekalian saja atur hidup sekian banyak orang dengan jadwal yang tidak haram.

Terkadang saya heran dengan peraturan yang notabene dikeluarkan mengatasnamakan Tuhan, dan harus dipatuhi oleh mereka yang percaya dan memeluk agama tertentu. Bukankah semua agama mengajarkan hal yang baik? Jika memang hati penganutnya  merasa hal itu baik dilakukan, mengapa takut? Toh pada akhirnya juga bukan manusia yang akan menghakimi. Jika memang percaya masih ada dunia penghakiman setelah kita meninggal, biarkanlah dunia penghakiman yang akan menilai bagaimana hidup kita didunia ini, nantinya. Bukan malah sekarang serba sok ini dan sok itu.



Astrid menatap nanar layar monitor dihadapannya. Degup jantung berdebar lebih kencang dari biasanya dan mulai tidak beraturan. Demikian juga dengan perasaan yang dirasakannya saat ini, kesal, lega dan sebal. Kesal karena lagilagi Matt menipunya. Lega karena segala mimpi tentang dia dan si binal, terbukti. Sebal karena masih tetap ingin bersamanya hingga sekarang.

Peristiwa yang terjadi dua bulan lalu. Pada saat mereka sedang perang dingin.

Bitch (6/28/2010 8:24:27 AM): Cin, aku mau klarifikasi
Matt (6/28/2010 8:24:36 AM): klarifikasi apa?
Bitch (6/28/2010 8:24:56 AM): hari terakhir kita 4x yah?
Matt (6/28/2010 8:25:02 AM): 4x?
Bitch (6/28/2010 8:25:04 AM): Tol
Matt(6/28/2010 8:25:14 AM): 3x koq
Bitch (6/28/2010 8:25:19 AM): Pas baru sampe
Matt(6/28/2010 8:25:22 AM): di tol, sampe trus subuh
Bitch (6/28/2010 8:25:24 AM): waktu mau bobo
Bitch (6/28/2010 8:25:33 AM): trus mnjlang pagi kan?
Matt (6/28/2010 8:25:40 AM): mau bobo kan ga sampe selesai heheheh

Bagaimana mungkin ada orang setega ini pada pasangannya yah? Jika memang banyak pikiran negatif yang bergumul dalam kepala ini, mungkin itulah tanda bahaya yang diberikan oleh hati sebenarnya. Tapi, terkadang memang susah untuk mau mendengarkan kata hati sendiri.

Matt (6/28/2010 3:14:58 PM): ngomong2 kmu pake pil atau kontrasepsi lain ga sih?
Matt(6/28/2010 3:15:03 PM): aku lupa nanya
Bitch(6/28/2010 3:15:10 PM): Ga pake apa2
Matt (6/28/2010 3:15:18 PM): nanti klo jadi junior gimana?
Matt (6/28/2010 3:15:20 PM): terakhir mens kapan?
Bitch(6/28/2010 3:16:15 PM): Cin, aq nggak tahu cara hitung masa subur
Matt (6/28/2010 3:16:27 PM): hehehehe
Matt(6/28/2010 3:17:57 PM): it’s around 14-20days after your period
Bitch (6/28/2010 3:20:22 PM): Wahhh
Bitch (6/28/2010 3:23:45 PM): pas dong klo gitu?
Matt (6/28/2010 3:24:21 PM): aku lupa nanya
Matt (6/28/2010 3:25:46 PM): main keluarin didalem aja saking enaknya *blush

Dari awal Astrid sudah pernah bilang sama Matt, kalau dia tidak bisa menipunya. Pasti ketauan. Saat itu, Matt pun bilang bahwa tidak ada lagi yang perlu disembunyikan dari Astrid. Mungkin, yang menjadi pemikirannya saat itu, tidak mungkin hubungan ini akhirnya akan mempunyai status yang jelas. Bukan status tempelan yang biasa digunakan. HTS atau TTM, misalnya.

Bukti yang terpampang dihadapannya membuat Astrid terdiam. Tidak mampu berbuat apaapa. Itu sudah terjadi, dan entah mengapa hanya kelegaan yang dirasakan saat ini. Bahwa, memang apa yang dimimpikan begitu jelas terlihat, keduanya bercinta bagaikan binatang didalam mobil mesum itu. Kenyataan kedua yang lebih tidak bisa diterima adalah, bahwa benar Matt pernah mengundang perempuan lain tidur di ranjang cinta mereka. Hal ini lebih menyakitkan dibanding mengetahui tentang pergumulan mereka.

Padahal pertanyaan pun pernah terlontar. Memang Matt selalu menjawab pertanyaan Astrid dengan jawaban tidak langsung. Tidak pernah ada jawaban langsung yang didapat, jika memang menyangkut hubungan antar pribadi mereka. Entah mengapa. Tapi, semakin tidak menjawab langsung. Maka Astrid pun semakin yakin, bahwa memang ada yang disembunyikan oleh pria itu.

Saat ini, Astrid hanya mampu merenung dan kontemplasi kembali. Dia memang sudah tau, pria seperti apa yang dipacarinya. Dan semua pengalamannya dengan kaum perempuan. Tapi, saat dia tidak jujur itu lebih menyakitkan. Memang, tidak akan ada orang yang jujur pada saat ditanya dia selingkuh atau tidak. Namun, mengetahui hal ini, secara tidak langsung juga membuatnya lega. Seperti mengatakan You’re busted, man!

Bodoh memang! Masih mencoba untuk menjalin hubungan dengan pria yang lebih menyukai perempuan yang sudah punya pasangan untuk digoda. Atau lebih menyukai tantangan dengan menggaet perempuan lain lewat forum dunia maya. Hingga sekarang, jika pria berkata tidak bisa mengerti perempuan. Maka, Astrid hingga sekarang pun tidak bisa mengerti dunia pria yang satu itu. Bagaimana mungkin bisa mendapat kepuasan bermain dengan perempuan bayaran?

Padahal si binal yang bermain bersama Matt, adalah cerita dari masa lalu, yang kembali terulang. Tapi, memang dasar keduanya memang harus digaruk, biar gak gatel lagi. Bagaimana mungkin, dia bermain tanpa pelindung sama sekali? Tidak pernahkah terpikir dikepalanya bahwa dia juga bisa menulari penyakit? Perempuan itu jelas sudah punya pria lain, dan Matt juga. Tidakkah dia bisa berpikir akan menulari Astrid juga?

Astrid juga bukan tutup mata dengan kebutuhan ragawi Matt yang satu itu. Tapi, tetap saja, bagaimanapun dia melayani Matt, jika pria sudah bosan. Maka, akan selalu ada perempuan lain dalam hidupnya. Jika, memang ini kesalahan dari Astrid maka Matt juga salah. Karena mereka jarang sekali berkomunikasi. Semua perlu variasi dalam hidup. Tapi, jika memang harus ada perempuan lain. Astrid pun pernah berkata pada Matt, lepaskan dia lebih dahulu dari status pacar. Maka, dengan senang hati dia akan pergi mengganggu hidup Matt.

Entah mengapa, Matt tidak pernah mau berkata seperti itu. Dia, lebih memilih Astrid yang memutuskan hal tersebut. Memang, monster yang licik yang patut diacungi jempol. Banyak teman pria yang salut padanya, dan mau belajar darinya. Mungkin, suatu saat dia bisa membuka kursus membohongi pasangan, dengan berbagai cara…
Hingga detik ini, saya tidak pernah mengerti dengan mereka yang bisa berbangga dengan reputasi sebagai player. rolleyes Mereka yang dengan mudah bermain dengan perasaan orang lain. Bagi saya itu adalah sesuatu yang tidak adil. Bagaimana mungkin ada orang lain yang memainkan hati orang lain dengan seenaknya? Jika jawabannya adalah 'orang lain itu mau koq dimainin', rasanya itu adalah alasan bela diri yang bodoh sekali. Memang terkadang bisa masuk di logika. Tapi tidak masuk di akal sehat. Karena hal yang dilakukan pun tentunya tidak pakai akal sehat, apalagi hati yah?

Seperti halnya lelaki dan perempuan. Salah satu diantara jenis mahkluk ini PASTI pernah menyakiti satu dan lainnya, dalam konteks menjadi player, tentunya. Hmmm…apa istilah yang enak dipakai yah? Saya tidak dapat menemukan bahasa Indonesia yang enak untuk dipakai untuk menggambarkan sifat yang satu ini. Karena playboy dan playgirl pun bukan bahasa sendiri. Memakai terjemahan kata pemain, nanti dikira bicara tentang pemain bulutangkis, basket atau apapun kegiatan yang memakai kata pemain didalamnya.

Jadi saya tetapkan saja istilah player akan menjadi kata yang saya pakai untuk tulisan ini. Harap maklum. Tapi jika dapat membantu mencari padanan kata lain yang lebih dramatis untuk bisa menceritakan tentang hal ini. Saya sangat berterimakasih sekali.

Kenapa yah? Selalu ada persaingan dalam hidup ini? Apakah itu yang membuat hidup jadi lebih hidup? Mungkin. Saya setuju akan adanya persaingan dalam hidup jika memang untuk memacu hidup menjadi LEBIH berarti dari sebelumnya. Mas Arief menulis sesuatu yang membuat banyak orang jadi berpikir untuk bisa mendekatkan diri pada Yang Kuasa. Semua hal seperti itu memang ada saatnya dalam hidup. Saya berkomentar, bahwa hal seperti itu harus ada dalam hidup seseorang. Agar terjadi keseimbangan dalam jiwa dan raga. Katakata itu tertulis begitu saja, tanpa ada maksud menggurui atau menasehati. Tapi, setelah dibaca ulang tulisan dan komentarnya, saya kembali berpikir, koq bisa pas yah?

Hmm..terkadang memang pada saat menulis, secara tidak sadar kita berada dalam sebuah alam tersendiri yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain. Justru pada saat itulah semua kata tertuang dan menjadi sebuah rangkaian aksara indah.

Persaingan yang merebutkan seorang perempuan adalah salah satu hal aneh. Yang membuat saya tidak habis pikir. Apa yang membuat para lelaki itu bisa adu urat dan darah dalam memperebutkan seorang perempuan? Apakah ego yang terpuaskan itu bisa membahagiakan hidup selanjutnya? Hubungan selanjutnya? Apakah darah yang tumpah bisa menyenangkan? Apakah balas dendam itu indah?

Keluh

Saya tidak pernah mengerti sama sekali sisi yang satu ini. Entah dari lelaki atau perempuan. Bagi saya lebih baik mundur teratur dan berpikir yang terbaik bagi kebahagiaan orang lain. Saya hadir di dunia ini salah satunya adalah untuk membahagiakan orang lain. Tapi, dengan membahagiakan diri sendiri lebih dulu tentunya. Jika diri sendiri saja tidak bahagia, bagaimana bisa menularkan rasa bahagia pada orang lain?

Bohong. Jika ada yang bilang ‘aku hanya ingin kamu bahagia’ tapi orang yang berkata seperti itu malah tidak bahagia. Itu bukan bahagia namanya.

Suatu malam diantara kepulan asap rokok dan obrolan antar teman yang sedang gundah. Saya teringat ucapan seorang teman, bahwa dalam sebuah hubungan itu tidak ada yang namanya take and give. Yang ada hanya memberi, only to give. Jika pada saat kau merasa harus meminta kembali apa yang kau berikan. Itu bukan lagi sayang atau kasih. Namun, pamrih.

Untuk sesaat teman saya terbengong dan meminta saya mengulangi lagi teori itu.

Semoga teman saya bisa menghayati dan menerima apapun yang kami obrolkan malam itu. Karena saya juga belajar banyak mendengarkan orang bicara, sekali lagi. Walau saya sudah dilarang untuk tidak mendengarkan curhat yang negatif, karena akan menguras energi. Tapi, saya tidak dapat menolak yang namanya obrolan antar teman. Hanya saja, pada saat kita merasa luar biasa bahagia maka tidak akan ada energi negatif yang dapat menguras yang kita rasakan. Malah kita akan membuat nyaman orang di sekeliling kita.

Ini adalah ocehan yang tertahan sejak minggu lalu. Di antara kesibukan yang mendadak. Dengan adanya acara SUPER SPECIAL di seluruh METRO DEPARTEMEN STORE sepanjang akhir minggu kemarin, membuat saya harus bekerja tanpa libur hingga hari ini. sad

Sepertinya saya memang harus cuti. Temanteman ada yang berencana pergi ke Yogya dalam waktu dekat, sebelum mereka masuk kuliah. Lucu juga mungkin berangkat bersama para ABG ke Yogya. biggrin Waktu yang diminta oleh mereka sepertinya tidak memungkinkan saya untuk berangkat. Tapi, jika kepala dan hati sudah tidak dapat lagi di ajak kompromi. Sepertinya bagaimana pun saya HARUS liburan. lol

Dan satu hal yang paling mudah untuk mengusir penat ini sebenarnya adalah menulis SEPUASNYA, hingga mandi peluh dan tulang jemari berderik kaku!

ATAU

Bercinta SEPUASNYA hingga peluh mengucur dan tulang berderik kaku...

Ugh!

Seandainya saja…redface

[1 Juli 2008]

Mimpi yang tercipta dalam benak, memang tidak mudah untuk pungkiri hati. Demikian juga dengan kenyataan yang mengoyak mimpi indah. Jangan lagi berteriak dalam mimpi, jika memang nyata adanya. Jangan lagi mengurai airmata dalam kenyataan. Simpan saja isak itu. Tersenyumlah menanti hari. Songsong kilau matahari pagi dan senja yang senantiasa setia.

Perempuan hanya memiliki isak untuk ditabung. Entah untuk masa depan atau masa sekarang. Tapi, kantung air mata senantiasa tidak pernah penuh. Apabila sudah saatnya, maka akan membanjir , melimpah, disertai isak dan nafas tak teratur menarik oksigen.

Ada yang pernah berkata, hidup tak ada yang sempurna.
Ada yang mengangguk, setuju.
Ada yang menggeleng, tidak setuju.

Dipihak yang manakah kau memilih?

Perempuan hanya termenung. Pikirannya melayang, pada jawabanjawaban yang hanya dapat dijawab oleh hati. Hati yang sedang merindukan bulan dan purnama. Hati yang sedang bergetar karena kecemasan akan gairah rindu.

Sempurnanya hidup hanya dapat ditentukan, dirasakan dan disentuh olehmu. Bukan oleh orang lain. Mereka, siapapun itu, tidak dapat menentukan kebahagiaan hidupmu. Hanya kau yang mampu menjalani dan menentukan semuanya. Pikir perempuan itu.

Kemudian pikirannya kembali berloncatan. Meninggalkan ruang waktu yang terjamah manusia. Pikiranpikiran tidak normal kembali hinggap mengguncang batin. Bukan, bukan pikiran negatif. Hanya saja sesuatu yang membuat perempuan kembali berpikir dan menyunggingkan senyumnya...

AKHIRNYA!

Senyum yang terkulum begitu manis. Akh…pemandangan yang hanya lewat sekian detik itu, memang tak pernah tergantikan!

Dan Pria pun mengambil nafas panjang...

Wahai Pria, maukah kau mendengarkan ceritaku? Cerita yang tidak masuk akal, mungkin. Tapi kau mau kan mendengarkanku? Dia tersenyum mendengarkan permintaan anehku.

Taukah kau, Pria? Bahwa ada batu yang bisa menangis? Iya. Batu menangis. Aku juga tak tau tadinya, ada batu yang bisa menangis. Tapi tadi malam aku membaca buku itu, dan dari sanalah aku tau cerita ini. Jangan tertawa dulu. Dengarkan saja aku.

Sudah sejak lama ia termangu di sebuah pulau terpencil. Yang hanya ditinggali oleh seorang Permaisuri dan putrinya. Seorang Permaisuri cantik yang membuat bintang dan bulan tersenyum dibalik awan. Ia menjadi saksi bisu keceriaan dan kesedihan mereka. Seorang Permaisuri dan putri yang terbuang dari negaranya sendiri, dan terpisah dari cinta. Cinta yang menggelora dan penuh dengan getar rindu yang meraung.

Hingga batu pun menangis…

Kadang kala ia hanya mampu melihat Permaisuri duduk termenung di tepi tebing itu. Sambil memandang debur ombak dikejauhan. Matanya penuh dengan binar rindu dan harapan. Kadang dipejamkan matanya dan seperti sedang memohon sesuatu. Lalu, dia berbisik hanya pada angin yang bertiup kencang dari bawah tebing, membumbung ke angkasa.

Tersampaikankah permohonannya?

PRIA! Mengapa kau memejamkan matamu? Ceritaku membosankan kah? Kembali dia tersenyum. Tidak, sayang. Aku hanya mencoba meresapi ceritamu. Bah! Aku tau jika dia bosan mendengarkan ceritaku. Tapi, tak mengapa. Toh, dia masih tetap disini, mendengarkan celotehku! Selalu.

Permaisuri itu sudah menunggu hampir seribu tahun atau sepuluh ribu tahun, katanya. Wah, aku tak menyangka ada yang bisa hidup selama itu. Tapi, ternyata itu hanya bahasa kiasan yang dipakainya. Dia sedang menunggu Raja, menjemputnya. Entah kapan, tapi dia percaya, bahwa Raja akan menjemputnya.

Hingga pada suatu malam, saat bintang tak berkelip. Namun, bulan menampakkan diri dengan gagahnya. Seperti ingin menyampaikan suatu pesan. Angin menderu dengan tegas, namun terasa lembut menghembus.

RAJA TELAH DATANG!

Sang Putri kebingungan, melihat Permaisuri menundukkan wajah dengan hormat. Sosok dihadapannya sungguh tampan dan besar. Tapi mengapa wajahnya sedih? Mengapa Permaisuri meneteskan airmata?

“Permaisuri…ku..”

Akhirnya bisa kusebutkan dengan bibirku, dan kurasakan kembali harum wewangian cinta darinya. Raja memeluknya erat.

“Permaisuriku…”

Lalu, Raja melihat Tuan Putri. Memeluknya erat…

“Putri..ku”

Akhirnya…

Setelah seribu tahun dan sepuluh ribu tahun menanti. Hari ini datang juga, disaksikan oleh bulan yang tersenyum gagah, dan gemintang yang tibatiba bersorak ramai, memenuhi angkasa raya.

Batu pun kembali menangis. Kali ini penuh kebahagiaan, mendengarkan cerita yang dibawa oleh angin bertiup dari pesisir pantai ke tempatnya.

...Selesai...

Aku selalu senang cerita dengan akhir penuh kebahagiaan.

Pria sudah terlelap disampingku, napasnya sudah begitu teratur. Ahh…belaian sayang pada rambut halusnya, dan kecupan ringan pada bibirnya. Membuatku ingin masuk dalam pelukan hangatnya. Selimut yang tak teratur akan menutupi kami, lagi. Menikmati malam hangat dan dingin. Kudekati kehangatan itu, dan otomatis tangannya memelukku masuk kedalam dunia mimpinya.

Selamat bermimpi, semuanya…

=====

Have a wonderful weekend, darlings!

Don’t go far off, not even for a day,
because –
because — I don’t know how to say it:
a day is long and I will be waiting for you,
as in an empty station when the trains are parked off somewhere else, asleep.

Don’t leave me, even for an hour,
because then the little drops of anguish will all run together, the smoke that roams looking for a home will drift into me, choking my lost heart

Oh, may your silhouette never dissolve on the beach; may your eyelids never flutter into the empty distance.
Don’t leave me for a second, my dearest,

because in that moment you’ll have gone so far
I’ll wander mazily over all the
earth, asking,
Will you come back? Will you leave me
here, dying?

-Pablo Neruda-

Jangan pergi jauh, sayang. Walaupun untuk sehari. Karena, aku tak tau bagaimana harus mengungkapkannya. Hari semakin panjang dan aku menantimu, seperti layaknya stasiun kosong dengan keretakereta yang terdiam, seperti sedang tidur. Setelah lelah menunggu penumpang yang .akan datang, tapi tak kunjung juga ada. Hanya segelintir penjual asongan yang duduk dan tertidur. Beberapa orang ikut berteduh didalam gerbong yang sejuk karena terik matahari terlalu menyilaukan mata.

Kondisi gerbong yang kosong itu seperti hatiku yang kosong. Jika kau pergi meninggalkanku, walau hanya sehari saja. Susah untuk diungkapkan dengan katakata yang terangkai indah, sayangku.

Masih ingat tentang malam jahanam itu? Pada saat hujan dan guntur bertalu seakan tidak merelakan kebersamaan kita yang najis? Airmata tersamar oleh derasnya hujan mengguyur. Hanya teriakanteriakan kita terdengar berusaha melawan kemarahan langit. Pelukan erat yang seharusnya menghangatkan, malah semakin menggetarkan tubuh.

Jangan lagi tinggalkan aku walau hanya satu jam, karena sedikit saja tetes kesakitan akan meluluhkan kita. Semakin lama rasa sakit itu kita tahan, maka akan semakin keropos jati diri kita. Bagaikan asap yang berkejaran mencari tempat yang dapat membawanya padaku, sehingga dapat mencekik hatiku yang sedang kehilangan. Asap itu memenuhi seluruh jalur hisap oksigenku, sehingga tidak ada lagi oksigen yang mampu kuhirup. Aku benarbenar tercekik, tidak mampu lagi bernafas. Terlebih hatiku, tak mampu lagi merasa.

Namun, hanya bersamamu. Semua rasa tak enak akan hilang, lenyap. Aku seperti terbangun dari mimpi panjang yang begitu melelahkan, hingga sekujur tubuhku penuh dengan peluh. Seperti layaknya peluh cinta yang terkuras di tempat tidur yang berderit dan menjerit. Tidak mampu lagi menopang ayunan percintaan kita yang semakin bergairah, setiap hari.

Semoga bayanganmu tidak akan pernah hilang diatas pantai. Semoga matamu tak pernah berkedip dan melayang kekedalaman imaji kosong. Karena saat seperti inilah keindahan itu tercipta. Menatap dalam bola matamu. Bibirmu yang bercerita penuh tawaria, tapi matamu penuh dengan kilau. Membuatku semakin tidak ingin kehilanganmu. Jangan tinggalkan aku, walau hanya sedetik pun, cinta.

Tidak mampu lagi kukatakan tentang rasa yang terungkap dalam hati dan sekujur tubuhku ini. Hanya berharap suatu saat kau mengerti apa yang kurasakan. Terkadang, kamu bisa mengungkapkan apapun tanpa sepatah kata terucap. Ciumanmu tanda kau hadir dalam hidupku setiap saat...

Dan jika pada saatnya kau akan pergi jauh, maka aku akan berjalan kebingungan mencarimu diseluruh dunia ini, seperti pesawat yang kehilangan arah. Dan bertanya akankah kau kembali? Karena sudah pernah ku katakan padamu, jauh sebelumnya. Kau adalah hidupku. Jika kau pergi maka lebih baik aku mati dan meninggalkan semuanya. Karena tidak adalagi gunanya aku hidup. Terdengar bagaikan orang bodoh yang sedang mabuk kepayang akan cinta? MEMANG.

Karena kau telah membuatku mabuk. Tegakah kau meninggalkanku disini, setengah mati?


Disadur secara bebas oleh SiMunGiL dari puisi indah karya PABLO NERUDA
Foto diambil dari sini

======

PS: Selamat Ultah Bang Toga, hanya sepenggal puisi dan saduran yang bisa diberikan sebagai hadiah untuk hari bersejarah dalam hidupmu. Semoga segala sesuatu yang terbaik selalu hadir dalam hidupmu yang penuh dengan warna warni cinta sejati..

Konon beritanya, hari ini ditetapkan sebagai hari Puisi Nasional, karena bertepatan dengan hari meninggalnya salah satu pujangga terkenal, Chairil Anwar. Karena bengong pada hari Sabtu, dan ada koran tergeletak di meja itu, maka saya pun membacanya. Tumben. Benar sekali. Tumben jika saya bisa membaca koran. Karena seperti yang pernah saya ceritakan pada banyak orang, bahwa saya jarang sekali baca koran, nonton tv apalagi dengar radio.

Maaf, jika saya lupa tentang narasumber, penulis berita. Tapi, judulnya saya masih ingat, PUISI, SIAPA PEDULI? Kalau tidak salah, bunyinya seperti itu. Penulis mengungkapkan rasa pedulinya terhadap penulis puisi di Negara tercinta ini. Karena, katanya semakin jarang penikmat puisi dan penulis puisi, banyaknya buku puisi yang terbeli dan tercetak juga bisa dihitung dengan jari. Begitu katanya.

Dan lagi banyak penulis puisi yang sebagian besar berada didunianya sendiri. Pengarang yang peduli dan menulis tentang isu sosial yang sedang berkecamuk di Negara ini sudah tidak ada. Puisi-puisi sindiran yang dulu banyak ditulis, hingga harus di cekal dan penulisnya diburu, sudah tidak ada lagi. Membaca tulisannya, membuat saya berpikir dan juga menyetujuinya.

Jika kita lihat lagi kebelakang, memang benar yang tertulis. Puisipuisi Chairil Anwar bukan menulis melulu tentang cinta yang dasyat.

Jika memang mau tau lebih lengkap dan jelas tentang sosok Bapak puisi yang satu ini, silakan mampir membaca disini :)

Sebelum saya menyelesaikan tulisan ini pun, saya sudah berpikir bahwa akan ada tulisan yang keren di blog Mas yang satu itu, ditengah jalan menulis saya terpesona membaca kisah Chairil Anwar disana. Saya merasa tersesat dalam aksara yang terangkum begitu indah.

Dasar!

Sudah lama aku termenung di sisi jalan. Di kejauhan terdengar suara terompet kapal di pelabuhan dan decit burung-burung manyar. Kembali aku menarik napas panjang, sambil melayangkan pikiran.

‘Aku harus berhenti disini’

Ucapmu dengan datar dan tatapan penuh kebohongan. Lupakah kau bahwa mata adalah jendela jiwamu? Kau sendiri yang dulu mengatakan itu padaku, sekarang kau melakukan tatapan itu dihadapanku?

‘Kenapa?’

Tanyaku dengan santai

‘Karena aku sudah tidak mampu merasakan lagi yang harus kurasakan’

‘Apakah itu?’

‘Kau tahulah!’

Ujarnya dengan nada sedikit kesal

‘Bagaimana bisa ku tahu? Jika kau sendiri tidak mau mengatakannya padaku? Aku tak bisa membaca pikiran dan menebak bahasa tubuhmu’

Dia mulai menarik napas panjang, dan memegang dahinya. Dia selalu seperti itu, pada saat tidak bisa mengungkapkan kekesalan atau kesedihan yang dirasakannya.

Aku tahu itu.

Tapi aku tak mau dia berhenti tanpa alasan apapun yang bisa masuk akal dan hatiku, biarkan dia berkutat dengan segala apa yang dia rasakan saat ini, agar aku bisa merasakan kelegaan dengan alasan yang akan dia ungkapkan, nanti.

Aku masih menatapnya, dan dia semakin gelisah karena tidak dapat menemukan kata dan kalimat yang dapat dilontarkan oleh mulut yang semakin menghitam karena terlalu banyak menghisap nikotin. Walau banyak orang bilang ciuman dapat membantu menghilangkannya. Aku tidak yakin orang seperti dia akan percaya hal seperti itu.

Kembali aku tersenyum sendiri mengingatnya. Saat kami masih sering bercanda dan bicara hingga ayam berkokok, menandakan saatnya kami harus berpulang ke peraduan masing-masing.

Angin sepoi-sepoi bertiup, membuatku menyipitkan mata, takut debudebu nakal yang mulai mengusik dan masuk mata. Kaki ini mulai terasa pegal karena berdiri dari tadi, lalu kucoba untuk naik keatas pembatas jalan yang terbuat dari beton ini, dan duduk diatasnya.

Sepertinya angin semakin suka ditemani saat aku naik diatas beton ini, senja mulai terasa dingin. Tapi, karena matahari masih memberikan sisa kehangatannya, maka aku tidak peduli dengan angin dingin yang bertiup.

Kembali kupejamkan mata menikmati suasana menjelang sore itu, ditepi jalan.

‘Lalu?’

Tidak ada jawaban

‘Ya udah, klo misalnya gak bisa ngasih alasan dari ucapanmu tadi itu, pelanpelan aja kasih tau, atau kasih petunjuk, biar kita maen tanya-jawab ajah, gimana?’

Aku berkata sambil bercanda dihadapannya. Dia pasti kesal, karena dia berpikir aku tidak serius. Karena sudah cukup sering menghadapi dia yang seperti ini, maka aku santai saja.

‘Hmm…ya udah. Dari awal sudah kukatakan bukan? Bahwa aku tidak bisa menjadi sosok yang kau inginkan? Tapi kau bilang manusia bisa belajar dan sekarang aku merasa kalau aku teruskan maka aku tidak akan menjadi diriku sendiri’

‘Oh gitu?’

‘Yah! And you know damn right, what’s wrong with me! Why can you just say so?’

‘Hmm…bukannya aku gak mo bilang, tapi aku mau kamu punya niat untuk berubah dari diri kamu sendiri, bukan karna keharusan dan memenuhi keinginanku. Aku gak pernah minta kamu menjadi knight in shining armor, yang harus memperlakukanku seperti layaknya tuan-tuan puteri kerajaan koq. Tidak seperti itu. And you know damn right what I want from you. didn’t I told you many times already?’

Kubalas gelisahnya dengan ocehan panjang.
Kembali dia menghela napas.

‘Iya juga sih’

Menyetujui ocehanku

‘Sekarang maunya gimana? Mau beneran berhenti?’ Udahan?’

Matanya nanar menatapku, tatapan terlama yang pernah dilakukannya. Penuh sayang, penuh cinta dan seandainya mata itu adalah kilasan film, dapat kulihat apa yang sedang ada dalam pikirannya dan terlukis di matanya.

Aku tersenyum melihatnya, memang pedih pada saat berdiri di ujung pilihan yang mengundang kesedihan dan perpisahan. Aku hanya mampu menunggu.

Tibatiba dia berdiri dan menarik tanganku, badanku tak mampu menahan tarikan tersebut dan terjerembab dalam pelukannya.

‘Berpikir untuk berhenti sebentar saja rasanya seperti tadi. Hatiku serasa di himpit oleh tembok-tembok tak terlihat, sesak sekali. Mari kita teruskan! Apapun yang ada dihadapan kita kali ini akan diterobos dengan segala keyakinan dan kompromi. Aku menyayangimu’

Seandainya kalimat tadi bisa terekam dan bisa diputar ulang untuknya.

Aku kembali tersenyum mengingatnya, lalu…

‘DOR!’

Sebuah suara keras dengan tangan yang keras mendorongku, membuatku hampir terjatuh dan dimakan batu karang dibawah pinggir jalan itu.

‘Argghh…..!’

Aku menggerung ketika melihatnya. Lalu, dia terbahak melihat pucatnya wajahku.
Membantuku turun dari tepi jalan. Kemudian berlari tunggang langgang karena sudah kusiapkan kerikil yang kupungut tadi agar dapat kulemparkan padanya. Upah karena sudah membangunkanku dari lamunan di senja yang indah.


=========
Terimakasih, Cinta atas pilihanmu,
Terimakasih atas cintamu,
Aku bahagia tak terkira berada disisimu…
Sebagian atau banyak dari kita, PASTI menerima surat elektronik yang disertai dengan gambar disamping. Gambar tersebut dibagikan agar kita dapat ikut berpartisipasi dalam hari HENING SEDUNIA yang jatuh tepat pada hari JUM'AT AGUNG.

Memang hari itu temanteman yang memeluk agama Katolik akan melakukan 'tapa' yang terakhir, untuk berpantang dan berpuasa juga upacara jalan salib. Karena pada pukul 15.00 jelang sore, Yesus akan wafat.

Semoga sebagian orang ingat hari itu walau sedang berlibur, semoga kita juga dapat sesekali mawas diri dan ikut memperhatikan dan mencintai dunia yang sering sekali kita caci maki. MUNGKIN sekarang saatnya, kita tunjukkan bahwa kita juga peduli sama dunia, dengan ikut berpartisipasi untuk hening sejenak.

Buat yang akan ke Mesjid merayakan ulang tahun Nabi Muhammad, sampai kan salam saya padaNya yah?! :)

Selamat berlibur panjang!
Semoga liburannya menyenangkan, penuh cinta dan berkat...
Yang sempet pulang kampung, jangan lupa oleholeh* yah!

*Oleholeh itu bisa berupa apa ajah loh! Bukan harus suatu benda yang dibawa dari daerah tersebut, melainkan sebuah cerita indah, juga merupakan oleholeh pulang yang istimewa!

= SELAMAT PASKAH!! =

Semoga berkat pengorbananNya di kayu salib, dapat membuat kita kembali menyadari bahwa salib yang kita pikul masih belum ada apaapanya dibandingkan dengan salib yang dipikulNya hingga ke Golgota.

Terimakasih Tuhan atas segala kasihMu, bagi kami semua!
Saya sunggu bersyukur atas segala kasih yang tercurah dalam hidup saya hingga, detik ini.

Terimakasih atas udara yang terhirup sepanjang umur,
Terimakasih atas kesadaran yang penuh akan karuniaMu,



Puji Syukur atas hari yang indah!
Aku mengayuhkan sepeda ini tanpa memikirkan apapun tentang dirimu. Hari ini tidak seperti hari lainnya, angin terasa seperti menampar mukaku. Biasanya terasa begitu lembut membelai dan menemani. Entah mengapa hari ini sepertinya alam pun sedang murka. Dingin begitu menusuk tulang. Padahal jaket tebal musim dingin pun sudah ku kenakan.

Masih satu putaran lagi, maka pekerjaan mengantar koran ini akan selesai. Tidak sabar rasanya untuk masuk ke dalam toko yang hangat dan memesan kopi untuk menghangatkan badan. Ku kayuhkan sepedaku semakin cepat. Kopi hangat dalam genggaman, harum wangi dan juga kepulan asapnya dalam cangkir sudah terbayang dalam benakku.

Akhirnya bisa juga duduk dipojokan dengan secangkir kopi hangat. Hhhh…..rasanya begitu nyaman. Entah mengapa rasa nyaman ini menggugah rasa itu lagi membuat pikiranku melayang hingga ke negeri seberang.

“Apa nih?”

Kau berikan cincin itu dalam tanganku

“Sesuatu untuk mengikat kita. Jadi suatu saat nanti, jika kau punya seseorang yang lain, kembalikan cincin itu padaku. Begitu juga sebaliknya.”

Dengan wajah bingung tetap ku turuti kemauannya, kami saling memasangkan cincin pada tangan masing-masing. Membuatku tersenyum, terasa seperti sedang mengikat janji.

Waktu itu kita memang pernah berjanji, bahwa saat kita berpisah atau memiliki seseorang yang terbaik, maka cincin kenangan itu akan ada ditangan salah satu dari kita.

Entah kapan.

Tapi sekarang? Tidak ada satupun dari antara kita yang menginginkan cincin itu kembali. Setidaknya, tidak darimu.

Aku menarik napas panjang, sekaligus tersadar dari lamunan. Kopi dalam cangkir mulai menghangat, sepertinya sudah saatnya kembali ke peradaban. Dengan malas ku berusaha beranjak dari sofa empuk ini.

Angin dingin kembali menampar wajahku begitu aku keluar dari café. Semoga hari ini akan lebih indah dari seharusnya.
======

Ini cuma bakal embrio, semoga bisa dilahirkan dengan baik dan tidak 'mati' ditengah jalan :D

PS: Sista, here's one of the glimpse of your memories, but I'm gonna need alot more of questions and answers :) let's play 20 questions! :)
Aku mendengar daun berdesir mengatakan tentang cinta, pada angin yang berlalu. Entah apa yang membuat angin hanya berlalu tanpa jawaban...

Terperangah bukanlah kata yang tepat jika kehalusan perasaan terdengar dalam hati yang lain. Aku hanya mampu menatap indah bulan dan mendengarkan mereka memadu kasih tanpa kata.

Bisikan hati yang sudah terucapkan tidak mungkin dapat terulang lagi. Oleh sebab itu aku benarbenar menikmati malam dalam diam dan mendengarkan alam bicara.

Sayupsayup terdengar dering telepon genggam dikejauhan, dan menjawab...

'Halo'

'Hai sayang, kamu lagi apa?'

'Sedang mendengarkan alam bicara'

'Ha?'

Kemudian aku terlelap dan bercengkrama dengan alam, lagi.
My life is PERFECT, because I have YOU!
= Ten2Five =

Pernahkah kamu merasakan euphoria karena harapanmu terwujud?

Saya sedang merasakannya, sebuah ‘hadiah’ akhir dan awal tahun yang tak pernah diduga. Mungkin ini yang dibilang sama orangorang pada saat saya bertanya pada mereka bagaimana tau rasanya jatuh cinta sama soulmate masingmasing, dan jawaban yang saya dapatkan ‘it just happens, Mei. You’ll never know when and how’

Tulisan ini mengawali awal tahun yang akan menjadi luarbiasa, dan semoga akan senantiasa seperti ini.

Saya selalu mengalami yang namanya sakit hati karena cinta, tapi merasakan bahagia hingga merasakan sakit cinta, baru kali ini. :D

Sosok sederhana yang sebenarnya selalu menjadi figuran dalam kehidupan saya, jika dalam adegan film sosok figuran masuk dalam kategori penting dan tidak penting, sampai akhirnya menjadi peran penting, merupakan sebuah karir yang cukup bagus.

Tapi figuran yang menjadi pemeran utama dalam hidup saya kali ini, beda rasanya. Dia tidak ngotot dalam memerankan perannya memasuki hati dan hidup saya. Dia begitu santai, tapi diamdiam sudah membius saya dengan segala hal yang JUSTRU tidak dia lakukan. Dia hanya mengikuti arus angin dan air yang membawanya dengan santai kepada saya. Tindakan santainya menghadapi segala riuh rendah dan cerewetnya saya, meluluhkan.

Hingga saya terpaksa mengakui, bahwa saya luluh dengan segala kebaikannya, menghadapi saya. Si BaikHati, begitu saya menamainya. *Hey, Lov!*

Bersama dengannya memang berbeda. Entah kenapa, susah diceritakan dengan kata. Yang jelas semuanya terasa dalam hati yang berdesir dan bergaung memantul dengan rasa yang sama. Seirama dengan nyanyian hati yang begitu indah terdengar oleh mereka yang melihat kali ini.

Terimakasih buat temanteman yang ikut berbahagia bersama dengan kami! Semoga suatu saat kalian yang sedang mencari rasa ini, dapat juga merasakannya. Seperti saya yang tidak pernah menyangka akan ada saatnya dalam satu tarikan napas di kehidupan ini dapat juga menghirup rasa yang luarbiasa tak terkatakan dan juga tertuliskan. Kata' sayang 'yang terucap rasanya masih kurang banyak dan juga tidak ada lagi padanan kata yang bisa menyamai rasa yang terasa.

Gombal yah? :D 

Tapi, seperti yang pernah terbaca, kalimat yang satu ini mungkin lebih  cocok untuk menggambarkan apa yang saya rasakan, saat ini

...I love you more than love...
Thanks for choosing me from all the rest
Seandainya terjadi,
Matahari tak lagi hangat, ku kan ada untuk menghangatkanmu
Jika bulan tak lagi bersinar, kan kucari dimana bulan bersembunyi,
Dan seandainya bintang meredup,
Kan ku teriakan agar gemintang terbangun dan bersinar kembali,
Hanya untuk mu

Seandainya terjadi,
Angin berhenti bertiup, kan ku tiupkan nafas serupa angin semilir,
Jika hujan pun tak lagi turun, kan ku semprotkan air dari atap bubungan,
Selayaknya hujan tercurah. Disertai suara berisik seng, serupa guntur
Perdengarkan kesepianku

Seandainya terjadi,
Daun tak lagi tumbuh, maka dedaunan plastik tidak memerlukan pupuk untuk bertumbuh,
Jika bunga tak lagi mewangi, maka wewangian bunga kering kan seabadi cinta,
Seandainya pohon pun mati, itu karena dia sudah merelakan hidupnya,
Demi cintanya pada kehidupan ini.

Sayang,
Apapun yang kau ceritakan tentang jagad raya ini,
Semua tetap akan berdendang karena cinta yang terukir
Dalam sejarah kehidupan yang tidak akan terulang kembali.

Cukup sadarilah, bahwa aku tercipta untukmu dan kau untukku
Tidak perlu lagi ada basa basi...


[Kolaborasi Kata: blackrose & cj]

*Tiba saatnya kita saling bicara

Tentang perasaan yang kian menyiksa
Tentang rindu yang menggebu
Tentang cinta yang tak terungkap

Sudah terlalu lama kita berdiam

Tenggelam dalam gelisah yang tak teredam
Memenuhi mimpi-mimpi malam kita




Waktu bergulir dengan diam meninggalkan semua hal yang tidak penting dan penting. Tidak peduli apakah kita sudah menggunakannya dengan baik atau tidak, dia tetap akan berlalu seperti angin dan juga badai.

Badai dalam dadaku masih bergemuruh, entah bagaimana caranya mengartikan gemuruh ini, tapi aku hanya mampu berdiam diri, sampai pada akhirnya gemuruh ini akan reda dengan sendirinya.

Seakan mengerti, jagat raya pun berkumandang menggetarkan langit, bersamaan dengan bergetarnya diriku karena tak sanggup kehilangan dirinya. Tidak pernah terpikir bahwa hari ini akan datang juga, hari tanpa dirimu.

Mungkin inilah yang disebut dengan manusia, kita tidak pernah mengira apapun yang akan terjadi dalam beberapa detik ke depan. Dalam kekagetan, aku hanya mampu terdiam, dan berusaha merelakanmu.

Tidak ada lagi yang mampu kulakukan

Tak lama sesudah itu butiran bening itu jatuh dari langit membasahi bumi, tercium olehku harum tanah basah. Menyenangkan rasanya dapat berdiri dibawah curahan air yang jatuh dari langit, karena mereka menyamarkan mutiara yang jatuh dari mataku...

Bagaikan memutar kembali film yang telah usai ditonton, semuanya kembali bergulir dalam kenangan,

“Tahukah kamu?”
Tanganmu membelai rambutku begitu pelan

"Apa?"

"Kalau kamu itu bercahaya?"

"Aku? Bercahaya?"

"Iyah! Saking bercahayanya, aku kira kamu bintang jatuh"

Aku kembali teringat akan obrolan itu. Membuatku tersenyum memandang langit yang tanpa bintang. Musim hujan sudah datang, cinta. Musim kesukaan ku, apakah kau juga merasakannya?

“Tapi aku juga bisa melihat kamu bercahaya” Kataku tak mau kalah

“Ha? Masa sih?”

“Iyah, keren sekali! Seperti matahari!”

Ia memasang muka sok terkejut, lengkap dengan mulut menganga.

“Hmmm…kalau gitu kamu seperti pelangi yang muncul sehabis hujan”

“Waaa…curanggg…!” Teriak ku sambil merengut manja, kukatakan padanya,

“Tapi kan, pelangi cuma dateng sebentar aja, setelah itu hilang”

“Akh kamu ini, memang gak tau yah? Pelangi dalam hatiku senantiasa bersinar terus loh!"

Memang cuma dia yang bisa dan mampu membuat hatiku bergetar tidak menentu, kadang penuh bunga, kadang hilang dan kemudian tibatiba bergemuruh.

Yang hilang adalah bayanganku,
Yang kering adalah airmataku,
Yang hancur adalah hatiku,
Dan yang pasrah adalah hidupku...



*Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah
Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu

dan kini hanya ada aku dan dirimu

Sesaat di keabadian

Jika sang waktu kita hentikan
dan segala mimpi-mimpi jadi kenyataan

Meleburkan semua batas

Antara kau dan aku, kita



Aku hanya mampu berharap bahwa kita akan tetap senantiasa abadi, seabadi jagat raya yang tetap terus bertahan. Karena jiwa yang sudah mengakar tidak begitu mudah tercerabut hanya dengan kuasa takdir yang tak sejalan. Hanya karena perbedaan bumi yang berputar dan angkasa yang berwarna jingga. Tidak. Bukan hanya karena itu dan hingga sampai saatnya nanti pun, aku percaya bahwa kita akan bersatu kembali.

Biarkan hati dan jiwa kita berkelana mencari raga kita masingmasing, karena wujud yang sekarang tidak akan mampu elakkan takdir yang sudah tergoreskan dalam kitab hidup surgawi. Kepasrahanmu menghadapi gelisah hidup kan selalu menjadi bagian di sanubari terdalam yang tidak akan pernah terkoyak oleh apapun juga. Hanya kau yang mampu melihat kedalaman lubuk yang tak terperi ini.

You know it is love, when all you want is the person to be happy, even if you’re not part of their happiness
[Unknown]



*Judul Lagu: Aku dan dirimu ~ Ari Lasso Feat Bunga Citra Lestari
Foto diambil dari film before sunset & sunrise

PS: Unai, hope you're ok with this one :d
Banyak sekali konferensi atau pertemuan tingkat dunia yang sering kita dengar dari beritaberita baik dari dalam negeri atau dari luar negeri. Mereka membahas tentang segala macam hal yang berkaitan dengan dunia ini, entah menjadikannya lebih baik atau malah memperburuk. Semoga pilihan terakhirnya bukan itu yah? :)

Konferensi dunia pertama yang diadakan di Geneva pada 22 Agustus 1864 - kini dikenal sebagai Komite Palang Merah Internasional - Pada awalnya diadakan karena si Bapak Palang Merah, Henry Dunant melihat kesengsaraan dari 40, 000 orang yang terluka akibat perang Solferino. Konferensi ini diadakan bagi mereka yang terluka di perang akan mendapatkan perawatan dengan baik.


Menurut Paolo Coelho, banyak sekali konferensi seperti itu diadakan di dunia ini, tentang perang yang kadang disangkutpautkan dengan cinta, sehingga muncul istilah 'semuanya itu adil, dalam cinta maupun perang'. Namun, menurutnya orang bisa membuat konferensi tentang mereka yang terluka karena perang, tapi tidak pernah ada satu orang pun - hingga saat ini - yang membicarakan atau membuat deklarasi tentang mereka yang terluka karena cinta. Padahal jumlah yang menderita jauh lebih banyak.

Oleh sebab itu dia membuat 5 deklarasi mengenai mereka yang terluka karena cinta, dibawah ini adalah 3 dari 5 yang saya kopi. Sisanya bisa langsung Anda baca di link yang saya berikan. Maaf, saya tidak menerjemahkannya, karena isinya terlalu 'sakral' untuk diterjemahkan dalam bahasa lain, setidaknya, saya tidak mau mengurangi isi dari pemahaman 'deklarasi' yang sudah dia buat begitu indahnya.

Convention of Those Wounded In Love

Article 3 – If the wound is caused by third parties, in other words if the loved one has become interested in someone not in the script previously drafted, vengeance is expressly forbidden. In this case, it is allowed to use tears until the eyes dry up, to punch walls or pillows, to insult the ex-partner in conversations with friends, to allege his/her complete lack of taste, but without offending their honor. The Convention determines that the rule contained in Article 2 be applied: seek the company of other persons, preferably in places different from those frequented by the other party.

Article 5 – In all definitive wounds, also known as “breaking up”, the only medicine capable of having an effect is called Time. It is no use seeking consolation from fortune-tellers (who always say that the lost lover will return), romantic books (which always have a happy ending), soap-operas on the television or other such things. One should suffer intensely, completely avoiding drugs, tranquilizers and praying to saints. Alcohol is only tolerated if kept to a maximum of two glasses of wine a day.

Final determination:
Those wounded in love, unlike those wounded in armed conflict, are neither victims nor torturers. They chose something that is part of life, and so they have to accept both the agony and the ecstasy of their choice.


And those who have never been wounded in love will never be able to say: “I have lived”.
Because they haven’t.
[By Paolo Coelho]

Postingan Lama Beranda

Search this blog

ABOUT AUTHOR

This is Meita’s website and you are in a right place to get to know a little bit more about her. She is a dreamer who likes doing digital marketing and been blogging since 2003. She also loves watching TV shows, and movies. Also, passionate about the world. Graduated from the University of Indonesia majoring in Cultural Tourism, taught her a lot about how great Indonesia – country where she is from – in cultural level. Still curious about her? Find out more here ;)

come find me

Visitors

FEATURED POST

THE WORLD NOWADAYS

Nowadays, we do live in the world where sincere thank yous are rare. Where sorries and apologies are extinct. Let alone, caring for the sa...

THE MOMENTS

  • ▼  2018 (11)
    • ▼  September (1)
      • THE WORLD NOWADAYS
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2015 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2014 (10)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2012 (11)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (5)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2009 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2008 (70)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (14)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2007 (108)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (22)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  September (11)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (8)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (9)
  • ►  2006 (130)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (14)
    • ►  September (12)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (21)
    • ►  April (14)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2005 (102)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (20)
    • ►  April (16)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2004 (82)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (18)
    • ►  Februari (16)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2003 (22)
    • ►  Desember (14)
    • ►  November (7)
    • ►  Agustus (1)

FOLLOW ME @ MEITAWIN

ABOUT ME

Hanya seorang perempuan mungil yang masih terus berusaha meraih mimpi terbaik yang ditawarkan dunia. Lalu, berusaha juga untuk membangun dunia yang lebih baik dari sekarang. Entah bagaimana caranya, tetapi harus mulai dari memperbaiki diri sendiri. Menjadi manusia yang LEBIH baik hingga mempunyai rasa BANGGA terhadap diri sendiri, hingga perasaan tersebut lebur dan akan tetap tinggal tak lekang oleh waktu. Semoga [JEJAKKAKIKU] akan menjadi bagian terindah dalam kehidupan ini. Karena yang tertinggal hanya akan menghilang suatu saat nanti, namun jejak-jejak itu akan tetap membekas dibeberapa tempat yang pernah disinggahi. Meski tak terlihat dengan kasat mata.

POPULAR POSTS

  • LAMUNAN SENJA
    Sudah lama aku termenung di sisi jalan. Di kejauhan terdengar suara terompet kapal di pelabuhan dan decit burung-burung manyar. Kembali...
  • BOOK REVIEW
    Masih ada 2 buku yang tertunda, untuk dibaca. Saat ini saya masih belum mendapatkan versi buku aslinya. Hanya bisa mendapatkan dari buku ele...
  • THE KARTINI DAY
    BUNGA Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku. Semalam untuk pertama kalinya kami b...

Copyright © 2016 [JejakkakiKu]. Created by Meita Winarto