Saat saya menuliskan ini, rasanya seperti baru tersadar dari mimpi buruk. Saat terbangun dari kenyataan, bahwa apa yang selama ini saya alami adalah mimpi belaka. Rasanya, tidak dapat diterima sama sekali oleh akal sehat saya. Sudah berulang kali mencoba untuk menarik napas, agar beban hati dan pikiran tidak terlalu penuh, oleh rasa yang aneh ini. Tapi, tetap tidak bisa. Hanya dengan menuliskan ini, dan menuangkannya disini, mungkin bisa sedikit mengurangi beban hati.
Semuanya hanya garagara, artikel yang tidak perlu dibaca, sebenarnya. Namun, entah mengapa, akhirnya memang harus dibaca juga, mungkin agar saya bisa memastikan lagi, perasaan yang selama ini menggantung. Sudah ada pertanda, namun selalu dianggap tiada, karena masih belum mau menerima kenyataan.
Sudah tau, kirakira saya bicara tentang apa? Ya masalah hati lah! Masa perlu diperjelas lagi sih?
Terus terang, saya merasa saya sudah jatuh cinta dengannya, bertahun lalu. Namun, karena masalah dengan jarak, maka dirasa tidak perlu untuk diperpanjang. Kemudian, sejak tahun lalu, entah mengapa kami jadi 'dekat' kembali, dengan adanya perangkat komunikasi yang sudah semakin canggih sekarang ini, jadinya lebih mudah untuk berkomunikasi. Akan tetapi, karena ini pula saya akhirnya semakin sadar, bahwa saya tidak ada dalam 'hidupnya', saya hanya sebagai pengagum no.1 bagi dirinya.
Dia mungkin tidak akan
tau, dan mungkin juga tidak akan pernah tau. Apa yang ku tuliskan disini
untuknya. Dia adalah sosok paling penting dalam hidupku. Sepanjang hidup semua
orang pasti melakukan kesalahan, banyak juga melakukan tindakan terpaksa. Banyak
juga menyakiti hati orang, begitu juga dengan dirinya. Namun, dibalik semua itu
aku tau, kalau dia peduli, perhatian dan sangat sayang sekali padaku.
Dibalik bahasanya yang
menyakitkan, dibalik keluguan pertanyaannya, kadang menyimpan makna tersendiri
bagiku. Hanya saja, seringkali ketidaksabaran menghadapi dirinya, membuatku
merasa jadi pribadi yang selalu salah. Padahal tidak pernah ada niat jahat atau
apapun dari semua tindakan dan juga ucapan yang ku lontarkan. Memang sudah pada
dasarnya aku jutek, tapi bukan berarti tidak perhatian. Aku mungkin juga
mengucapkan kalimat keras dan kasar, tapi bukan berarti aku tak sayang. Hanya
saja, penempatan situasi dan suasana saat kalimat yang terlontar menjadikan
semua berbeda.
Pada dasarnya saya suka sekali jalan-jalan. Intinya menikmati
proses perjalanan mencapai tempat yang dituju. Kemana pun, dimana pun.
Kemarin, saya bertemu dengan seorang teman lama. Secara kebetulan
memang dia ada perlu untuk datang ke Jakarta, karena mengambil tiket konser. Karena,
setelah sekian lama tidak bertemu, maka saya mencoba untuk mencari waktu
bertemu dengan dia. Maka, janjianlah kami bertemu di
Wisma Kodel, Kuningan,Jakarta. Dua tahun, berlalu. Perubahan pun terjadi, banyak hal yang pastinya
bisa dijadikan pembahasan (baca: gossip)
Sebelum memulai perjalanan, dipastikan tentunya kita makan
dulu! Maka, mampirlah kami ke
Setiabudi One yang hanya beberapa gedung dari
Wisma Kodel. Kebetulan ada satu tempat makan baru yang menawarkan paket beli
satu gratis satu, pada jam 3-5 sore. Sehingga, kita mencoba untuk makan disitu, dan juga bungkus bawa pulang! Yeehaa...ada bekal buat perjalanan :D
Pembicaraan dimulai, dengan komentar soal paket roti lapis yang
semakin pas untuk porsi orang Indonesia demikian juga dari segi harga yang
ditawarkan, sepertinya sedikit lebih ekonomis, dibandingkan beberapa tahun
sebelumnya. Mengingat, perjalanan yang cukup panjang untuk teman saya kembali
ke rumah, maka kita harus menyudahi sesi pertama obrolan, yang akan dilanjutkan
sepanjang perjalanan sepertinya. Karena, saya juga sedang dalam mood untuk
jalan-jalan, maka saya ikut bersamanya berjalan ke arah Selatan. Obrolan berlanjut,
hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengantar dan main sampai ke rumahnya.
Selamat Natal 2012 buat kita semua yang merayakan meriahnya pesta kelahiran Tuhan Yesus di dunia!
Banyak sekali pro dan kontra dari agama lain dalam hal silaturahmi ucapan selamat. Jika memang dalam bersosialisasi beragama pun harus diatur, kenapa tidak sekalian saja atur hidup sekian banyak orang dengan jadwal yang tidak haram.
Terkadang saya heran dengan peraturan yang notabene dikeluarkan mengatasnamakan Tuhan, dan harus dipatuhi oleh mereka yang percaya dan memeluk agama tertentu. Bukankah semua agama mengajarkan hal yang baik? Jika memang hati penganutnya merasa hal itu baik dilakukan, mengapa takut? Toh pada akhirnya juga bukan manusia yang akan menghakimi. Jika memang percaya masih ada dunia penghakiman setelah kita meninggal, biarkanlah dunia penghakiman yang akan menilai bagaimana hidup kita didunia ini, nantinya. Bukan malah sekarang serba sok ini dan sok itu.
Saya baru saja mengenalmu. Melalui seorang teman lama yang iseng. Kamu hadir dalam daftar pertemanan di Blackberry saya.
Seperti yang sudahsudah saya tau, teman saya itu selalu punya maksud tertentu jika mengenalkan seorang lawan jenis. Entah mengapa, kali ini saya pasrah dan tidak banyak bertanya. Mungkin karena saya juga lagi iseng meladeni keisengannya. Mungkin juga saya butuh teman baru yang bisa diajak bicara, tentang apapun.
Hadirlah, kamu.
Kamu tidak mengisi keseharian saya, tapi melalui potongan obrolan dan juga jenis musik yang kita dengar. Berbagi sedikit potongan jiwa dan hidup, sewajarnya manusia yang baru saling mengenal. Kita pun bertukar informasi. Ungkapan selamat pagi dan selamat tidur pun menjadi bagian kebiasaan kita.
Belahan bumi yang berbeda, membuat percakapan kita terbatas. Jarak sempit dalam rangkaian kalimat terbaca pada layar jendela obrolan. Memungkinkan kita untuk tetap menjaga komunikasi, walau kadang hanya beberapa kalimat tak penting.
Aku kembali termenung. Tak mampu berkata apapun. Hanya mampu diam dan mendengarkan ocehannya. Diawali dengan menemani ngobrol dan bicara soal tawaran kerja yang baru. Entah mengapa jadinya malah petuah yang keluar dari mulutnya.
Petuah yang sudah berulang kali terucapkan dan terus diulang setiap kali dia merasa kecewa dengan diriku. Terkadang, aku masih sanggup menyahuti ocehannya yang terkadang menuduh. Tapi, kali ini, aku memilih untuk diam seribu bahasa. Hanya sesekali menimpali tanpa maksud memotong apapun yang diocehkannya..
Di satu sisi, aku masih bersyukur, karena banyak orang bilang jika ada yang mau ngomel atau ngoceh mengenai hidupmu, berarti orang itu masih peduli, masih sayang, dan kamu masih diperhatikan.
Aku mengerti sekali soal hal itu. Berusaha mengerti bagaimana pun dia adalah Ibuku.
Banyak hal yang masih bisa di syukuri, walau terkadang katakatanya menyakitkan hatiku. Banyak yang masih mampu aku pendam dan nikmati, bahwa Tuhan luarbiasa baik. Oleh sebab itu, apapun yang selalu dicelotehkannya, masih mampu ku telan mentahmentah.
Masih bersyukur, karena aku masih bisa menulis disini :) Paling tidak ada bagian yang bisa kubagikan pada disini.
Dia menjadikan rumah tempat yang kadang aku hindari, dan juga tempat yang ingin aku datangi, khususnya kamarku. Tempat yang paling nyaman adalah didalam kamar. Karena bagiku, rumah yang ditempati sekarang adalah bukan rumah sesungguhnya. Rumah tersebut adalah rumah warisan dari kakekku. Mungkin suatu hari nanti baru akan kuceritakan. Tidak sekarang.
Rumah yang penuh dengan canda dan tawa adalah idamanku, bukan penuh dengan segala keegoisan penghuninya. Terus terang aku jarang berkomunikasi karena tidak ada lagi tempat untuk berbagi hal tersebut. Rumah yang sekarang dijadikan gudang bisnis oleh Abang tertua satusatunya.
Membuat rumah itu makin sumpek saja rasanya, tapi tetap saja, setiap kali masuk rumah itu, aku selalu berusaha berkata, "Aku pulang..." jika ada Mami, maka rumah itu terasa 'hidup' karena dia adalah 'jantung kehidupan' dirumah itu. Paling tidak bagiku. Terasa seperti itu.
Paling terasa ketika dia pergi liburan, dan meninggalkan aku dan rumah sendirian...
Aku hanya merasa cuma punya kewajiban menjaga rumah...aku bosan dirumah...walau aku menyenangi kesepian yang ada, tapi tetap saja. Jika berharihari, rasanya beda...
Pada dasarnya aku adalah orang yang suka menyendiri, tapi banyak orang bilang kebalikannya...oh well, pendapat orang tidak bisa aku paksakan bukan?
Sudah lama tidak menulis, aku lega bisa menceritakan uneguneg yang tersisa...paling tidak, akhirnya blog ini ada tulisan baru lagi..:)
Terimakasih sudah membaca dan berkunjung..
PS: Judul terinspirasi dari buku terbaru Dewi Lestari - MADRE
In an ordinary fairytale land
There's a promise of a perfect happy end
And I imagine heaven just sort of that, it's better than nothing
Baru kali ini saya tidak tau bagaimana harus memulai. Tidak tau bagaimana merangkai huruf ini satu persatu. Saya bagaikan perawan yang tersipu malu, dibalik punggung sang Ayah, sewaktu dikenalkan pada calon pasangan hidup.
Saya sudah menahan keinginan untuk menulis dari kemarin, tapi tidak bisa. Sekarang, giliran ada waktu dan bisa, tapi malah tidak tau bagaimana harus memulainya. Saya tidak mengerti keadaan ini. Padahal keinginan untuk menulis begitu menggebu. Mengapa? Karena kemarin adalah hari yang spesial, buat kami.
Perayaan setahunan :) tapi, dia seperti biasa, lupa...
So you'll be mine forever and almost alwaysAnd I'll be fine, just love me when you can, yeahAnd I'll wait patientlyI'll wake up every day just hoping that you still care
Hahaha...saya pada dasarnya memang romantis, hal kecil seperti ini membuat hati saya berbunga, dan tersenyum seharian. Tapi, terus terang tidak ada yang special dilakukan, kemarin. Karena kami adalah pasangan yang aneh. Dia tepar, karena sakit. Sedangkan saya harus lembur dikantor, jadi begitulah carnya kami menghabiskan perayaan satu tahunan kami.
Terus terang sebagai perempuan, saya berharap dia akan melakukan sesuatu yang spesial, jika nanti memang memungkinkan. Sejak akhir bulan kemaren, menjelang hari jadi ini, saya sudah berjanji pada diri sendiri. Untuk berhenti meminta, memohon dan mencari perhatiannya lagi. Setahun merengek, penuh curiga dan menangis sepertinya cukup. Selebihnya terserah dirinya, mau bersikap seperti apa.
In the corner of my mind I know to well
That surely even I deserve the best
But instead of leaving I just put the issue to bed and out of my head
Saya masih ingat adu argumen terakhir, bahwa dia bilang bahwa saya tidak akan pernah jadi pengganti dari perempuan itu. Keperempuanan saya, tersinggung. Kami berdua adalah orang yang berbeda, tidak bisa disamakan. Hanya saja, saya berharap dengan tidak adanya perempuan itu didekatnya sekarang, dia bisa sedikit berubah sikap. Lebih perhatian, dan menjaga perasaan saya. Tapi, sepertinya seperti yang dibilang banyak orang, karakter tidak berubah dalam semalam.
And just when I believe you've changed for good
Well you go and prove me wrong just like I knew you would
When I've run out of second chances you give me that look
And you're off the hook
Saat itu, saya memintanya untuk melepaskan hubungan ini. Saya merasa tidak perlu lagi ada hubungan aneh seperti ini. Jika, memang apapun yang dilakukan dimulai dengan kata malas, cape, gak bisa, gak mau, dan mungkin...maka saya bilang padanya, buat apalagi? Toh saya sudah tidak penting lagi, dan mungkin tidak pernah menjadi bagian penting baginya, dan ungkapan sayang pun tidak sampai ke hati.
Tapi, dimalam hari itu sikapnya malah berubah, dan besoknya pun lebih berubah lagi. Seperti, tidak pernah ada kejadian apapun kemarin. Dan memang setiap kali ada pembicaraan ini, dia seperti selalu menghindar. Saya tidak pernah tau apa yang dia rasakan dan pikirkan setiap kali, tapi semoga saja suatu saat dia bisa mengerti apa yang saya rasakan ini.
Forever and almost always
No, it ain't right to just love me when you can baby
Ain't gonna wait patiently
I won't wake up everyday just hoping that you'll still care
HAPPY ANNIVERSARY, GY!
Lirik diambil dari : Kate Voegele - Forever and Almost Alway
Aku menyerah Tuhan. SEMUA kuserahkan padaMu. Apapun itu aku tau, saat Kau turut campur dalam hidup, pilihan dan keputusanMu selalu yang TERBAIK bagiku. Amin!
Petikan diatas masih menjadi status saya di FB sampai saat ini. Karena disaat saya menulis tentang tidak berhenti berharap, sekarang saya berpikir kembali. Untuk yang satu ini saya berhenti berharap, bukan berarti menyerah. Tapi, saya berpasrah diri, menyerahkan SEGALA gundah padaNya. Karena disaat darah dan daging tidak mampu lagi berbuat apapun, kita manusia hanya mampu bergantung pada kekuasaanNya.
Ini sama sekali bukan tulisan spiritual. Beneran. Serius. Saat ini saya hanya melanjutkan rasa gundah yang tak perlu, sebenarnya. Heheheh...tapi, saya bukan tipikal orang yang bisa berbohong mengenai apa yang saya rasakan. Sama orang lain saja saya akan blakblakan, apalagi sama perasaan sendiri? Kan seperti yang dibilang, bahwa cintailah dirimu terlebih dahulu, baru kamu akan mendapatkan dunia.
Tapi, belakangan ini teori tersebut saya lupakan. Saya lebih mementingkan orang lain, sampai saya masa bodoh dengan perasaan saya sendiri. Ini kebiasaan bodoh yang sering kali terjadi, dan anehnya lagi, saya dengan sadar tetap menjalaninya.
Karakter saya yang satu ini seperti pedang bermata dua, di satu sisi saya merasa bangga, bisa memiliki intuisi yang tajam dan memiliki empati yang besar terhadap orang lain, bahkan kadang kelewatan. Jadi, orang yang tidak terbiasa mendapatkan perlakuan yang saya lakukan padanya, bisa salah kaprah. Tapi, dilain sisi, jika empati yang saya rasakan sekarang adalah milik partner yang memang suka memendam perasaannya. Saya dibuatnya galau sekali. Rasanya tidak enak, jika yang dirasakan adalah sedih yang mendalam.
Partner saya sebentar lagi akan ditinggal pergi tugas oleh seseorang yang penting baginya. Tampak luar memang terlihat biasa saja, tapi apa yang saya rasakan dari seminggu yang lalu, sangatlah berbeda. Perasaan sedih yang mendalam, yang tidak bisa saya ungkapkan dengan katakata disini. Kalau perumpamaan dalam cerita Pendekar Rajawali Sakti, ada tokoh Bocah Tua Nakal, yang karena memendam kesedihan rambutnya memutih semuanya.
Saat ini, saya tidak tau bagaimana bisa bersikap, hanya mampu menahan tangis untuk sementara. Mungkin akan ada saatnya nanti bisa menangis untuknya. Airmata yang tidak mampu dia tumpahkan, saya akan mewakilinya. Karena saya bisa merasakan apa yang dia rasakan. Sangat tidak enak sekali, berapa kali pun saya berusaha menetralkan perasaan saya, tapi tidak lama perasaan tersebut kembali. Jadi, sekarang saya hanya mampu membiarkan perasaan tersebut merajai hati saya. Semoga dengan tidak menolak rasa itu, maka rasa tersebut akan melebur...
Saya berdoa dan memohon pada Tuhan, selalu yang terbaik bagi hidupnya dan dalam segala hal yang dilakukannya. Hanya itu yang selalu saya doakan, biarkan dia bisa menemukan jalan dan memutuskan hal yang dilaluinya, biar dia bisa punya mimpi yang bisa dicapainya. Semoga perubahan positif yang diperlihatnya akan terus bertahan, dan semakin bertambah positif. Saya bersyukur atas pekerjaan yang didapatkannya sebulan lalu, pekerjaan ini membuat pikirannya teralihkan. Sebelumnya disaat dia sedang stress atau ada masalah berat, dia pasti akan mencari perempuan lain sebagai pelepas stress. Tapi, sekarang dia lepaskan pada pekerjaannya, menjadikan dia sebagai pekerja yang mau semuanya beres dan sempurna. Itulah partner saya. Jika mengenai pekerjaan, dia tidak pernah setengahsetengah. Dari keadaan ini ada lebih dan kurangnya bagi saya, dia jadi lebih capai bahkan untuk ngobrol, berdiskusi, menanyakan kabar dan merasa kangen. Tapi, saya tidak akan mengeluhkan hal ini, karena saya mau dia bisa terus maju di perusahaan baru ini. KAMU BISA! Percaya itu yah, gy! :*
Saya berhenti berharap, dan berpasrah diri padaMu, ya Tuhan. Hanya Kau yang mampu mengabulkan segala permintaan dan membuat saya bertahan hingga kini. Amin.
Semoga Tuhan mengabulkan permohonan saya.
Sayang, semoga apapun yang kamu lakukan akan menjadi pilihan terbaik dalam hidup dan menjadikan hidupmu kembali penuh semangat.
Rumah tangga, adalah sebuah dunia yang dibuat oleh 2 orang individu. Dimana yang terjadi didalamnya hanya mereka berdua yang tau. Bagaimana hidup yang sedang mereka bangun dan akan mereka tempuh. Bagi saya itu adalah wilayah sakral. Tidak ada yang bisa mencampuri urusan mereka, tanpa undangan dari pasangan didalam dunia itu.

Peran Suami/Istri, merupakan peran lain yang ada didalam dunia itu. Bagaimana masingmasing pihak, mengetahui peran itu dengan baik, atau hanya terpaksa bahkan terjerumus, tidak pernah ada yang tau. Kecuali masingmasing dari mereka yang bercerita. Salah seorang perempuan yang menjadi istri, tersebut mengirimkan pesan singkat beberapa hari lalu. Seseorang yang sekarang bisa saya akui sebagai teman tanpa wajah, karena terus terang belum pernah bertatap muka langsung. Dia bercerita tentang derita lahir dan batin yang dialaminya sejak berperan menjadi seorang Istri.
Sebagai perempuan, saya prihatin dengan keadaannya. Biar segala bilur luka yang tertoreh, DISEMBUHKAN oleh cinta kasih Yesus yang luar biasa. Saya hanya mampu bedoa bagi keselamatan mereka - istri dan anak - Semoga ada jalan terbaik yang dipilih olehnya dalam menghadapi segala situasi yang terjadi. Saya berharap yang terbaik selalu buat mereka.
I know that we can make it right,
It's gonna take a little time,
Lets not leave ourselves with no way out,
lets not cross that line,(that line)
I don't wanna fight no more,
-Westlife-
Saya tetap bersyukur sampai saat ini, memiliki dirinya. Walau banyak hal yang membuat kami, terutama saya terguncang. Tapi, entah mengapa saya merasa bahwa setiap hal yang terjadi itu berarti saya sedang diingatkan, dan kami sedang dicobai. Saya tau bahwa merasa rendah diri itu salah sama sekali, setiap kali saya merasa seperti itu, saya selalu mencoba untuk bisa membangkitkan diri kembali. Tidak gampang, memang perlu latihan panjang untuk bisa menerima siapa diri sendiri, tapi saya selalu berusaha yang terbaik.
Dengan segala hal yang sudah pernah dilakukannya, dan segala hal yang membuat saya curiga terhadapnya, saya selalu tetap inginkan yang terbaik baginya. Saya bosan dengan segala airmata, dengan segala nada tinggi, dengan segala ungkapan kasar yang tercetus. Setiap kalimat yang terucap adalah silet bagi hati saya. Belum sembuh dengan yang satu, sudah muncul lagi yang lain. Saya tidak mau menyerah dengan segala hasutan jahat yang sedang berusaha memecah belah kami. Seorang teman pernah mengingatkan tentang masalah ini, bahwa kekuatan jahat sedang mencoba menghasut manusia mulai dari yang kecil. Contohnya pasangan, entah pacar atau suami/istri.
Semoga apapun yang kamu lakukan selalu dalam lindungannya, sayangku. Amin!
Setelah luka paling hebat yang tertoreh, merasa terusir dan tak dibutuhkan, dan itupun masih belum sembuh total. Saya merasa bahwa, kami memang membutuhkan waktu untuk bisa menerima kesendirian. Sebagai pribadi dewasa, dan hubungan yang sehat, memerlukan waktu senggang. Dia dengan segala mainan, film porno dan juga komiknya. Saya dengan novel, tulisan dan juga pikiran akan dia :) Semoga dengan kesadaran ini membuat kita semakin bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Amin.
Sudah berulang kali saya bilang, bahwa saya tidak mau lagi menangis. Terus terang sudah lelah rasanya. Sesekali nangis mungkin menyehatkan hati, tapi kalau setiap kali, rasanya menguras hati. Saya menyayanginya sepenuh hati, tanpa praduga, tanpa rencana dan tanpa keinginan membuatnya merasa tidak nyaman, atas apapun. Segala kesalahan yang terjadi, sudah lewat dan sudah terjadi. Tidak bisa lagi diputarbalik, hanya saja bagaimana mencoba tetap mempertahankan janji yang sudah dibuat. Itu saja yang saya minta saat ini.
Sudah dibilang, bahwa saya gampangan, betulkan? :p :p
Ingat, segala kawatir hanya ada bagi mereka yang tidak percaya! Jadi pada saat rasa kawatir datang, berdoa dan percayalah! Maka kamu akan dibebaskan!
PS: Biar Tuhan jaga kita semua selalu ya? Sayang kamu Diggy! Mwah!
If we could sit together a moment
And talk forever just to pass the time
I would smile as the shivers and chills run down my spine
With your eyes are locked on mine
=Owl City=
Situasi sepertinya sedang tidak bersahabat. Seharusnya kita kembali prihatin terhadap segala hal yang sedang terjadi disekeliling kita. Banyak sekali hal yang ingin memecah belah, membuat berantem, dan segala hal negatif lain yang menyerang manusia. Tapi, percayalah, bahwa tidak akan ada yang dapat memecahbelah kita jika tidak kita ijinkan segala hal tersebut meracuni kita.
Hanya dengan KuasaNya kita dapat bertahan menghadapi segala macam hal negatif yang sedang menggoda kita sekarang ini. Kalian anakanak terang, berpegangan eratlah!
Kenapa tulisan awalnya jadi melantur tak jelas ya? Hahaha..mungkin lagi kerasukan sesuatu. Saya sedang merasa kawatir. Entah terhadap apa, tapi saya kembali diingatkan, bahwa siapa yang percaya bahwa Tuhan ada, seharusnya malu jika sempat merasa kawatir. Tulisan keren dari Mahatma Gandhi. Manusia memang mahkluk lemah, yang gampang tertipu daya dan terkena hasutan. Tapi, jika secara sadar dia dapat mengerti kelemahannya, maka dia akan belajar sebisa mungkin untuk melindungi dirinya dari segala hal tersebut.
Saya pun demikian, banyak hal terjadi dalam hubungan dengan yang tersayang, tapi sebisa mungkin saya berusaha untuk bisa tetap menjadi diri sendiri. Segala kebodohan yang terjadi, semua airmata, dan segala pengorbanan adalah untuk bisa menjadikan kita -berdua- pribadi utuh yang saling mengenal diri masingmasing. Bukan malah menutupi diri dari pasangannya atau merasa malu mengakui diri sesungguhnya dihadapan pasangan sendiri.
Setiap kali berganti pasangan dalam perjalanan hidup ini, kita pasti belajar sesuatu yang berharga. Banyak kenangan manis dan juga pahit yang telah dibagi. Tapi, semua itu bisa menjadikan siapa diri kita sekarang. Seharusnya pengalaman membuat kita lebih dewasa dalam menghadapi segala masalah dalam hidup, terutama menghadapi diri sendiri. Yang terkadang malah lebih susah untuk bisa dihadapi, dibandingkan dengan pasangan yang marah. Tapi, seiring berjalannya waktu, kita juga belajar mengerti diri sendiri melalui orang lain.
Ingin sekali rasanya punya pasangan yang bisa mengerti bahwa saya adalah seorang perempuan mungil yang manja, juga romantis. Tidak mengharuskannya untuk setiap hari membawakan bunga atau apapun itu, hanya saja SMS manis yang menandakan dia peduli bahwa saya ada dalam hidupnya, itu saja kadang sudah cukup. Saya memang 'gampangan' hahaha...gampang sekali terbujuk dengan sikap manis pasangan saya. Sifat yang kadang bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri, karena terlalu mudah memaafkan orang lain.
Orang banyak bilang, iri tanda tak mampu. Itu memang yang sering saya alami, bukan cemburu. Saya iri karena saya merasa bahwa saat ini mungkin tidak dapat bersaing dengan sehat. Lawan saya disini adalah waktu. Saya juga tidak menuntut untuk diperlakukan sama dan seimbang, karena tidak ada yang dapat bertindak adil di dunia ini, kecuali Tuhan. Hanya saja, saya ingin sekalisekali, merasa diperlakukan selayaknya seseorang yang memang punya arti dalam hidupnya. Saya sudah menuliskan tuntutan saya, entah akan ada artinya atau tidak. Tapi, itulah upaya terakhir saya.
Entah kapan jika waktu mengijinkan kita bertemu, mungkin pada saat dirinya merindukan saya. Hahaha...semoga saja kata rindu ada dalam kamus hatinya, karena saat ini saya hanya ingin memeluknya penuh sayang, dan melihat senyum dan mendengarkan suara tawanya...:) Saya merindukan semua tentangnya...
PS: Semoga Tuhan menjaga dan melindungi kita selalu yah, gembulitan :D?
MWAH!
I believe there's a hero in all of us, that keeps us honest, gives us strength, makes us noble. And finally gets us to die with pride. Even though sometimes we have to be steady and give up the thing we want most, even our dreams.
Jika saya boleh berandai dalam hidup, maka akan banyak sekali khayalan yang tertumpah. Salah satunya adalah kamu. Sosok khayalan dalam hidup yang sederhana. Sosok yang tidak pernah terlintas bisa menjadi kenyataan. Boleh dibilang, Kamu adalah Pinokio saya. Masih ingat cerita tentang Pinokio, bukan?
Dalam dunia khayal di kehidupan nyata, yang sedang saya alami sekarang. Kamu, adalah lelaki impian. Boleh saja besar kepala, tapi saya yakin kamu sudah terbiasa dipuja oleh saya. Memang itu sudah menjadi sebuah kebiasaan 'buruk', menurut sebagian teman yang mengenal siapa saya. Tapi, namanya kebiasaan tidak gampang dirubah.
Bukan saya tidak pernah mencoba. Hanya saja, seiring berjalannya waktu akan kembali pada pola dasar saya.
Apakah salah jika memanjakan seseorang yang disayang? Tidak, sama sekali. Hanya saja, porsinya. Itu jawaban mereka yang biasa menasehati saya. Oh well...*nyengir*
Keras kepalakah saya? Mungkin. Tapi, selama saya merasa apa yang dilakukan adalah positif, mengapa harus dihilangkan? Itu sudah menjadi salah satu karakter saya. Jika memang ada yang merasa bahwa yang saya lakukan tidak baik, mungkin itu bukan masalah saya. Ya toh? Itu masalah mereka yang berpikir atau merasa seperti itu. Tapi, saya benarbenar menghargai pendapat mereka. Saya tau mereka sayang pada sosok mungil ini, apa adanya.
Terimakasih temans atas segala hal yang membuat saya semakin bertumbuh, setiap saat..mwah!
Sedangkan buat kamu, sepertinya cerita saya tidak akan pernah habis. Semua orang akan tampak dan bertingkah bodoh pada saat mereka jatuh cinta. Begitu pun saya. Mungkin, banyak yang bilang kelewatan. Begitu pun kamu yang berkata, bahwa saya senang menyakiti diri sendiri. Mungkin pendapat mereka dan kamu benar, dan saya keras kepala. Tapi, hati saya tidak bisa bohong. Saya tidak terbiasa untuk berbohong, ada yang aneh rasanya.
Karena pada dasarnya, tidak ada orang yang suka dibohongi. Siapa pun itu. Bukan berarti tidak pernah loh! Pernah banged. Tapi, berusaha dilakukan seminimal mungkin...bahkan berusaha untuk lebih banyak menabur kejujuran. Bukan untuk orang lain, tapi untuk ketenangan batin.
Seringkali saya berpikir wajar saja, jika sosok boneka kayu menjadi hidup. Banyak hal yang belum pernah dilakukan, dan penasaran untuk mencobanya. Begitu pun dirimu. Pinokio pun tidak luput dari godaan itu. Apalagi dirimu? Tapi, terus terang semua punya batas toleransi dalam menghadapi setiap individu yang hadir dalam hidupnya. Begitu pun, saya. Hanya saja, karena tingkat toleransi dan rasa cinta juga kebodohan bisa berbeda tipis, saya selalu bisa menaikkan kadar toleransi itu. Entah bagaimana caranya. Terdengar bodoh bukan?
Maaf, tapi inilah saya.
Wahai kamu, tanggung jawablah! Sudah membuat saya seperti ini. *terbahak* naaaaaa...bukan koq. Tidak akan pernah menuduh siapapun. Dari awal, ini adalah salah satu pilihan hidup yang tidak akan pernah saya sesali sedikit pun. Saya memang serius menyayangi kamu. Siapa pun dan bagaimana pun kamu akan menjadi. Tidak akan ada penyesalan. Semoga begitu pun dengan dirimu.
It's my own problem strapping myself into the time bomb. It's ticking now. Just hoping, the clock somehow stuck. So, it doesn't have to blow at the end.
Thanks for hanging here with me now. I appreciate your presence very much, even I'm living in a dream. At least, I have you within mine...
PS: Ai Ni, Wo Te Ai Ren, Diggy
Xie xie ni te ai...

Saya tertegun sesaat. Untuk beberapa lama saya tidak tahu harus bagaimana. Mungkin ini yang dinamakan krisis pertengahan umur. Sebenarnya saya malu untuk membicarakan hal ini. Tapi, dengan adanya hal ini jadi saya punya alasan untuk kembali menulis. Setelah sekian lama. Saya sudah tidak pernah lagi menulis dalam bahasa Indonesia.
Masalah sederhana seperti jatuh cinta dan patah hati. Kembali membuat saya bertanya tentang hidup. Ditambah lagi sakit yang cukup berat, untuk ukuran saya yang tidak pernah sakit. Hingga harus berbaring dalam waktu yang cukup lama. Hingga saya bosan untuk tidur.
Sakit ini, membuat saya banyak perpikir tentang hidup. Banyak juga kontemplasi yang dilakukan. Diingatkan untuk kembali bersyukur tentang hidup. Kali ini saya berpikir untuk tetap menjalani segalanya dengan sebaiknya. Walau apapun yang terjadi, saya sudah berjanji sama diri sendiri untuk BERBAHAGIA.
Bukan menggantungkan kebahagiaan itu pada orang lain, melainkan pada diri sendiri. Banyak pelajaran yang didapat, saat berbicara pada temanteman yang mau mendengarkan. Mungkin terdengar sepele bagi mereka yang punya masalah lebih besar dari saya. Tapi, itulah hidup. Selalu penuh dengan kejutan indah. Apapun masalahnya, waktu tetap berjalan terus.
Saya diharapkan untuk tidak menunggunya. Saya berharap bisa membahagiakan dia, saya juga berharap bisa berbahagia bersamanya. Banyak hal yang bisa membuat saya bertahan untuk ini. Saya masih mau bertahan, karena apapun itu saya percaya akan diberikan kekuatan untuk tetap menunggu.
Semua orang bilang saya bodoh, bahkan goblok untuk tetap mengharapkannya. Tetapi, entah mengapa, saya percaya. Apapun yang terjadi, semua terencana dengan baik. Tuhan tau apa yang saya mau dan saya percaya dia mengerti mengapa saya masih bertahan. Bukan untuk cinta yang semu, melainkan untuk mengajarkan cinta kasih yang utuh padanya.
Saya hanya berharap, bahwa dengan adanya cinta yang terlampiaskan dan didaraskan dalam doa yang tak pernah putus ini, dia dapat merasakan keutuhan cinta yang saya berikan.
Saya akan tetap menunggu hingga dia berpaling dan berkata 'Terimakasih atas cintamu' hanya itu yang saya harapkan...
Saya juga tahu, kalau dia tidak akan pernah membaca ini, sampai kapan pun. Tapi, tahukah kau? Bahwa dalam setiap detik yang terbuang, ada kamu dalam benakku, selalu...
Masih akan tetap menyayangimu selalu, Diggy

Seorang teman baik sedang ada diperbatasan hidup. Biasanya pada saat berada di perbatasan, kita benarbenar harus memilih jalan yang terbaik. Kebanyakan dari kita, biasanya sudah mengetahui jalan yang akan dipilih. Hanya saja, terkadang, kita sebagai manusia tidak pernah yakin dengan pilihan sendiri. Ada kalanya perlu pendapat orang lain untuk melangkah dan memastikan jalan yang telah kita ambil.
Begitu pula dengan teman saya. Setelah saya pinjami sebuah
‘buku yang hidup’ –istilah yang dia pakai- banyak sekali hal yang membuat dia LEBIH berani untuk bertindak. Paling tidak, apa yang tidak terpikir, sekarang mulai terpikirkan. Seperti ada ‘jalur’ yang terbuka.
Sekarang, yang dia butuhkan hanya KEYAKINAN pada diri sendiri. Itu saja. Sebelum dia YAKIN dengan dirinya, maka APAPUN yang dia rancang, sepertinya tidak akan terlaksana.
Tulisan ini dibuat agar sebagian orang bisa sedikit merasa lebih LEGA, dalam menghadapi apapun yang sedang dialami dalam hidup. Setidaknya, hanya ini yang bisa saya lakukan. Sedikit berbagi demi menyembuhkan dunia yang sedang ‘sakit’. Jangan sampai kita juga menjadi sakit hanya karena tinggal dalam dunia yang ‘sakit’.
Semoga dunia ini bisa SEMBUH dan SEHAT.
Jika sudah membaca tulisan saya sebelumnya, tentang sebuah buku, maka buku itulah yang disebut oleh teman saya, buku yang hidup. Buku itu memiliki roh sendiri, katanya, melalui pesan singkat. Saya senang sekali mengetahuinya. Jika diantara segala gundah yang sedang dia alami. Dia bisa mendapatkan jawaban dari semua hal, yang dia pikir tidak ada jawabannya.
Bagaimana caranya membuat
HAL YANG TIDAK MUNGKIN menjadi
MUNGKIN? Jawabannya cuma satu,
CINTAILAH DIRIMU LEBIH DAHULU, AMPUNI dan MAAFKANLAH dirimu sendiri. Pada saat saya bicara mengenai hal ini, orang pasti bertanya, maksudnya? Atau HA? Dengan mulut terbuka lebar…hahah..yeap..
Saya bicara dengan dua orang, teman pria, yang bilang bahwa hal diatas tidaklah mudah. Tidak gampang untuk belajar memaafkan diri sendiri, mengampuni lalu mulai mencintai diri sendiri. Nah loh? Benarkah? Bagi sebagian orang yang merasa dirinya penuh dengan dosa, dan sudah berbuat banyak salah dengan orang lain. Hal ini adalah yang paling susah. Karena teman ini pun bukannya tidak sadar atau tidak tahu mengenai teori ini, mereka paham sekali. Namun, untuk mempraktekkan langsung dalam hidupnya sendiri; sepertinya mereka masih memerlukan waktu dan kontemplasi yang cukup mendalam.
Saya tidak bilang ini gampang atau MUNGKIN saya PERNAH bilang ini hal yang mudah. Bagi saya pada saat saya praktekkan secara langsung. Tidak ada kendala sama sekali, karena saya berniat untuk MERUBAH diri saya. Berdasarkan NIAT itu, saya mulai untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh banyak orang, belajar memaafkan diri sendiri dan mengampuni segala dosa yang telah diperbuatnya, di masa lalu, sekarang juga yang akan datang.
Rasanya begitu luar biasa setelah bisa masuk dalam posisi memaafkan ini. Banyak sekali ‘beban’ yang terangkat dari pundak. Mulai dari sini, akan banyak sekali kebetulan yang memang bukan kebetulan. Dan pelanpelan diri kita akan mulai selaras dengan alam, tidak akan ada lagi hal yang tidak kita inginkan dapat terjadi, jika tidak kita ijinkan.
ANYTHING IS POSSIBLE
Ingat, pada posisi ini, kita tidak akan pernah menjadi Tuhan atau sakti mandraguna. Bukan. Justru dari sini, semua hal harus dilandasi dengan welas asih. Bukan dengan kesombongan. Hadapi segala omelan dan ocehan juga teriakan dengan senyum, tanpa ada rasa sakit hati.
Karena segala hal negatif yang dirasakan hanya ada dalam pikiran, apapun yang dirasa diatur dikepala. Oleh sebab itu, berpikirlah positif dalam menghadapi APAPUN. Seperti halnya menjadi seorang anak yang selalu bisa memberi jawaban pada orangtuanya, pada saat diomeli karena melakukan kesalahan. Demikian juga halnya dengan pikiran positif yang SELALU bisa menepis negativitas pikiran.
Jika setiap hari dilatih; maka kita akan terbiasa dengan hal ini…
Awali harimu dengan ucapan syukur, tersenyumlah pada dunia, gerakan badan, rasakan kembali detak jantungmu. Kehidupanmu sudah berjalan hingga detik ini, tidak adakah ungkapan kasih dari diri sendiri? Dibandingkan dengan mengeluh, bukankah lebih baik memikirkan nikmatnya makanan kesukaan? :)
Banyak hal indah dapat terjadi tanpa disangka, jika kamu mau membuka mata hati dan pikiran.
Berani mencoba?
Saya menunggumu di ujung pelangi bersama gentonggentong emas. YEAH!!
NB: Gorila, gak boleh binun lagi yah? :D hehehe...
SELAMAT LEBARAN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
When I find myself in time of trouble
Mother Mary comes to me,
Speaking words of wisdom
Let it be…=Beatles – Let It Be=Belakangan ini saya sedang tidak ingin mengetahui tentang apapun. Seandainya Bumi sempat berhenti seperdetak jantung pun, saya tidak mau tau. Saya hanya ingin terus berjalan. Entah sampai dimana akan berhenti nanti.
Menjelang hari Natal malah banyak sekali cobaan yang datang. Tapi, ada saja temanteman yang berusaha untuk menguatkan hati saya. Terutama Tuhan. Ia memang luarbiasa. Pada saat pertolongan duniawi tidak lagi mampu membantu, yang dapat dilakukan adalah meminta pertolongan secara rohani.
Pada saat saya kalah dan tidak tahan lagi dengan persaingan cari muka di kantor. Saya menangis. Bukan karena sedih dan cengeng. Tapi karena kesal. Setiap saya berusaha untuk menjadi lebih baik lagi, selalu ada saja kejadian ‘besar’. Membuat saya jatuh, benar-benar sakit.
Namun, yang sudah terjadi tidak dapat lagi diputar balik seperti memutar film.
Menjadi kambing hitam, adalah salah satu peristiwa yang tidak pernah saya duga. Apalagi untuk suatu hal yang memang sudah diakui bukan salah saya. Inilah yang membuat saya kesal. Mengorbankan karir yang saya bangun hampir selama 5 tahun. Membiarkan orangorang itu melempar kotoran di muka saya dan tidak mengakuinya. Gimana tidak kesal?
Sebenarnya, riwayat saya di kantor ini sama saja sudah selesai.
Apakah ada yang dapat mencarikan pekerjaan baru buat saya?
Gosh, I can’t even write anymore
I don’t know what to say and what to do,
I just NEED my holiday coming soon.
I want the New Year to wash everything…
I'm not in the mood to do things,
I just want to watch my movies, read my books and just dance!
Take all the trouble away and just leave it there…
Just let it be!
Btw, Blue makasih yah!
You truly a friend that one can count on!
Kamu adalah wujud kenyataan dari sebuah mimpi yang berubah menjadi angan,
Sosok mimpi yang berwujud kemudian hilang, hanya kenangan indah yang tertinggal dan terpatri begitu dalam. Dalam diriku dan benakmu. Kita pernah memiliki angan, kita pun memiliki mimpi yang sama. Entah siapa diantara kia yang akan mewujudkan angan dan mimpi tersebut menjadi peristiwa hidup.
Waktu berlalu tanpa terasa. Sewindu sudah berharap kenyataan segera datang, namun sepertinya waktu masih tetap akan bersandiwara untuk kita.
Entah kapan, tapi aku percaya 'suatu saat' itu akan hadir, seperti yang pernah kau ucapkan. Mimpi, angan dan janji akan terwujud menjadi kenyataan.
Tidak lagi hanya memandang tulisan pada layar monitor dan telepon genggam,
Tidak lagi hanya mendengar suara tanpa wujud,
Tidak lagi hanya mendengar tawamu, tapi dapat memandang kilau cahaya matamu.
Bertemu kembali adalah wujud kenyataan dari angan, mimpi dan janji hidup kita,
Semoga dalam kehidupan yang sebentar ini akan dapat terpenuhi.
Tetaplah menjadi bintang dilangit,
Agar cinta kita akan abadi,
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini,
Agar menjadi saksi cinta kita, berdua
[Kasih tak Sampai - PADI]
Sebuah lagu yang mengingatkanku akan hangatnya genggaman tanganmu, hari itu.
= Dedicated to Ishmael=
Setelah sekian lama mencari kesempatan untuk menulis. Akhirnya sekarang saya mendapatkan kesempatan itu. Kangen sekali rasanya merangkaikan huruf satu per satu. Saya merasakan kebahagiaan tersendiri saat mempunyai kesempatan ini. Dan akan saya manfaatkan semaksimal mungkin!
Pekerjaan dan juga kehidupan sosial yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja, akhirakhir ini membuat saya lelah. Ditinggal oleh mami pulang kampung juga menjadi salah satunya. Memang dari segi waktu, saya tidak perlu khawatir dia mengoceh karena saya pulang malam karena alasan pekerjaan. Tapi dengan tidak adanya dia dirumah juga menjadikan saya lebih bertanggung jawab dalam mengatur waktu untuk dirumah, pekerjaan dan kehidupan sosial.
Pada saat saya merasa bahwa saya sudah kelelahan, selalu saja ada semangat baru yang membuat saya tetap harus terus bergerak mengikuti kehidupan ini. Jika banyak yang bertanya apa yang membuat saya tetap terus bergerak, saya juga tidak tahu pasti. Namun, saya dapat mengira bahwa hal itu adalah sayang, cinta dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Terdengar egoiskah?
Mungkin iya, mungkin juga tidak. Karena memang pada kenyataan semuanya harus berawal dari diri sendiri.
Saya pernah berjanji beberapa hari lalu, pada diri saya. Jika saya mendapatkan kesempatan menulis. Saya akan mencoba menuliskan kisah tentang seorang teman yang mengalami kehidupan cinta yang luarbiasa, setidaknya bagi saya yang mendengarkan ceritanya. Bahkan dari pengakuan yang dia ceritakan pun sebenarnya dia pribadi tidak begitu percaya dengan apa yang sedang dialaminya, hingga sekarang.
Saya mengenalnya dari sebuah forum internet, dan tidak pernah sama sekali bertemu. Setelah sebuah pesan pendek yang dibalas hampir setahun kemudian, maka kami pun bertukar alamat untuk bisa saling menyapa lewat jendela maya.
Tidak lama setelah itu, saya baru mengetahui kalau ternyata dia sudah kembali ke tanah air dalam waktu yang cukup lama. Karena sebab inilah dia menghilang dari peredaran. Kami akhirnya bertemu dalam sebuah acara yang saya beri nama reuni. Seru!
Setelah itu, kami sibuk dengan pekerjaan masingmasing yang memang menyita waktu, hingga beberapa hari kemarin. Kabar baik saya terima, bahwa dia sudah mendapatkan pasangan yang dia inginkan selama ini.
Akhirnya!
Sebuah pertemuan yang tidak disangka dan semuanya seperti sudah diatur oleh sang waktu. Dia pernah bercerita, bahwa kalau ingin mendapatkan pasangan sebisa mungkin rumahnya tidak jauh dari daerah kediamannya. Dan si perempuan ini pun, seperti diatur rumahnya hanya 15 menit dari kediamannya. Dan setelah pertemuan pertama, banyak sekali kebetulan yang terjadi, dan begitu pas.
Pada saat hendak pergi ke suatu tempat, dan si perempuan juga tanpa janjian sebelumnya, sedang dalam perjalanan ke tempat yang sama. Temanteman dari keduanya tanpa pernah saling tau, ternyata sama. Semuanya itu hanya berjalan dalam waktu beberapa minggu saja. Dan bagi si Pria pribadi, yang mengalami hal ini, rasanya masih seperti berada dalam mimpi karena semuanya terjadi dan berjalan terlalu cepat.
Namun dia kembali berkata, “Its like too good to be true story, 'cause its all happen so fast. But, I’m not young anymore, so why should I wait?”
Mungkin kalimat itu merangkum semua hal.
Saya hanya ingin menambahkan bahwa orang sering bilang kalimat ‘orang sabar disayang Tuhan’ inilah bukti nyata dari kalimat tersebut. Hal yang tidak pernah dipikirkan terjadi pada saatnya. Dan juga kebetulankebetulan yang ada dalam The Secret juga dapat terbukti dari hal ini. Yang namanya hukum tarik menarik, sadar atau tidak hal tersebut kita lakukan setiap hari.
Hanya seberapa sering kita ‘sadar’ bahwa kita sedang dan sudah menerapkannya?
Pernahkah Anda mencoba untuk menyadarinya?
Btw, di SOGO lagi ada SLEEPFEST loh, buat yang mau beli asesoris kamar. Ganti kasur baru atau beli bantal dan sprei baru, datang ke SOGO yah! :)
Selamat berakhir minggu!
Note:
Hey George, I’m happy to hear this news from you. I’m hoping getting the invitation soon enough :D
Tears are forming in your eyes
A storm is warning in the sky
The end of the world it seems
You bend down and fall on your knees
Well, get back on your feet, yeah!
Mba,Tibatiba layar jendela maya muncul di monitor saya,
Ya?Punya Five for Figthing yang Dying gak? Cause I’m dying here…Begitulah jawaban yang terpampang dihadapan saya. Tibatiba saya berpikir ada apakah dengannya? Tanpa menunggu, saya mencari lagu yang di minta dan langsung saya kirimkan padanya melalui jendela tadi.
Thanks yah, mba
YWHanya itu yang dapat saya berikan. Entah apa yang terjadi, tapi sepertinya dia sedang suntuk dengan pekerjaannya.
Keesokan harinya, saya berikan dia lagu.
If you’re dying then FEEL THIS :)Sebuah lagu dari
Bethany Joy Galeotti, pemain salah satu film serial yang saya tonton. Hanya ada
icon tertawa dilayar monitor, tapi itu sudah dari cukup.
Lalu saya melanjutkan,
Kalau aku ngasih kamu lagu, bukan karena lagu itu enak di denger, tapi juga karena liriknya punya arti. Klo bisa sekalian di cari yah?Thanks banged yah buat lagunya :D really appreciated!
Saya suka sekali mendengarkan lagu di kantor. Bahkan secara khusus mengeluarkan kocek sendiri. Untuk membeli hard disk [HD] khusus sebesar 80G hanya untuk lagu. Memang hasil dari mengunduh. Tapi, itu adalah kesenangan sendiri, untuk bisa memiliki lagu yang dicari oleh orangorang. Setidaknya bisa membuat mereka senang karena bisa menyediakan lagu yang mereka cari.
Terakhir saya baru tau, kalau ternyata HD tempat menyimpan data mentah di komputer ini hanya 40G. Saya juga baru tau, pada saat saya minta HD yang lebih besar untuk bisa menampung segala macam data yang diperlukan. AKHIRNYA, saya mendapatkan HD 160G untuk data kantor! YEAH! SENANG! :D
Salah satu dari ‘pelanggan’ setia yang suka minta lagu. Saya bilang sama dia, kalau hidup memang sudah payah menurutmu, buat apalagi dikeluhkan? Semua itu ada di kepala dan hatimu untuk bisa FEEL GOOD dan merasa bahagia, SETIAP HARI.
Semua hal yang baru dalam hidup diperlukan adaptasi. Demikian juga dengan susunan imajinasi dalam pikiran. Yang biasa terkonstruksi untuk berpikir negatif, ketika diminta untuk berpikir positif. Maka, akan mendapatkan perlawanan. Pada saat ini terjadi, jangan menyerah. Jangan kalah dengan pikiran negatif. Karena pada dasarnya melihat kehidupan dari sisi yang LEBIH positif jauh lebih menyenangkan. Tidak akan pernah ada yang tahu, perubahan apa yang terjadi pada hidupmu. Namun, BERUSAHALAH!
Don't look away/Don't run away/Hey baby it's only life/Don't lose your faith/Don't run away/Hey baby its only life/Yeah it's only life...
Lari dari dan atau menutupi masalah. Hanya salah dua dari contoh masalah. Banyak orang dalam menghadapi hidup, seperti itu. Termasuk saya. Hanya saja, saya mulai belajar untuk bisa menghadapi semua dengan lebih tenang dan pasrah. Terutama dalam mencari jalan keluar. Tidak dengan kepanikan dan emosi lagi. Pelanpelan pada saatnya semua akan selesai dengan sendirinya. Selama kita tidak lari dan tidak terpancing emosi.
Mungkin akan ada yang bilang, ngomong atau nulis memang gampang. Betul. Tapi, semua ini ditulis karena saya sudah merasakan dan mengalaminya, dari susah jadi gampang. Hanya dengan berpikir lebih positif dalam menghadapi masalah, dan juga bersyukur setiap hari masih bisa hidup.
Sudahkah Anda bersyukur hari ini? :D
You were always playing hard/Never could let down your guard/But you can't win/If you never give in/and to that voice within/is saying pick up your chin/Baby, let go of it
Jika kita mengeluh bahwa hidup yang kita hadapi sekarang adalah hidup yang keras, berpikirlah kembali. Renungkan kembali perjalanan hidup Anda sebelum memulai pekerjaan di pagi hari, atau malam sebelum tidur. PASTI tidak akan separah yang Anda pikirkan dan keluhkan. Masih punya rumah untuk bernaung, walau akan bocor pada musim hujan. Masih punya kasur untuk tidur dengan nyaman, dari pada beralaskan ubin. Masih punya makanan hangat menyambut pagi, siang dan malam. Dibandingkan mereka yang mengais dari tempat sampah.
Semua itu adalah kehidupan. Kita yang membuat hidup kita berarti. Entah bagi diri sendiri atau orang lain. Saya percaya bahwa setiap orang bisa berbuat baik. Tapi, jika orang itu tak pernah tau bagaimana membuat diri sendiri bahagia atau menghargai diri sendiri. Maka, dia tidak akan pernah bisa membahagiakan orang lain.
No matter how bad one has to try.
Cintai dan bahagiakanlah diri sendiri, maka seluruh dunia akan memberikan kebahagiaan yang Anda inginkan.
Percaya?
Buktikanlah sendiri :) jika sudah dicoba dan berhasil, silakan ceritakan pada orang lain.
Semoga semakin banyak orang yang akan berpikir positif dalam menghadapi kehidupannya.
Lyric by Kate Voegele - It's Only Life
The happiness of one life depends on the quality of one thoughts.
Hanya sepenggal kalimat sederhana, entah mengapa begitu bergaung didalam benak saya. Berawal dari kiriman surat elektronik seorang teman dari jauh. Seperti biasa hanya saya anggap sampah. Tapi, karena saya mengenal siapa si pengirim maka saya pun membacanya. Dari sekian panjang isi tulisannya, beberapa memang ada kalimat yang bagus. Tapi, yang satu ini tertinggal dihati dan pikiran. Sepertinya PAS dengan suasana hidup saya sekarang ini.
Hujan turun menambah suasana semakin syahdu. Saya hanya bisa tersenyum memandang rintik hujan dari dalam gedung dengan kaca akrilik ini. Saya menyukai musim hujan, entah mengapa.
Banyak orang bilang musim hujan adalah musim kawin. Benar gak sih? Saya tidak pernah begitu memperhatikan fenomena ini, apakah ada diantara temanteman yang memang menerima begitu banyak undangan pernikahan menjelang akhir tahun? Jika ya, mungkin benar juga teorinya. Pada saat bulan berakhiran kata BER dimulai, dan hujan mulai sering bercengkrama dengan Bumi pertiwi, maka musim kawin pun dimulai.
Hmmm…lucu juga :D
Sebenernya kutipan diatas juga saya peruntukkan bagi adik angkat yang sedang gundah gulana. Sudah lama tidak pernah lagi ngobrol dan mengetahui detil ceritanya sejak lulus kuliah. Kami, seperti layaknya orang lain saja. Padahal DULU, setiap akhir pekan PASTI jalan dan nongkrong.
Akhirnya, beberapa hari belakangan, dia mulai lagi sering berhubungan. Ada saja tingkah laku isengnya. Saya mengerti apa yang dia lakukan, karena sindrom patah hati akan membuat orang jadi linglung untuk sementara waktu. Tidak tahu apa yang harus dilakukan dan mau kemana. Sepertinya hidup terasa tidak ada tujuan. Tapi, memang seperti itulah yang terjadi. Saya rasa, semua orang yang pernah patah hati mengerti apa yang adik saya rasakan, saat ini.
Saya hanya berharap dia dapat segera beradaptasi lagi dengan dunia nyata, dari pada berkutat dengan situasi linglung yang sekarang. Beberapa orang sudah bicara dengannya, demikian juga dia sudah bertanya dengan beberapa orang, saya yakin itu. Semoga dia bisa cepat kembali menjadi dirinya sendiri.
Pada saat masa genting dia pernah curhat dan bicara mengenai masalahnya, tapi ada satu pertanyaan yang hingga detik kemarin, masih tidak mampu dijawabnya. Padahal buat saya itu adalah salah satu pertanyaan sederhana yang juga dapat di jawab tanpa perlu berpikir karena menyangkut PERASAAN.
Are you happy with her/him?
Tanyakan juga pada dirimu sendiri, jika memang sebuah hubungan antar manusia yang sedang kau jalani ini hanya mengakibatkan hati gersang dan tidak adanya kebahagiaan. Untuk apa?
Tapi jika memang airmata dan tarik urat leher adalah salah satu ungkapan rasa sayang atau kebahagiaan, maka jalanilah!
Selama kau merasakan KEBAHAGIAAN, nikmatilah!
Jangan suntik isi kepalamu dengan berbagai macam pikiran negatif. Karena pikiranpikiran aneh itu akan kembali seperti karma. Semua pikiran negatif dapat menjadi kenyataan jika di dorong dengan niat yang mendadak, walau pun hanya sebesar biji sesawi.
Jadi, nikmatilah segala kebahagiaan yang dunia tawarkan. Jangan lagi penuhi dengan berbagai keluhan dan sumpah serapah. Karena segala kebahagiaan yang kau inginkan berawal dari apa yang kau pikirkan mengenai kebahagiaan itu sendiri.
THE WORLD IS BEAUTIFUL, ENJOY IT!
Pada saat saya mulai menuliskan saya sudah tau, bahwa entah dibagian mana dari tulisan nanti, akan membuat saya terharu.
Terharu akan segala kebaikan dan kemanjaan yang tercurah dari temanteman baru yang LUARBIASA. Saya tidak dapat mengungkapkan dengan katakata lagi, selain beribu terimakasih. Memang sudah disampaikan secara langsung, tapi tetap saja. Tidak cukup.
Oleh sebab itu, ini adalah ungkapan terimakasih dari saya.
Perjalanan ke Jogja yang tidak pernah terjadi, jika tidak ada keinginan bertemu dan menemani temanteman yang sedang belajar fotografi. Saya berterimakasih karena
kaskus mempunyai komunitas fotografi yang cukup solid. Dari sana, semua cerita berawal.
Bertemu dengan temanteman yang sesungguhnya. Temanteman yang memang MENGERTI arti kata TEMAN dalam hati dan diaplikasikan dengan begitu luarbiasa. Saya sungguh beruntung bisa mengenal kalian satu per satu, dan membuat hati saya bergetar dengan hangat, ditengah hawa Jogja yang dingin.
Teddie,
Seorang kawan lama yang baru kali ini bisa bertemu dan bertatap muka. Perjalanan pertemuan ini panjang yah? Perlu waktu tahunan untuk kita dapat bertemu, akhirnya. Terimakasih atas suguhan coklat, latte dan teh yang luarbiasa nikmat *karena gratis! :D* dari Kedai Kopi-mu. Tidak pernah disangka yah? Sebuah ide gila bisa menjadi kenyataan. Memberikan bukti pada mereka yang tengah bermimpi untuk bisa mewujudkan apa yang ada dalam benak mereka, saat ini.
'Never been better!'
Itu adalah ungkapanmu, yang menjadi favorit, saat saya tanyakan lagi bagaimana hidupmu saat ini. Senang sekali saya mendengarnya.
Mungkin buat temanteman lain yang mempunyai masalah dengan komputer, suatu saat juga memerlukan jasa pelayanan dari bakoel komputer? Silakan coba di hubungi :)
What a wonderful gentleman you've become, Ted, after all those naughty things you've done in the past! Heheheh... Still, you can fulfill your dream wonderfully. That's the best moment in life that one can give to others and make it as an example. Hope the new young friends that I introduce to you can learn something valuable from your experiences :) Thanks for being such a wonderful host for me! You're awesome!
Inung,
Seorang mantan pembalap yang menjadi seorang bisnisman. Mengurus sebuah hotel dengan nama Galuh Anindita. Jika memang sedang ke Jogja, ingin mencari hotel yang murah, meriah, dan nyaman. Maka silakan datang ke hotel ini.
Mas Inung, terimakasih buat semua kebaikan dan juga cerita yang seru dan luarbiasa. Terutama segala cerita mengenai pengalaman dalam menyetir mobil. Banyak hal yang dapat saya tangkap didalamnya. Walau terus terang, saya pribadi masih belum bisa nyetir, tapi mendengarkan cerita dari Mas. Benarbenar seru.
Paling seru adalah saat banyaknya 'kripik pedas' yang dilontarkan pada saudara Adit. *Lirik kiri kanan, ada orangnya gak yah? :D* Terimakasih, atas keterbukaan dan kekeluargaan yang dirasakan oleh saya selama berada di Jogja, tidak ingin pulang rasanya. Semoga kekurangan saya dalam menghadapi kalian untuk pertama kali, bisa dimaafkan dan dimaklumi. Kadang orang Jakarta memang suka sembarangan bicara dan bersikap :)
Aryo,
Saya hanya tau mas yang satu ini, cukup gila. Kesan pertama begitu biasa, setelahnya...ohhh ampun mass...luarbiasa konyol! :D
Menyetir ke Candi Boko dengan kecepatan yang membuat kami berdansa dibelakang mobil. Terimakasih buat traktiran dan pengalaman foto yang tak tergantikan. Buat jamur asem manis dari Amboja Cafe yang aahh...menghabiskan liur. Terimakasih buat jalanjalan ke Pantai Sundak, Wonosari bersama dengan gadis asal yang cantik. Terimakasih atas pinjaman sarungnya sewaktu hunting foto matahari terbit di kaki gunung Merapi, Kali Adem. Astaga....dingin minta ampun!!
Adityo,
Ahhh...gak tau mau komentarin apa. Selain mendapatkan seorang teman dan juga adik yang bisa dijadikan tempat curhat dan bermanja juga bahan ledekan baru. You're the best male-escort! Hehehe...Dibalik segala kekonyolan yang tertuang, kamu adalah seorang anak yang berbakti, sensitif dan baik hati. Tetap seperti ini sampai kapan pun juga yah! Just like a candle, your character can lights everyone's life.
*awas kepalanya gak muat masuk mobil :p*
Alvin,
Fotografer profesional nih! Kalau ada yang mau foto pre-wedding, silakan langsung menghubunginya. Beberapa hasil koleksi fotonya bisa dilihat disini.
Vin, jangan terlalu sensi jika dikritik orang, selama kritik itu membangun, dan bisa membuatmu menjadi seseorang yang lebih maju lagi. Jangan semua omongan orang kau telan mentahmentah. Tidak baik juga bagi kesehatan hatimu, nantinya.
Semoga suatu saat nanti kalian semua bisa berkumpul di Jakarta, dan bisa hunting bersama kembali.
Terimakasih atas segalanya!
Merindukan kalian semua, selalu...
*fotofoto yang dijanjikan menyusul, karena masih terpisahpisah*
[25 Juli 2008]

Sebagian atau banyak dari kita, PASTI menerima surat elektronik yang disertai dengan gambar disamping. Gambar tersebut dibagikan agar kita dapat ikut berpartisipasi dalam hari HENING SEDUNIA yang jatuh tepat pada hari JUM'AT AGUNG.
Memang hari itu temanteman yang memeluk agama Katolik akan melakukan 'tapa' yang terakhir, untuk berpantang dan berpuasa juga upacara jalan salib. Karena pada pukul 15.00 jelang sore, Yesus akan wafat.
Semoga sebagian orang ingat hari itu walau sedang berlibur, semoga kita juga dapat sesekali mawas diri dan ikut memperhatikan dan mencintai dunia yang sering sekali kita caci maki. MUNGKIN sekarang saatnya, kita tunjukkan bahwa kita juga peduli sama dunia, dengan ikut berpartisipasi untuk hening sejenak.
Buat yang akan ke Mesjid merayakan ulang tahun Nabi Muhammad, sampai kan salam saya padaNya yah?! :)
Selamat berlibur panjang!
Semoga liburannya menyenangkan, penuh cinta dan berkat...
Yang sempet pulang kampung, jangan lupa oleholeh* yah!
*Oleholeh itu bisa berupa apa ajah loh! Bukan harus suatu benda yang dibawa dari daerah tersebut, melainkan sebuah cerita indah, juga merupakan oleholeh pulang yang istimewa!
= SELAMAT PASKAH!! =Semoga berkat pengorbananNya di kayu salib, dapat membuat kita kembali menyadari bahwa salib yang kita pikul masih belum ada apaapanya dibandingkan dengan salib yang dipikulNya hingga ke Golgota.
Terimakasih Tuhan atas segala kasihMu, bagi kami semua!
Saya sunggu bersyukur atas segala kasih yang tercurah dalam hidup saya hingga, detik ini.
Terimakasih atas udara yang terhirup sepanjang umur,
Terimakasih atas kesadaran yang penuh akan karuniaMu,
Puji Syukur atas hari yang indah!