[JejakkakiKu]
  • Home
    • Submenu
  • About Mei
  • Business
  • Analog Mode
  • Say Hey!
Setiap kali saya menulis sesuatu disini adalah belajar. Setiap kali saya membaca tulisan kalian, saya belajar. Menulis itu, menurut saya, sama halnya dengan mencari makan enak. Pada saat lagi tidak ingin makan. Bagaimana caranya biar nafsu makan kembali? Yah, cari makan yang membangkitkan rasa. Apapun itu yang terlintas. Yang penting makan.

Bagi beberapa orang yang kerjanya tiap hari menulis, pasti menulis itu adalah nasi. Gak bisa makan kalau tidak ada nasi. Cara menuangkan dan rangkaian kata, juga gambar yang ada didalamnya adalah bumbu dan lauk pauk yang menemaninya makan.

Saat dituntut untuk menulis, padahal sedang tidak ada gairah menulis. Tentu saja harus tetap menulis. Karena apapun yang ditulisnya akan terbit esok hari atau pada edisi bulan ini. Apalagi, bagi mereka yang berprofesi sebagai wartawan, harus ada laporan harian mengenai tindak tanduk mereka mencari berita. Dengan menuangkan hasilnya pada tulisan atau mencari nara sumber, agar ada berita yang ditulis.

Saya bukan mereka.

Saya tidak mencari makan dengan menulis. Punya rencana. Hanya belum tercapai, suatu saat PASTI. Saya yakin akan hal itu. Tapi, saya tetap belajar menulis setiap hari. Apapun yang terbaik yang saya tuliskan dapat Anda baca disini.

Saya menghargai setiap orang yang berkomentar,
Saya menghargai setiap kritik yang masuk,
Saya menghargai setiap tindak tanduk tamu saya di sini.

Hanya saja, saya tidak terima jika tulisan saya dikritik terlalu gamblang, hanya karena jenis kelamin saya. Saya benarbenar tidak terima. MURKA dan KESAL. Itu yang saya rasakan.

Dan yang lebih membuat saya sedih adalah hal itu datang dari orang yang saya percayai sebagai editor. Saya tidak tau awal alasannya dia meminta saya mengubah akhir tulisan saya kenapa. Dan dia begitu MEMUJI teman yang menuliskan dengan gamblang kata ONANI dan MASTURBASI dalam tulisan dia yang jenaka.

Kemudian saya bertanya, apa yang membedakan tulisan saya dan dia? Jawaban gamblang yang saya terima adalah KARENA KAMU PEREMPUAN.

Saya terdiam. Menenangkan gemuruh dalam hati saya. Tapi, saya bukan tipe orang yang bisa menyimpan perasaan seperti itu. Apapun yang saya rasakan HARUS dapat saya tuangkan, setelahnya saya akan berdamai lagi dengan diri saya.

Saya kemudian bertanya, jika memang masih ada orangorang yang berpikir bahwa perempuan tidak dapat menuliskan apa yang ada dalam pikirannya, gimana jadinya yah?

Keluh

Saya hanya belajar menulis melalui sarana blog. Dengan harapan suatu saat, jika memang sudah cukup mendapat pelajaran, bisa membagikan ilmu saya dalam bentuk cerpen atau cerbung. Tercetak dan dibaca banyak orang. Perjalanan memang masih jauh. Masih penuh dengan liku, sebelum tiba di jalan bebas hambatan. Namun, saya tidak akan berhenti hanya karena kemacetan yang ada.

Saya tetap menghargai komentar jujur yang dilontarkan. Karena dengan adanya komentar jujur itu saya jadi mengerti. Ternyata masih ada juga orang yang berpikir dari segi jenis kelamin pada saat menilai tulisan seseorang. Siapa pun dia. Apapun yang dia kerjakan. Bagaimana pun pekerjaannya.

Hmm…

[10 Juli 2008]
Saya belajar untuk mengucap syukur setiap hari untuk apapun yang saya alami, dan mohon ampunan untuk segala hal yang terabaikan. Terutama bagi temanteman dan handai taulan yang saya kenal dan sayangi.

Apapun yang mereka alami dan bagikan sudah menjadi bagian dari hidup saya. Hingga saat ini saya tidak pernah menyetujui hal yang bernama aborsi. Bagi saya calon manusia itu tidak salah dan berdosa. Mengapa harus dihakimi untuk tidak hidup dan melihat dunia?

Jika memang kedua orang atau orang ketiga yang memutuskan untuk tidak membiarkannya hidup, mengapa kalian ciptakan dia? Hanya bermodalkan nafsu yang menggebu, dan tidak menggunakan pelindung yang sudah diciptakan dengan berbagai macam warna dan rasa untuk memuaskan hubungan cinta yang seharusnya dinikmati penuh dengan cinta yang bergelora, bukan dengan nafsu semata.

Saya sedih. Tidak tau lagi harus berkata apa.

Dalam keluarga keponakan yang lucu dan pintar adalah bukti bahwa saya bisa menyelamatkan dia dari tindakan bodoh kedua orangtuanya. Dalam lingkaran pertemanan kemarin pun, saya mendapatkan bukti indah. Celoteh lucu dari mulut seorang anak berumur 3 tahun bulan April nanti. Ia berhasil melihat dunia yang memang diciptakan untuk terlihat indah dan menarik bagi hidupnya. Pasangan itu dengan gigih berjuang membesarkan si jabang bayi dan tadi malam mereka dengan penuh kasih tulus, bersedia membantu saya untuk bertemu dengan teman saya yang sedang berada dalam persimpangan yang sudah pernah mereka lewati bertahun lalu.

Saya bangga dengan mereka yang memutuskan untuk menghidupkan calon bayi mereka, hingga saat ini. Celoteh mesra dari mulut kecil itu benarbenar menghibur saya…

“Halo, Tante”

“Aku jago bahasa Inggris loh!”

“Oh yah? Mana coba?”

Terdengar suara sang Ibu membimbing pertanyaan untuknya.

“Coba, kalau Matahari apa?”

“Sun”

“Eyes”

“Kiss”

“Red, Blue, Yellow”

Dan beberapa kalimat pertanyaan yang membuat saya terkagum.

“Nanti kita jalanjalan yah, Tante”

“Boleh!”

“Mau jalan kemana?”

“Beli BreadTalk”

“Memang kamu mau roti yang mana?”

“Yang ada matanya!”

"Ya udah nanti kita beli rotinya yah?!"

"Iyaa, daagghh Tante. Muaahh!"

Hahah…lucu sekali mendengarkannya bisa berkomunikasi. Terakhir kali saya bertemu dengannya adalah pada saat dia masih harus minum ASI. Badannya yang gemuk dan gempal membuat kewalahan Ibunya yang baru belajar menjadi Ibu muda, pada umur 19 tahun.

Selesai bercengkrama dengan Diego, pikiran saya kembali pada teman saya yang sedang dilema.

Kembali teringat pembicaraan tadi malam...

“Halo Mei…”

Terdengar begitu lemas

“Dimana kamu?”

“Udah selesai, Mei…”

“Apanya dah selesai?”

“Udah dari dokter, baru ajah keluar. Gak lama koq. Cuma 15 menit”

Saat itu saya hanya mampu memejamkan mata dan tidak mampu berkata apapun.

“Kamu sama sapa? Ya sudah kalo memang itu sudah menjadi keputusan kalian…
Jangan lupa untuk banyak berdoa dan memberikan nama unisex padanya”

Hanya itu yang mampu saya ucapkan.

Saya hanya berharap mereka tidak akan pernah menyesali keputusan yang sudah mereka ambil, dan si perempuan tidak akan menjadi gila karena merasa ‘dihantui’ oleh keputusannya sendiri. Temanteman yang membaca ini semoga bisa bantu mendoakan mereka dan si calon anak. Siapapun mereka, semoga tidak adalagi orang terdekat dari kita yang melakukan hal ini.
Semoga temanteman bisa lebih bersyukur atas hidup yang dijalani dan bertanggungjawab atas segala perbuatan yang terjadi.

Please, Safe sex! Wear your condom, guys! Even when your girls don’t want you to.
Drink and take your pills, girls. If you don’t want your guys wearing the condom.
Hope there’s no killing for the innocent in the future. :)


= I’m sorry, please forgive me, thank you, I love you =
Dari dulu yang namanya begadang itu memang tidak pernah bagus. Maaf, saya tidak bermaksud untuk menuliskan ini bagi kamu yang memang HARUS begadang karena tuntutan pekerjaan atau memang memiliki penyakit insomnia akut. Tidak sama sekali.

Ini hanya sekedar tulisan untuk melegakan hati yang sedang tidak jelas. Sudah lama rasanya tidak menulis, karena harus pontang panting dan masih akan pontang panting karena sepertinya jadwal pameran tidak akan berhenti sampai akhir bulan ini, tapi berlanjut hingga dibulan Maret.

Untuk sebab itulah, terkadang diantara kesibukan dan lelahnya seharian atau setengah harian bekerja, ingin sekali mendapatkan kualitas waktu yang cukup bersama dia. Tapi sepertinya memang namanya juga lelaki tidak pernah bisa diberikan ‘petunjuk’ semuanya harus diberitahukan secara langsung.

Maaf, jika perempuan terkadang lupa kalau harus mengatakan segala sesuatunya dengan gamblang, apapun yang mereka inginkan pada pasangannya. Banyak pengalaman yang membuat kami sebagai perempuan kadang terpaksa tidak menunjukkan apa yang kami inginkan, karena jika terlalu gamblang maka akan di cap sebagai perempuan yang terlalu kasar atau sebaliknya. Apapun yang kami lakukan baik atau benar tidak ada benarnya dan lebih banyak salahnya. Aneh bukan?

Di akui atau tidak hal ini terjadi di dalam pergaulan di Negara ini. Banyak orang yang lebih melihat cangkang yang bagus daripada mutiara indah yang berkilau didalamnya. Bagi saya biasanya orang yang seperti ini pada akhirnya malah lebih merana dibandingkan mereka yang sama sekali tidak menilai dari cangkang atau mutiara didalam. Kenapa? Karena mereka sok tau!

Seperti halnya salah satu pedagang terkenal di negara ini, yang selalu memakai celana pendek dan berkaos ria kemana pun dia pergi, dan pernah di usir oleh satpam di salah satu pusat belanja terkenal hanya karena dia berpakaian ‘tidak pantas’. Apakah harus seperti itu? Semuanya di nilai dari penampilan luar yang menor? Sehingga menimbulkan penjahat atau perampok baru yang memakai kerah putih dan berdasi. Semua itu ada, karena kita sendiri yang menciptakan mereka. Jadi jangan salahkan penampilan yah?

Saya akui tulisan ini juga aneh, begitu banyak hal yang mau saya tuangkan disini, tapi sepertinya semua hanya numpang lewat bertubrukan di kepala saya. jadi maaf, jika tulisan ini jadi terbaca cukup aneh. Mungkin dengan adanya tulisan ini suatu saat salah satu topik yang saya sebutkan disini bisa menjadi satu tulisan khusus.

Belajar untuk tidak melekatkan diri dengan bentuk APAPUN yang ada di hidup ini sepertinya salah satu pelajaran yang cukup bisa dipelajari. Saya tidak ingin menyebutkan susah, karena kalau sudah susah maka untuk menjalaninya pun akan susah. Oleh sebab itulah, saya dalam proses belajar untuk tidak melekatkan diri, termasuk dengan blog ini. Maaf, jika belakangan pembaca setia tidak mendapatkan tulisan yang menyegarkan jiwa, karena sepertinya saya pun membutuhkan penyegaran itu.

Nonton bareng yuks? :D

Mungkin bertemu dengan temanteman baru bisa membawa penyegaran tersendiri, apalagi jika topik pembicaraan pun bisa nyambung. Pasti seru deh!

Masih ada tenggat waktu untuk menulis cerpen yang udah dijanjikan, maafkan juga kalau belum sempat diserahkan pada redaksi, karena alamat surat elektronik redaksinya entah hilang dimana. Bisakah dikirimkan lagi? :D TERIMAKASIH!

Tapi memang lelaki jika sudah bertemu dengan yang namanya motor atau elektronik, jadi lebih menyebalkan dari biasanya! Bisa seperti manusia serigala yang berubah karena bulan yang penuh, dan entah kenapa sebagian besar lelaki yang berhasil bersentuhan dalam hidup saya PASTI punya dua hal itu. Saya tidak pernah melarang dia melakukan apapun keasikan bermain bersama temanteman lain, selama apapun yang namanya tanggungjawab tetap di jalankan, jangan karena begadang main game online, besok masuk kantor telat atau karena mabukmabukan, rapat penting pagi harinya tidak datang.

Hingga saat menuliskan ini, saya tidak pernah bisa toleransi hal tersebut. Apapun alasannya. Karena bagi saya, memanjakan diri sendiri itu boleh saja, tapi tentunya harus di sertai dengan tanggung jawab selanjutnya. Bukan berarti setelah senangsenang, tidak perlu lagi balik ke dunia nyata.

Sepagi apapun saya pulang dari café atau club, kalau harus kerja yah kerja dan pasti bangun. Jam biologis saya tidak bisa menipu otak dan kalau nantinya di kantor ngantuk karena kurang tidur, itu sudah menjadi resiko. Tapi bukan berarti mencari alasan sakit kepala untuk tidak masuk ke kantor karena masih sisa mabuk semalam. Untungnya saya sudah belajar untuk tidak mabuk berat pada saat jalan bersama temanteman yang PASTInya akan mabuk berat, kalau pun sudah tau mulai mabuk, akan saya paksa muntahkan biar pada saat semuanya tidak sadarkan diri maka saya bisa sadar.

Sudah lama sekali rasanya yah?
Mabok yuuukks! :D

Have a nice weekend, friends!
CUIH!!!

Harusnya emang gua ludahin tampang loe yang gak jelas itu, biar jadi tontonan! Jangan mentangmentang penampilan gue lagi gak jelas, trus loe bisa seenaknya, bangsat!!


*fiuhh lega! :D
Postingan Lama Beranda

Search this blog

ABOUT AUTHOR

This is Meita’s website and you are in a right place to get to know a little bit more about her. She is a dreamer who likes doing digital marketing and been blogging since 2003. She also loves watching TV shows, and movies. Also, passionate about the world. Graduated from the University of Indonesia majoring in Cultural Tourism, taught her a lot about how great Indonesia – country where she is from – in cultural level. Still curious about her? Find out more here ;)

come find me

Visitors

FEATURED POST

THE WORLD NOWADAYS

Nowadays, we do live in the world where sincere thank yous are rare. Where sorries and apologies are extinct. Let alone, caring for the sa...

THE MOMENTS

  • ▼  2018 (11)
    • ▼  September (1)
      • THE WORLD NOWADAYS
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2015 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2014 (10)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2012 (11)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (5)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2009 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2008 (70)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (14)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2007 (108)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (22)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  September (11)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (8)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (9)
  • ►  2006 (130)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (14)
    • ►  September (12)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (21)
    • ►  April (14)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2005 (102)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (20)
    • ►  April (16)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2004 (82)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (18)
    • ►  Februari (16)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2003 (22)
    • ►  Desember (14)
    • ►  November (7)
    • ►  Agustus (1)

FOLLOW ME @ MEITAWIN

ABOUT ME

Hanya seorang perempuan mungil yang masih terus berusaha meraih mimpi terbaik yang ditawarkan dunia. Lalu, berusaha juga untuk membangun dunia yang lebih baik dari sekarang. Entah bagaimana caranya, tetapi harus mulai dari memperbaiki diri sendiri. Menjadi manusia yang LEBIH baik hingga mempunyai rasa BANGGA terhadap diri sendiri, hingga perasaan tersebut lebur dan akan tetap tinggal tak lekang oleh waktu. Semoga [JEJAKKAKIKU] akan menjadi bagian terindah dalam kehidupan ini. Karena yang tertinggal hanya akan menghilang suatu saat nanti, namun jejak-jejak itu akan tetap membekas dibeberapa tempat yang pernah disinggahi. Meski tak terlihat dengan kasat mata.

POPULAR POSTS

  • LAMUNAN SENJA
    Sudah lama aku termenung di sisi jalan. Di kejauhan terdengar suara terompet kapal di pelabuhan dan decit burung-burung manyar. Kembali...
  • BOOK REVIEW
    Masih ada 2 buku yang tertunda, untuk dibaca. Saat ini saya masih belum mendapatkan versi buku aslinya. Hanya bisa mendapatkan dari buku ele...
  • THE KARTINI DAY
    BUNGA Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku. Semalam untuk pertama kalinya kami b...

Copyright © 2016 [JejakkakiKu]. Created by Meita Winarto