[JejakkakiKu]
  • Home
    • Submenu
  • About Mei
  • Business
  • Analog Mode
  • Say Hey!


I learned the hard way to understand boundaries and privacy. Wasn't sure actually it's going to be like this. But, I completely aware of the consequences yet, I'm still crossing the lines.

We finally had that big argument. Completely understand I'm in a very wronged position but I'm not going to defend myself. Instead, I apologized in so many ways to him. 

Started out as a friend, I never think or even had the slightest idea we will get too close to each other. Yet, the normal way of getting close to someone is to know them better. Their behavior, their loved ones even their families. But, I guess with him was have to be in a different angle. I never realized it until it happened. Invading his privacy when he kept it very private. Sometimes, curiosity indeed like a ghost hunting in your dreams. It scared you shitless but you still curious enough to get to know more.

Being mysterious was his agenda. While I'm the one who always has the whispering ghost.

I completely don't know anymore how to explain it to you about my action. Because never in my attempt was to wreck your relationship or our friendship from the very beginning. I love you in ways only you would understand, that's why I'm not going to do harm or whatsoever. But, I did what I'm not supposed to even when he already said it and I already promised him.

This is a very tiring week for me since I don't have any more energy to apologized to you. I tried anything more than I'm supposed to, but you're not that easy to forgive what I did. Even though I know you're acting like this to punish my action.

I guess I let the time to heal you. Until then, hopefully.




Karena angkasa luas menjadi saksi bisu diantara kita. Dihadapkan pada kenyataan yang haus; aku pun bertekuk lutut dihadapanmu. Tanpa berpikir dan menolak aku mencair dalam manismu. Aku mengira awalnya hanyalah jemu yang tertunda, namun yang terjadi ternyata berbeda. 

Ku coba memeluk resahmu dalam hangat selimut senja. Ku coba curi kecup mu dalam sebuah jeda percakapan antah berantah. Ku coba pertanyakan hati yang meradang jawaban. Namun, tak kunjung tiba. 

Aku terdiam dalam ruang hampa tanpa kasih.

Berusaha untuk tetap berpura tidak merasakan kekosongan tersebut. Karena aku masih melihat sinar dimatamu dan merdu suara tawamu termasuk jemari hangat yang tergenggam. 

Apakah ada artinya semua ini bagimu? Atau hanya sebuah kenyataan dalam mimpi yang sebentar lagi akan lenyap bersama waktu? 

Lalu, bagaimana dengan kisah kita? Mungkinkah ceritanya akan berubah atau akan tetap seperti ini hingga saatnya nanti? 

Mampukah kau memberikan sedikit saja kepastian akan kehangatan senyum tersungging di setiap pertemuan kita? 

Aku terlanjur hanyut ke dalam relungmu.

The white noise from the car silenced everything, it's just our heavy breath in silence trying to find some more air. I can't say anything because of your touch intoxicated me. You can lie your way out of me, but I believe you feel what you're supposed to feel towards me. You're definitely my partner in crime.




(Angkasa, 23 Juli 2018, 04.33 WIB)








Saat saya menuliskan ini, rasanya seperti baru tersadar dari mimpi buruk. Saat terbangun dari kenyataan, bahwa apa yang selama ini saya alami adalah mimpi belaka. Rasanya, tidak dapat diterima sama sekali oleh akal sehat saya. Sudah berulang kali mencoba untuk menarik napas, agar beban hati dan pikiran tidak terlalu penuh, oleh rasa yang aneh ini. Tapi, tetap tidak bisa. Hanya dengan menuliskan ini, dan menuangkannya disini, mungkin bisa sedikit mengurangi beban hati.

Semuanya hanya garagara, artikel yang tidak perlu dibaca, sebenarnya. Namun, entah mengapa, akhirnya memang harus dibaca juga, mungkin agar saya bisa memastikan lagi, perasaan yang selama ini menggantung. Sudah ada pertanda, namun selalu dianggap tiada, karena masih belum mau menerima kenyataan.

Nuf said!

Sudah tau, kirakira saya bicara tentang apa? Ya masalah hati lah! Masa perlu diperjelas lagi sih?
Terus terang, saya merasa saya sudah jatuh cinta dengannya, bertahun lalu. Namun, karena masalah dengan jarak, maka dirasa tidak perlu untuk diperpanjang. Kemudian, sejak tahun lalu, entah mengapa kami jadi 'dekat' kembali, dengan adanya perangkat komunikasi yang sudah semakin canggih sekarang ini, jadinya lebih mudah untuk berkomunikasi. Akan tetapi, karena ini pula saya akhirnya semakin sadar, bahwa saya tidak ada dalam 'hidupnya', saya hanya sebagai pengagum no.1 bagi dirinya.


Kau adalah bianglala penyembuh hati yang rapuh. Kau bawa aku hingga ke puncak, menikmati indahnya dunia yang kau ceritakan, dihadapanku. Kau bawa aku kembali menjejak dunia, dan kau lambungkan kembali hidupku. Tidak pernah berhenti selama bertahun, hingga menjadi kebiasaan abadi.

http://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&docid=TgcJfHHJwJP3IM&tbnid=h6YKdjTvULDojM:&ved=0CAYQjRw&url=http%3A%2F%2Falmasaghacelesta.wordpress.com%2Fpage%2F2%2F&ei=9bspU5yiIoSFrAfNoIHwBw&bvm=bv.62922401,d.bmk&psig=AFQjCNFp8vQgg-MAmxVrs-TiqK_utzGh5w&ust=1395330201282273

Namun, kau tidak mampu selamanya berputar seperti ini. Ada saatnya kau harus menyadari bahwa, kau harus diam dan menikmati keheningan alam. Menikmati kerlip lampu Ibukota dikejauhan, dan juga temaram bulan purnama. Yang hanya datang sebulan sekali, begitu indah. Pernahkah, kau menikmatinya?

Dia menggeleng pelan

Kau adalah bianglala terindah yang pernah aku lihat. Tidak pernah aku menikmati rasa syukur mahakarya Yang Kuasa, hanya saat bersamamu. Aku merasa, bersyukur telah hidup hingga saat ini.
Karena kau ada untukku, dan walau pun kau tidak bisa berkata apapun. 

Aku dapat mengerti, rasamu.
Tidak ada lagi kata yang perlu diucapkan. Saat aku menatap matamu, yang sedang bersimpuh dihadapanku. Semua impian perempuan didunia ini, sekarang sedang terjadi dalam hidupku.

Namun, entah mengapa, hatiku semakin tidak karuan. Aku hanya mampu untuk menahan napas seketika, kemudian berpikir apa yang harus aku lakukan? Akan tetapi, kamu sudah terlanjur menjejakkan lututmu, dan memendamnya dalam pasir putih.

Berbagai macam pikiran berputar dalam kepalaku. Otak yang tadinya cukup kreatif, seakan bekerjasama dengan alam bawah sadar untuk tidak berpikir bodoh. Banyak sekali peristiwa dalam film yang sudah pernah ditonton, dapat dipraktekkan dalam situasi seperti sekarang ini. namun rasanya semua hal tersebut tidak pas.

Dia masih belum berkata apapun, karena melihat reaksiku..

"April, maukah..."

 

Selamat Tahun Baru!!

Semoga semuanya mendapatkan pengalaman luarbiasa di 2012 dan di tahun yang baru ini akan semakin penuh dengan kejutan!

Banyak hal terjadi mengawali tahun baru ini, banjir besar melanda ibukota tercinta, seperti memberitahukan bahwa banyak sekali hal yang perlu dibuang ditahun sebelumnya. Semoga banjir membuka pikiran mereka yang egois dan hanya mampu menyalahkan pemerintah. Teman saya pernah bilang, siapa pun Gubernurnya atau Presidennya jika penduduknya masih egois, banjir dan macet tetap masih akan menjadi masalah besar di Ibukota ini.
People will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel. - Maya Angelou

November 2011

Musim hujan telah tiba. Setiap kali selalu mengingatkan akan dirinya. Hujan, selalu menjadi topik dari setiap perbincangan kita. Entah wangi alam sebelum hujan datang, atau jalan yang basah hingga kilat dan guntur yang menari diangkasa. Hal-hal itu selalu menjadi perbincangan yang tidak pernah habis.

Tapi, musim hujan kali ini datang dengan suasana yang berbeda.

April tidak sadar dia sudah berdiri cukup lama ditepi jalan itu. Melihat tetesan hujan yang tak kunjung reda. Beberapa angkutan umum sudah berganti pengemudi menawarkan untuk mengantarkannya ke tempat tujuan. Tapi, rasanya kaki malas sekali untuk melangkah, atau mungkin hati yang masih ingin menunggu.

Menghela napas panjang.

Isadora April, ayo semangatlah! Kamu pasti bisa bangkit kembali…

Selamat Natal 2012 buat kita semua yang merayakan meriahnya pesta kelahiran Tuhan Yesus di dunia!

Banyak sekali pro dan kontra dari agama lain dalam hal silaturahmi ucapan selamat. Jika memang dalam bersosialisasi beragama pun harus diatur, kenapa tidak sekalian saja atur hidup sekian banyak orang dengan jadwal yang tidak haram.

Terkadang saya heran dengan peraturan yang notabene dikeluarkan mengatasnamakan Tuhan, dan harus dipatuhi oleh mereka yang percaya dan memeluk agama tertentu. Bukankah semua agama mengajarkan hal yang baik? Jika memang hati penganutnya  merasa hal itu baik dilakukan, mengapa takut? Toh pada akhirnya juga bukan manusia yang akan menghakimi. Jika memang percaya masih ada dunia penghakiman setelah kita meninggal, biarkanlah dunia penghakiman yang akan menilai bagaimana hidup kita didunia ini, nantinya. Bukan malah sekarang serba sok ini dan sok itu.


...
Berdua ku bisa percaya

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
Cintaku padamu…
- Maudy Ayunda - OST Perahu Kertas

Setelah beberapa lama, baru kali ini dapat kembali menulis. Kali ini saya akan mencoba untuk mengulas sedikit mengenai film yang di adaptasi dari buku juga dengan judul yang sama PERAHU KERTAS.

Di tahun 2009 saya sudah sempat menuliskan ulasan bukunya. Buku itu membuat saya tidak berhenti membaca setelah mulai dari halaman pertama, dan dalam semalam saja buku itu selesai saya baca. Dan saya mengulang membacanya, keesokan harinya. Jika diibaratkan makanan, buku itu adalah makanan yang membuat saya tetap ingin memakannya, walau perut saya sudah tidak bisa menerima makanan itu masuk.

Sebuah novel selain serial SUPERNOVA yang membuat perasaan saya teraduk sesuai dengan kisah yang dituliskan.


Kamu datang dengan tangan hampa dan terbuka, menawarkan duniamu padaku.  Sedangkan aku hanya terpaku pada senyum tulus, dentang tawa yang begitu merdu serta gigi kelinci yang tersembul diantaranya.  Terus terang kamu bukanlah lelaki idamanku. Jika ku ceritakan padamu, mungkin kamu sudah lari tunggang langgang dari awal. Tapi, seperti yang sudah pernah ku beritahukan padamu, bahwa kepolosanmu menghadapi seorang perempuan, rasa penasaran dan gairah yang begitu terpancar daripadamu yang telah membuatku meleleh pada akhirnya. – sebuah catatan kaki kecil pengantar tidur -

Oktober telah datang dan seperti biasa, musim kawin pun tiba disaat musim hujan datang.  Undangan perkawinan pun telah datang, dan beberapa rencana untuk pernikahan pun sudah terdengar. Apakah kamu pernah berpikir akan bertemu dengan seorang perempuan seperti diriku, hai lelaki? Apakah perempuan mungil ini begitu merepotkan hidupmu? Hmm…semoga tidak. Karena aku memang diciptakan untukmu, seandainya nanti aku merepotkanmu, harapanku semuanya tidak akan pernah terjadi.

Kamu hanya ada dalam pikiran dan hati yang senantiasa menanti kehadiranmu. Sampai dimanakah perjalanmu menuju hati ku? Karena dengan senang hati aku menunggumu. Lelaki idaman yang akan membuat semua perempuan terpesona pada keserasian kita. Kamu tidak perlu setampan siapapun idola dalam dan luar negeri, yang penting tetap keren! Suka banget tertawa dan bikin orang lain tertawa. Konyol tapi pintar membawa diri, dalam situasi apa pun, kamu tidak pernah salah tingkah. 

Suara tawamu adalah suara terindah yang terdengar oleh telinga saya! Hiburan yang paling gampang saat saya sedang tidak mood karena banyak hal. Jika mendengar suaramu diujung telepon genggam sudah sangat menghibur sekali. Kamu menjadi bagian dari harihariku. Kamu ada disetiap menit dan detikku bernafas. Seandainya saja bisa bersama denganmu setiap saat, mungkin tidak ada lagi kata bosan terucap.
Something always brings me back to you.
It never takes too long.
No matter what I say or do I'll still feel you here 'til the moment I'm gone.
You hold me without touch.
You keep me without chains.
I never wanted anything so much than to drown in your love and not feel your rain.

Kau adalah racun yang pelanpelan menggerogoti hati yang rapuh. Hati yang pasrah dan meranggas karena perhatianmu. Hati yang menggebu diawal pertemuan menyambut dahaga selayaknya musafir di padang tandus.

Setiap kecupan bercampur racun cinta, kau berikan setiap detik waktu berlalu. Aku merasakan keanehan pada hatiku, namun tidak pernah menyangka jika hal tersebut adalah racun. Kau berikan adiksi tak terbantahkan pada akal dan hatiku.

Kau berikan rasa gamang, saat kau tak disisi. Kau biarkan debar hangat mengalir hampa. Kau lepaskan pegangan eratmu, tanpa menoleh lagi.

Apa yang harus kulakukan saat ini, tanpamu?
Seandainya saya tau, bahwa yang namanya berpisah dengan pujaan hati itu rasanya seperti ini. Mungkin sudah sejak lama saya memutuskannya. Tidak perlu banyak drama dan air mata. Tapi, memang kita tidak pernah tau apa yang seharusnya terjadi, jika memang ada campur tangan dari yang Maha. Semuanya sudah diatur sesuai dengan kehendakNya, hanya saja, saya berharap bahwa apapun itu rencanaNya dalam hidup saya, seharusnya saya bisa lebih belajar untuk bersyukur. Karena, saya YAKIN semuanya adalah baik adanya.

Sebelum akhirnya resmi berpisah, hampir selama 3 minggu penuh saya gelisah. Banyak pertanda yang diberikan lewat mimpi dan perasaan tidak enak. Dan semuanya mengacu pada hubungan yang akhirnya memang harus berakhir . Hanya saja saya sangat menyayangkan sikapnya yang tidak jantan dalam memutuskan hubungan kasih kami. Terlalu pengecut!  Padahal paling tidak disaat terakhir saya masih tetap berharap bahwa masih ada sedikit rasa yang tertinggal untuk kita bisa bicara secara dewasa.

Sudah lama sekali tidak pernah menangis lama sampai tertidur dan bangun dengan mata yang bengkak. Masih terasa hingga sekarang. Sudah lama juga tidak menangis tersedu didepannya, kali ini karena tidak ada kesempatan, maka saya menangis ditelepon. Rasanya sudah sampai pada titik 'tidak tahan lagi' untuk tidak menangis. Oleh sebab, itu saya menelponnya ditengah gemuruh guntur dan kilat bernyala dilangit. Menambah rasa dramatik dihati...

Sudah lama juga, tidak pernah bicara dari hati ke hati dengannya. Mungkin karena banyak perubahan yang terjadi setelah beberapa lama kami tidak lagi bersama. Rasa yang dirasa sepertinya menghilang, seperti rintik air yang tertiup angin dan menjadi cipratan air dan hanyut...
In an ordinary fairytale land
There's a promise of a perfect happy end
And I imagine heaven just sort of that, it's better than nothing
Baru kali ini saya tidak tau bagaimana harus memulai. Tidak tau bagaimana merangkai huruf ini satu persatu. Saya bagaikan perawan yang tersipu malu, dibalik punggung sang Ayah, sewaktu dikenalkan pada calon pasangan hidup.

Saya sudah menahan keinginan untuk menulis dari kemarin, tapi tidak bisa. Sekarang, giliran ada waktu dan bisa, tapi malah tidak tau bagaimana harus memulainya. Saya tidak mengerti keadaan ini. Padahal keinginan untuk menulis begitu menggebu. Mengapa? Karena kemarin adalah hari yang spesial, buat kami.

Perayaan setahunan :) tapi, dia seperti biasa, lupa...

So you'll be mine forever and almost always
And I'll be fine, just love me when you can, yeah
And I'll wait patiently
I'll wake up every day just hoping that you still care

Hahaha...saya pada dasarnya memang romantis, hal kecil seperti ini membuat hati saya berbunga, dan tersenyum seharian. Tapi, terus terang tidak ada yang special dilakukan, kemarin. Karena kami adalah pasangan yang aneh. Dia tepar, karena sakit. Sedangkan saya harus lembur dikantor, jadi begitulah carnya kami menghabiskan perayaan satu tahunan kami.

Terus terang sebagai perempuan, saya berharap dia akan melakukan sesuatu yang spesial, jika nanti memang memungkinkan. Sejak akhir bulan kemaren, menjelang hari jadi ini, saya sudah berjanji pada diri sendiri. Untuk berhenti meminta, memohon dan mencari perhatiannya lagi. Setahun merengek, penuh curiga dan menangis sepertinya cukup. Selebihnya terserah dirinya, mau bersikap seperti apa.

In the corner of my mind I know to well
That surely even I deserve the best
But instead of leaving I just put the issue to bed and out of my head

Saya masih ingat adu argumen terakhir, bahwa dia bilang bahwa saya tidak akan pernah jadi pengganti dari perempuan itu. Keperempuanan saya, tersinggung. Kami berdua adalah orang yang berbeda, tidak bisa disamakan. Hanya saja, saya berharap dengan tidak adanya perempuan itu didekatnya sekarang, dia bisa sedikit berubah sikap. Lebih perhatian, dan menjaga perasaan saya. Tapi, sepertinya seperti yang dibilang banyak orang, karakter tidak berubah dalam semalam.

And just when I believe you've changed for good
Well you go and prove me wrong just like I knew you would
When I've run out of second chances you give me that look
And you're off the hook

Saat itu, saya memintanya untuk melepaskan hubungan ini. Saya merasa tidak perlu lagi ada hubungan aneh seperti ini. Jika, memang apapun yang dilakukan dimulai dengan kata malas, cape, gak bisa, gak mau, dan mungkin...maka saya bilang padanya, buat apalagi? Toh saya sudah tidak penting lagi, dan mungkin tidak pernah menjadi bagian penting baginya, dan ungkapan sayang pun tidak sampai ke hati.

Tapi, dimalam hari itu sikapnya malah berubah, dan besoknya pun lebih berubah lagi. Seperti, tidak pernah ada kejadian apapun kemarin. Dan memang setiap kali ada pembicaraan ini, dia seperti selalu menghindar. Saya tidak pernah tau apa yang dia rasakan dan pikirkan setiap kali, tapi semoga saja suatu saat dia bisa mengerti apa yang saya rasakan ini.

Forever and almost always
No, it ain't right to just love me when you can baby
Ain't gonna wait patiently
I won't wake up everyday just hoping that you'll still care


HAPPY ANNIVERSARY, GY!


Lirik diambil dari : Kate Voegele - Forever and Almost Alway

Ring, ring it's you again heart pops
I loved to hear you
It's been all day I've been waiting for you
Hello, you call my name
So much stories you shared with me
You said a lot to me about girls
Oh, it's so nice
And every beauty thing they did to you
Don't stop and tell me more'


Terkadang kegiatan menunggu itu menjadi suatu hal yang mendebarkan hati. Terlebih jika yang ditunggu adalah kabar dari kekasih hati. Wahh, debarnya semakin menggebu setelah namanya terpampang pada layar telepon genggam. Banyak orang bilang, pacaran seperti itu adalah seperti halnya jaman waktu SMA atau ABG jaman dulu. Sekarang, sudah beda sekali rasanya. Meski saya tetap saja merasakan debaran itu tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang, karena rasa cinta yang mendebarkan hati itu tidak mudah dirasakan.

Hingga sekarang, setiap saat, saya selalu merasakan debar kencang di dada setiap saat namanya muncul di layar mana pun. Hahaha...boleh bilang bahwa saya norak, atau pun berlebihan. Melodramatik, itulah hubungan percintaan saya, dimana saya adalah termasuk salah satu perempuan yang percaya akan semua hal yang pernah ditonton dalam sebuah drama romantis atau komedi adalah kejadian yang pernah terjadi dalam kehidupan sebenarnya.

Oleh sebab itulah, saya mudah sekali merasa terharu akan segala hal kecil yang jarang/tidak pernah dilakukan oleh partner. Ungkapan mesra, kalimat singkat yang memerahkan pipi, bahkan sesekali ungkapan rindu yang terucap bisa membuat saya meneteskan airmata. Karena buat saya semua hal tersebut mengharukan, dan jarang sekali diperlihatkannya, sedekat apapun kita.

Loving you it hurt sometimes
I'm standing here you just don't by
I'm always there you just don't feel
Or you just don't wanna feel
Don't wanna be hurt that way It doesn't mean
I'm givin' up I wanna give you more
And more and more'


Tidak ada yang bilang mudah untuk mencintai, tanpa tersakiti. Bahkan, orang dulu pun bilang jika tidak sakit, namanya tidak bercinta.

Setiap hari , saya belajar untuk mencintainya sepenuh hati, dan sebisa hati saya memberikan cinta. Dan selalu berusaha menikmati setiap kebersamaan yang bisa saya dapatkan, seperti istilah dari negeri Irlandia sana, hiduplah seperti hari ini adalah hari terakhirmu. Jika kalimat itu terngiang, maka saya yang cemberut, cemburu atau kesal dan sebal pada semua sikapnya menjadi luluh kembali.

Mungkin ini adalah salah satu alasan mengapa dia selalu bilang, jika saya lebih mudah dihadapi, dan dia tidak pernah takut saya ngambeg, karena saya akan baik sendiri. Bisa dibilang saya selalu merasa bahwa entah sampai kapan saya bisa bersamanya, tapi setiap detik yang tercipta saya selalu bersyukur bisa bersamanya. Bahkan jika memang harus membuang ongkos lebih dari seharusnya, maka saya pernah bilang juga padanya, 'duit bisa dicari, tapi waktu bersamamu tidak akan kembali' oleh sebab itu, saya akan melakukan yang bisa saya lakukan selama saya masih bisa dan saya selalu berusaha yang terbaik dalam memenuhi keinginan itu.

Knock, knock you came around heart pops
I loved to see you
It's been two years since I'm love with you
Bum! Bum! You break my heart
You said, girl I'm in love with her
But it's all right, I'm still alive yeah' ohh'


Jika pernah melihat orang yang jatuh cinta dalam buku komik Jepang, yang digambar dengan mata berbinar dan gambar hati yang lompat dari dada. Hahaha...itulah yang saya alami setiap kali saya bertemu dengannya. Saya selalu mengharapkan melihat wajahnya penuh dengan binar yang sama dan juga senyum sejuta miliar yang diperlihatkannya. Tapi, terkadang kunjungan kejutan yang saya berikan justru malah membuat wajahnya terlihat capai. Keluh. Kadang saya merasa juga, jika kehadiran saya mengganggunya. Tapi, kadang saya lebih masa bodoh untuk yang satu ini, paling jelek adalah dicuekin sama dia. Yang penting keinginan saya untuk bisa bersamanya terpenuhi, walau tidak sepenuh hati darinya. Ini salah satu bentuk keegoisan saya.

Jika bicara mengenai rasa sakit, maka saya sudah merasakan sakit yang diluar batas kewajaran, selama bersamanya. Mungkin, jika yang lain membaca beberapa tulisan kebelakang akan tau. Karena sudah melewati ambang batas, biasanya jadi tidak wajar lagi, mungkin hati saya pun sudah kebas dengan rasa sakit. Tapi sepertinya tidak, karena setiap hari debaran itu memperbaiki dirinya sendiri, dan saya tidak membiarkannya menjadi kebas.

Dan saya akan tetap membiarkannya hidup penuh dengan segala luka karena cinta yang begitu membara disetiap kehidupan cinta penuh debar bersama saya.

And all the beauty things she did to you
Don't stop and tell me more
And when I see that smile upon your face
Deep in your eyes you had it all
And when I hear you super electrical voices'


Dan jika dia pernah bertanya mengapa saya mengetahui apa yang dia inginkan, dan tetap memaafkannya dengan segala hal yang telah dia lakukan untuk menyakiti saya...

semua itu karena cinta itu memaafkan, dan cinta itu tidak hanya memakai hati tetapi juga logika...selama hati saya masih mampu bertahan maka saya akan tetap mencintaimu apa adanya...

Te Amo :*
MWAH!

Lirik diambil dari lagu D'Cinnamon - Loving You

PS: Semoga hidupmu selalu penuh dengan segala keajaiban, gy-ku sayang...

Aku menyerah Tuhan. SEMUA kuserahkan padaMu. Apapun itu aku tau, saat Kau turut campur dalam hidup, pilihan dan keputusanMu selalu yang TERBAIK bagiku. Amin!


Petikan diatas masih menjadi status saya di FB sampai saat ini. Karena disaat saya menulis tentang tidak berhenti berharap, sekarang saya berpikir kembali. Untuk yang satu ini saya berhenti berharap, bukan berarti menyerah. Tapi, saya berpasrah diri, menyerahkan SEGALA gundah padaNya. Karena disaat darah dan daging tidak mampu lagi berbuat apapun, kita manusia hanya mampu bergantung pada kekuasaanNya.

Ini sama sekali bukan tulisan spiritual. Beneran. Serius. Saat ini saya hanya melanjutkan rasa gundah yang tak perlu, sebenarnya. Heheheh...tapi, saya bukan tipikal orang yang bisa berbohong mengenai apa yang saya rasakan. Sama orang lain saja saya akan blakblakan, apalagi sama perasaan sendiri? Kan seperti yang dibilang, bahwa cintailah dirimu terlebih dahulu, baru kamu akan mendapatkan dunia.

Tapi, belakangan ini teori tersebut saya lupakan. Saya lebih mementingkan orang lain, sampai saya masa bodoh dengan perasaan saya sendiri. Ini kebiasaan bodoh yang sering kali terjadi, dan anehnya lagi, saya dengan sadar tetap menjalaninya.

Karakter saya yang satu ini seperti pedang bermata dua, di satu sisi saya merasa bangga, bisa memiliki intuisi yang tajam dan memiliki empati yang besar terhadap orang lain, bahkan kadang kelewatan. Jadi, orang yang tidak terbiasa mendapatkan perlakuan yang saya lakukan padanya, bisa salah kaprah. Tapi, dilain sisi, jika empati yang saya rasakan sekarang adalah milik partner yang memang suka memendam perasaannya. Saya dibuatnya galau sekali. Rasanya tidak enak, jika yang dirasakan adalah sedih yang mendalam.

Partner saya sebentar lagi akan ditinggal pergi tugas oleh seseorang yang penting baginya. Tampak luar memang terlihat biasa saja, tapi apa yang saya rasakan dari seminggu yang lalu, sangatlah berbeda. Perasaan sedih yang mendalam, yang tidak bisa saya ungkapkan dengan katakata disini. Kalau perumpamaan dalam cerita Pendekar Rajawali Sakti, ada tokoh Bocah Tua Nakal, yang karena memendam kesedihan rambutnya memutih semuanya.

Saat ini, saya tidak tau bagaimana bisa bersikap, hanya mampu menahan tangis untuk sementara. Mungkin akan ada saatnya nanti bisa menangis untuknya. Airmata yang tidak mampu dia tumpahkan, saya akan mewakilinya. Karena saya bisa merasakan apa yang dia rasakan. Sangat tidak enak sekali, berapa kali pun saya berusaha menetralkan perasaan saya, tapi tidak lama perasaan tersebut kembali. Jadi, sekarang saya hanya mampu membiarkan perasaan tersebut merajai hati saya. Semoga dengan tidak menolak rasa itu, maka rasa tersebut akan melebur...

Saya berdoa dan memohon pada Tuhan, selalu yang terbaik bagi hidupnya dan dalam segala hal yang dilakukannya. Hanya itu yang selalu saya doakan, biarkan dia bisa menemukan jalan dan memutuskan hal yang dilaluinya, biar dia bisa punya mimpi yang bisa dicapainya. Semoga perubahan positif yang diperlihatnya akan terus bertahan, dan semakin bertambah positif. Saya bersyukur atas pekerjaan yang didapatkannya sebulan lalu, pekerjaan ini membuat pikirannya teralihkan. Sebelumnya disaat dia sedang stress atau ada masalah berat, dia pasti akan mencari perempuan lain sebagai pelepas stress. Tapi, sekarang dia lepaskan pada pekerjaannya, menjadikan dia sebagai pekerja yang mau semuanya beres dan sempurna. Itulah partner saya. Jika mengenai pekerjaan, dia tidak pernah setengahsetengah. Dari keadaan ini ada lebih dan kurangnya bagi saya, dia jadi lebih capai bahkan untuk ngobrol, berdiskusi, menanyakan kabar dan merasa kangen. Tapi, saya tidak akan mengeluhkan hal ini, karena saya mau dia bisa terus maju di perusahaan baru ini. KAMU BISA! Percaya itu yah, gy! :*

Saya berhenti berharap, dan berpasrah diri padaMu, ya Tuhan. Hanya Kau yang mampu mengabulkan segala permintaan dan membuat saya bertahan hingga kini. Amin.

Semoga Tuhan mengabulkan permohonan saya.

Sayang, semoga apapun yang kamu lakukan akan menjadi pilihan terbaik dalam hidup dan menjadikan hidupmu kembali penuh semangat.
Rasanya seperti dunia kembali gelap gulita dan saya siap untuk menghadapNya. Tapi, setelah akal sehat bisa kembali bekerja sama, maka saya tidak mampu lagi merasa, dan bagaimana harus mengungkapkan rasa yang saya alami. Saya mencintainya dengan setiap degup jantung yang berdetak. Saya mencintainya dengan seluruh aliran darah yang memberi nafas kehidupan. Bagaimana mungkin dia tega melakukannya?

Tidak ada alasan yang bisa diakui dari bibirnya. Hanya jawaban tidak tau dan tidak direncanakan. Analisa saya adalah dia sedang bosan dengan hidupnya. Ingin kembali mencoba apakah dia masih bisa menjadi salah satu penakluk perempuan. Maka terjadilah hal yang diinginkan. Hanya saja yang tidak disangka, saya bisa memergokinya.

Terkadang kenyataan pahit memang harus bisa diterima. Tidak ada orang yang mampu meresapi kenyataan yang saya alami. Orang bilang saya sinting, gila dan miring. Mungkin. Selain komentar seperti itu ada juga yang menghibur. Bahwa saya tidak perlu terlalu ambil pusing hal itu.

Salah seorang teman malah berkata, "It's just sex. Nothing more. The most important thing is he still loves you. And he's not doing it with his heart. So, it's just different"


Alasan yang cukup sinting diterima oleh otak siapa pun. Bahkan bagi saya yang berusaha menyelami dunia lelaki. Kadang memang logika sinting yang bisa berpikir diluar kotak hanya bisa didapatkan dari mereka yang sudah pernah melakukan atau berada di posisi saya atau pasangan saya.

Saya YAKIN, tidak ada seorang perempuan yang bisa seperti saya. Bodoh, sinting, gila dan miring, tapi baik hati dan sangat penuh kasih :D saya hanya berusaha mencobai diri sendiri. Mengetes daya tahan sabar saya. Sampai sejauh apakah? Walau setiap kali saya selalu berusaha meminta maaf pada hati saya. Karena sudah seringkali menambah beban yang cukup berat.

Kali ini saya tidak tau lagi harus bersikap seperti apa, hanya mampu diam dan menangis. Bahkan, air mata pun sudah kering. Hanya terluka dalam yang begitu perih terasa. Terkadang apa yang terpikir bisa menjadi kenyataan, tapi jika hal seperti ini, saya tidak menginginkan hal itu terjadi. Tidak menutup kemungkinan hal yang sama akan terjadi kembali di kemudian hari. Katanya 'old habit die hard' dia pun berkata hal yang sama. Hanya menjadi dirinya sendiri.

Saya berjanji untuk tidak menyakiti hati kembali. Oleh sebab itu sebisa mungkin saya akan menenangkan diri dan berusaha untuk masa bodoh dengan hidupnya yang lain. Hanya mampu berharap bahwa jika dia tidak mampu menghargai dirinya, paling tidak dia bisa menghargai hidup orang yang menyanyanginya dengan tulus. Dengan segala resikonya, berani berbuat berarti berani bertanggung jawab. Hati saya kembali hancur kali ini, bahkan terlihat sampai ke sekujur tubuh sekarang, semuanya biru-ungu lebam. Semoga cepat hilang...

Hatiku sayang...maafkanlah aku...
Saya selalu merasa sendirian pada saat akhir pekan pada umumnya. Karena saya tau, jadwalnya setiap akhir pekan tidak bisa diganggu gugat. Itu adalah harinya tanpa saya. Minggu ini adalah minggu pertama dalam 6 bulan ini, dia pergi keluar kota. Sepi rasanya. Ditambah lagi, dalam minggu ini juga Bunda tercinta akan pergi jalanjalan, menambah sepi harihari saya. Begitu juga dengan mantan terbaik yang biasa saya ganggu. Saya tidak tau siapa lagi yang bisa saya ganggu, pada saat mereka semua tidak ada untuk menemani saya.

Berita mengenai seorang teman dari Jerman yang mungkin datang, kemudian akan ditunda pun, membuat hati saya ciut. Saya membutuhkan liburan juga, walau hanya keluar untuk jalanjalan santai dan nongkrong pun, sudah merupakan hiburan buat saya.

Beberapa kali saya protes, beberapa kali juga saya memberikan penawaran dan permintaan padanya. Tapi, seringkali permintaan saya ditolak, dan juga seringkali saya lebih memilih diam walau kecewa, daripada memaksakan kehendak saya padanya. Sedih memang. Bahkan terkadang untuk mendengarnya berkata 'aku sayang kamu' pun harus diminta. Ungkapan itu entah mengapa, pelit sekali terdengar ditelinga saya. Sedangkan setiap kali saya harus memendam iri pada saat mendengarkannya mengungkapkan itu dengan santai di waktu tertentu. Hmm...hanya saja, bolehkan saya berharap? Berharap bisa kencan santai dengannya. Berharap bisa ngobrol dengan asik dengannya, tanpa perlu airmata? Sesekali ingin rasanya diajak jalan, diberikan kejutan manis dan juga kecupan manis...ahooyy!!

Kadang terpikir dalam benak saya, bahwa dia memang seorang aktor yang luarbiasa yang bisa membuat hidup saya penuh dengan segala gejolak. Setiap saat saya bersamanya, selalu seperti ada bungabunga bertebaran. Saya bahagia. Sedangkan dia terlihat sangat bosan. Seringkali saya bertanya juga, apakah saya begitu membosankan? Sehingga untuk ngobrol pun rasanya tidak semudah biasanya?

Mungkin saya terlalu banyak berharap? Atau terlalu banyak meminta? Hahahah...can't help it. Mungkin ini yang terjadi pada seorang melankolis-romantis-manja maunya serba disayang. Sedangkan posisinya sama sekali tidak bisa sepertinya. Dia tetap harus bisa membaginya. Walau saya selalu kebagian yang tidak adil, tapi kadang saya kembali berpikir, apakah tidak adil? Seberapa adilkah yang saya inginkan? Atau dia pikirkan? Hmm...terus terang saya pun tidak tau.

Sekarang saya hanya mampu berdoa bagi masa depannya. Jangan putus asa yah, cinta. Seperti yang pernah saya katakan, bahwa nikmatilah masa libur dan kontemplasi sekarang. Mungkin memang saatnya kamu berlibur, dan mendapatkan pencerahan atas segala yang sudah terjadi. Apapun yang akan menjadi pilihannya nanti, saya akan akan tetap mendukungnya. Walaupun MUNGKIN saya tidak menjadi bagian dari pilihan itu, saya tetap akan selalu mendukungnya dari jauh. Dengan hati penuh cinta dan puji syukur.

Saya percaya, ada rencanya LUARBIASA yang sudah disiapkan bagi masa depannya. Dan saya berharap, dia juga bisa percaya bahwa memang akan ada hal luarbiasa yang pasti sedang diciptakan baginya.

Amin.




PS: Can't you feel how much I Love you? < (^^,) >

Sepertinya kebiasaan saya menulis rutin di blog ini, sudah kembali. Mungkin sebentar lagi akan lebih sering lagi. Karena saya berniat untuk memiliki perangkat canggih yang sudah lama saya idamkan. Laptop! hahaha..Yeap! Banyak orang tidak percaya, jika saya tidak memiliki perangkat ini.

Tapi, memang itu kenyataannya. Perangkat elektronik paling canggih, hanya kipas angin dan telepon genggam saya. 

Buseeeddd, hareee genneeee...gak punya laptop? Hehehe...well, banyak hal yang menjadi kebutuhan, dan LEBIH penting. Membuat keinginan saya jadi tertunda. Saya adalah tipikal orang yang membeli dengan pemikiran, jika memang barang itu setidaknya BERHARGA. Dan bisa dipakai dalam waktu yang cukup lama, bukan seperti layaknya membeli baju atau makanan. Itu pasti beda lagi.

Loh? Ceritanya jadi berantakan nih. Maaf, emang sengaja sih. Biar gak sesuai sama judul. hahaha...sebenarnya ini, bukan kebiasaan saya menulis tentang objek tertentu, terutama tentang orang. Kali ini, saya sendiri menyadari, jika saya kembali menulis akan dia. *malu*

Blog ini bukan khusus buat bercerita tentang dia, tapi tentang ruparupa hal yang terjadi dalam hidup. Yang menarik dan tidak, tapi berharap bahwa akan selalu ada hal menarik dalam hidup yang sebentar.

Akhirnya, saya hanya mau bercerita bahwa sebuah telepon kejutan membuat jantung saya berdetak lebih kencang, dan membuat saya curiga. DIA MENELPON DI AKHIR PEKAN. Melihat fotonya terpampang pada layar telepon genggam membuat saya kaget luar biasa. Bukan kebiasaan, tapi membuat hati bergetar. 

Terimakasih atas kejutan luarbiasa yang sudah membuat jantung saya tidak berhenti, tapi berdetak lebih kencang dari biasanya. Hingga sekarang, dan semoga akan selalu ada kejutan menyenangkan seperti ini, selalu...Terimakasih sudah memberikan insprirasi buat saya untuk menulis kembali...

Kamu memang selalu bisa membuat saya tersipu malu, entah bagaimana pun caranya...I feel like Seventeen again, everytime you're near...

MWAH! love you, diggy!

I believe there's a hero in all of us, that keeps us honest, gives us strength, makes us noble. And finally gets us to die with pride. Even though sometimes we have to be steady and give up the thing we want most, even our dreams.

Jika saya boleh berandai dalam hidup, maka akan banyak sekali khayalan yang tertumpah. Salah satunya adalah kamu. Sosok khayalan dalam hidup yang sederhana. Sosok yang tidak pernah terlintas bisa menjadi kenyataan. Boleh dibilang, Kamu adalah Pinokio saya. Masih ingat cerita tentang Pinokio, bukan?

Dalam dunia khayal di kehidupan nyata, yang sedang saya alami sekarang. Kamu, adalah lelaki impian. Boleh saja besar kepala, tapi saya yakin kamu sudah terbiasa dipuja oleh saya. Memang itu sudah menjadi sebuah kebiasaan 'buruk', menurut sebagian teman yang mengenal siapa saya. Tapi, namanya kebiasaan tidak gampang dirubah.

Bukan saya tidak pernah mencoba. Hanya saja, seiring berjalannya waktu akan kembali pada pola dasar saya.
Apakah salah jika memanjakan seseorang yang disayang? Tidak, sama sekali. Hanya saja, porsinya. Itu jawaban mereka yang biasa menasehati saya. Oh well...*nyengir*

Keras kepalakah saya? Mungkin. Tapi, selama saya merasa apa yang dilakukan adalah positif, mengapa harus dihilangkan? Itu sudah menjadi salah satu karakter saya. Jika memang ada yang merasa bahwa yang saya lakukan tidak baik, mungkin itu bukan masalah saya. Ya toh? Itu masalah mereka yang berpikir atau merasa seperti itu. Tapi, saya benarbenar menghargai pendapat mereka. Saya tau mereka sayang pada sosok mungil ini, apa adanya.

Terimakasih temans atas segala hal yang membuat saya semakin bertumbuh, setiap saat..mwah!

Sedangkan buat kamu, sepertinya cerita saya tidak akan pernah habis. Semua orang akan tampak dan bertingkah bodoh pada saat mereka jatuh cinta. Begitu pun saya. Mungkin, banyak yang bilang kelewatan. Begitu pun kamu yang berkata, bahwa saya senang menyakiti diri sendiri. Mungkin pendapat mereka dan kamu benar, dan saya keras kepala. Tapi, hati saya tidak bisa bohong. Saya tidak terbiasa untuk berbohong, ada yang aneh rasanya.

Karena pada dasarnya, tidak ada orang yang suka dibohongi. Siapa pun itu. Bukan berarti tidak pernah loh! Pernah banged. Tapi, berusaha dilakukan seminimal mungkin...bahkan berusaha untuk lebih banyak menabur kejujuran. Bukan untuk orang lain, tapi untuk ketenangan batin.

Seringkali saya berpikir wajar saja, jika sosok boneka kayu menjadi hidup. Banyak hal yang belum pernah dilakukan, dan penasaran untuk mencobanya. Begitu pun dirimu. Pinokio pun tidak luput dari godaan itu. Apalagi dirimu? Tapi, terus terang semua punya batas toleransi dalam menghadapi setiap individu yang hadir dalam hidupnya. Begitu pun, saya. Hanya saja, karena tingkat toleransi dan rasa cinta juga kebodohan bisa berbeda tipis, saya selalu bisa menaikkan kadar toleransi itu. Entah bagaimana caranya. Terdengar bodoh bukan?

Maaf, tapi inilah saya.

Wahai kamu, tanggung jawablah! Sudah membuat saya seperti ini. *terbahak* naaaaaa...bukan koq. Tidak akan pernah menuduh siapapun. Dari awal, ini adalah salah satu pilihan hidup yang tidak akan pernah saya sesali sedikit pun. Saya memang serius menyayangi kamu. Siapa pun dan bagaimana pun kamu akan menjadi. Tidak akan ada penyesalan. Semoga begitu pun dengan dirimu.

It's my own problem strapping myself into the time bomb. It's ticking now. Just hoping, the clock somehow stuck. So, it doesn't have to blow at the end.

Thanks for hanging here with me now. I appreciate your presence very much, even I'm living in a dream. At least, I have you within mine...


PS: Ai Ni, Wo Te Ai Ren, Diggy
Xie xie ni te ai...

Postingan Lama Beranda

Search this blog

ABOUT AUTHOR

This is Meita’s website and you are in a right place to get to know a little bit more about her. She is a dreamer who likes doing digital marketing and been blogging since 2003. She also loves watching TV shows, and movies. Also, passionate about the world. Graduated from the University of Indonesia majoring in Cultural Tourism, taught her a lot about how great Indonesia – country where she is from – in cultural level. Still curious about her? Find out more here ;)

come find me

Visitors

FEATURED POST

THE WORLD NOWADAYS

Nowadays, we do live in the world where sincere thank yous are rare. Where sorries and apologies are extinct. Let alone, caring for the sa...

THE MOMENTS

  • ▼  2018 (11)
    • ▼  September (1)
      • THE WORLD NOWADAYS
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2015 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2014 (10)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2012 (11)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (5)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2009 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2008 (70)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (14)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2007 (108)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (22)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  September (11)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (8)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (9)
  • ►  2006 (130)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (14)
    • ►  September (12)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (21)
    • ►  April (14)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2005 (102)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (20)
    • ►  April (16)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2004 (82)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (18)
    • ►  Februari (16)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2003 (22)
    • ►  Desember (14)
    • ►  November (7)
    • ►  Agustus (1)

FOLLOW ME @ MEITAWIN

ABOUT ME

Hanya seorang perempuan mungil yang masih terus berusaha meraih mimpi terbaik yang ditawarkan dunia. Lalu, berusaha juga untuk membangun dunia yang lebih baik dari sekarang. Entah bagaimana caranya, tetapi harus mulai dari memperbaiki diri sendiri. Menjadi manusia yang LEBIH baik hingga mempunyai rasa BANGGA terhadap diri sendiri, hingga perasaan tersebut lebur dan akan tetap tinggal tak lekang oleh waktu. Semoga [JEJAKKAKIKU] akan menjadi bagian terindah dalam kehidupan ini. Karena yang tertinggal hanya akan menghilang suatu saat nanti, namun jejak-jejak itu akan tetap membekas dibeberapa tempat yang pernah disinggahi. Meski tak terlihat dengan kasat mata.

POPULAR POSTS

  • LAMUNAN SENJA
    Sudah lama aku termenung di sisi jalan. Di kejauhan terdengar suara terompet kapal di pelabuhan dan decit burung-burung manyar. Kembali...
  • BOOK REVIEW
    Masih ada 2 buku yang tertunda, untuk dibaca. Saat ini saya masih belum mendapatkan versi buku aslinya. Hanya bisa mendapatkan dari buku ele...
  • THE KARTINI DAY
    BUNGA Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku. Semalam untuk pertama kalinya kami b...

Copyright © 2016 [JejakkakiKu]. Created by Meita Winarto